Bab 40

1.2K 71 0
                                        


Di posko sepertinya semua penghuninya punya kesibukan masing-masing, tumben-tumbenan tidak ada orang yang duduk di bale ataupun di teras, Danisha menjadi lega setidaknya dia tidak perlu memikirkan jawaban kenapa dia bisa pulang bareng Alvan sesore ini.

Danisha tidak berhenti tersenyum ketika memasuki kamarnya, hatinya bahagia sekali. Dilihatnya Elisha yang masih meringkuk tidur bersama Inggrid, padahal hari juga udah sore banget.

Tiba-tiba ponsel milik Inggrid yang tergeletak di atas meja bunyi pertanda ada panggilan masuk, awalnya Danisha biarin aja tapi panggilan itu terus-terusan berlanjut, Danisha melirik sebentar siapa yang nelpon Inggrid dan gak taunya Pak Nino, mungkin ada yang penting pikir Danisha sehingga dia berniat membangunkan Inggrid.

"Ing!"

"Ing!" Bangun, ada yang nelpon tuh! Kata Danisha sambil menggoyang tangan Inggrid pelan.

"Siapa?" Tanya Inggrid dengan serak khas bangun tidur.

"Pak Nino!"

"Biarin ajalah!" Ucap Inggrid lalu kembali merebahkan tubuhnya di samping Elisha.

Danisha sedikit heran melihat respon cuek Inggrid barusan, bukannya Inggrid suka sama pak Nino ya? Kata Danisha dalam hati.

Tak mau ambil pusing, akhirnya Danisha bergegas untuk mandi, di dapur ia melihat Viya, Rania dan Verrel tengah memasak untuk makan malam karena memang jadwal mereka yang piket hari ini.

"Siapa di dalam?" Tanya Rayyan ke Viya. Danisha belum juga selesai dengan acara mandinya padahal sudah lima belas menit yang lalu dia di dalam kamar mandi.

"Anak Lo!" Jawab Viya sambil menata sayur-sayuran yang mereka beli tadi ke dalam kulkas.

"Danish!!!" Cepat dong!" Teriak Rayyan tapi tak ada sahutan dari dalam.

"Danish!!!..." Teriak Rayan sekali lagi.

"Berisik banget Ray!" Sabar kenapa sih!!!!...omel Rania.

"Di toilet yang satunya apa nggak bisa? Tanya Rania.

"Airnya mati! Sahut Verrel memberitahu.

"Gue kebelet banget, nih anak mandi apa tidur sih di dalam, nyahut pun tidak!! Gerutu Rayyan sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

"Iseng dia tuh, kayak nggak tau Danisha aja!" Kata Verrel.

"Iya, sebelas duabelas sama pacar Lo! Ujar Viya menambahkan. Verrel hanya terkekeh saja karena memang kelakuan Elisha dan Danisha kadang-kadang bikin kesal.

"Nih anak bener-bener ya... DANISH!!!!....lama ba.....

"Berisik Lo!" Ucap Danisha ketus ketika keluar dari kamar mandi menghentikan teriakan lima oktaf Rayyan.

"Lo lama!"

"Suka-suka gue, perut Lo aja yang nggak tau waktu!

"Malah nyalahin perut gue, Lo ngapain coba di kamar mandi selama itu!?

"Bertapa gue biar dapat wangsit! Sahut Danisha sambil melenggang pergi membuat Rayyan jengkel. Kemudian ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan urusannya.

"Wahai manusia-manusia kaum rebahan...., bangunlah!!!....."! Kata Danisha ketika sudah berada di kamarnya sambil mengibas-ngibaskan handuknya di atas kepala Elisha dan Inggrid.

"Danish....jangan ribut gue masih ngantuk!" Rengek Elisha semakin merapatkan tubuhnya ke Inggrid.

"Iihhh.... Bangun! Nanti malam kita ada rapat prokernya Andra sama Ayu, kalian mau Rion marah lagi ke kita kayak yang kemarin karena kita terlambat?"kata Danisha mengingatkan tentang marahnya Rion yang saat itu prokernya sama Alvan dan Rayyan akan diadakan tapi mereka malah terlambat datang alhasil Rion marah banget ke mereka.

Kedua gadis itu akhirnya kompak bangun, Elisha merenggangkan otot-ototnya sebentar sementara Inggrid langsung beranjak keluar dari kamar.

"Capek banget kayaknya Lo!" Kata Danisha melihat Elisha yang masih duduk di atas ranjang dengan tatapan sayu nya.

"Iya di puskesmas rame banget tiap hari! Keluh Elisha.

"Mandi biar capeknya hilang!"

"Kamar mandi kosong kan?" Tanya Elisha sambil berdiri meraih handuknya.

"Nggak tau, tadi masih ada Rayyan nggak tau kalau sekarang! Ucap Danisha sambil menyisir rambutnya.

Setelahnya Danisha keluar dari kamar dan berjalan ke bale, di sana ada Rayyan, Inggrid dan Rion.

"Nggak usah liatin gue gitu, gue gak takut! Kata Danisha ke Rayyan karena laki-laki itu masih jengkel perkara di kamar mandi tadi.

"Kenapa sih!" Tanya Inggrid penasaran.

"Nih anak lama banget di kamar mandi, mana dipanggilin nggak nyahut lagi!

"Suruh siapa perut Lo sakit!

"Ya gue juga nggak tau ya kapan perut gue sakit!

"Makanya jangan ngemilin dosa biar nggak sakit perut!" Kata Danisha semakin membuat Rayyan jengkel sementara Rion dan Inggrid tertawa.

"Nih..anak dibilangin ngeyel terus!... Kesal Rayyan sambil meraih sendalnya untuk dia pakai memukul Danisha.

Danisha langsung lari ke dalam posko karena Rayyan mengejarnya, sehingga menabrak Alvan yang baru akan keluar dari posko.

"Kenapa lari-larian gitu? Kata Alvan merangkul pinggang Danisha yang baru saja ditahannya agar gadis itu tidak jatuh karena menabrak dirinya.

"Rayyan!...katanya langsung menjauh dari Alvan dan bersembunyi di belakang tubuh laki-laki itu.

"Sini Lo Danish! Ucap Rayyan yang baru masuk ke posko.

"Kenapa sih, Lo kayak bocah gitu ikut lari-larian! Kata Alvan memarahi Rayyan.

"Tuh anak yang duluan!"

"Lo aja yang emosian!"

"Danisha udah! Lo juga Ray ngalah aja apa susahnya sih...!... Kata Alvan lagi.

" Untung gue sayang sama Lo! Gerutu Rayyan memakai sandalnya lagi dan kembali ke balai.

Alvan berbalik untuk menatap Danisha,

"Kok iseng banget sih! Kata Alvan lembut.

"Dianya aja yang nggak sabaran gedor-gedor pintu kamar mandi pas aku mandi, kan aku kesal!

"Pantes udah cantik gini, udah mandi ternyata! Goda Alvan...

"Yeee...malah ngardus!

"Ngardusin pacarnya kan nggak apa-apa!

"Iya...iya..terserah kamu aja, aku mau ke depan dulu! Kata Danisha langsung beranjak keluar dari posko, sedangkan Alvan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya itu.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang