"Kayaknya beli HVSnya nyampe ke ujung dunia kali ya, lama banget!" Gerutu Andra begitu Rion, Inggrid, Ayu dan Rayyan sampai di posko.
"Double date mungkin, Lo nggak liat tuh mereka pasang-pasangan! Kata Danisha menambahkan karena dia juga sedikit kesal nungguin kertas HVS pesanan mereka.
"Kalau Ayu sama Rayyan mah udah pasti ngedate, lah nih orang berdua ngapain? Jaga nyamuk doang!" Kata Andra lagi seraya ketawa mengejek Rion.
"Bukan jaga nyamuk tapi pedekate itu!" Kata Elisha yang lagi duduk di sofa ngerusuhin Verrel yang lagi nyusun laporan prokernya.
Rion menatap jengah ketiga orang temannya yang terang-terangan meledek mereka. Ayu mah bodo amat dianya, kalau Inggrid malah sibuk dengan ponselnya sedangkan Rayyan ngerokok di bale.
"Kan gue udah bilang kalau makan bakso dulu tadi!" Kata Rion membela diri. Kemudian beranjak menuju kamarnya.
"Makan bakso sambil ngedate kan? Waaahhh.... Parah banget Lo Ing, habis nolak pak Nino, Lo malah jalan sama Rion!" Ucap Elisha yang langsung membuat Inggrid kesal.
"Sekali lagi Lo ngomong gitu, gue cabein mulut Lo!" Marah Inggrid seraya menuding Elisha.
"Ing, atau alasan Lo nolak pak Nino karena Suka sama Rion?" Kata Elisha lagi yang tidak bisa membaca situasi kalau Inggrid saat ini begitu tersinggung dengan ucapannya.
"Sha, Lo kalau nggak tau apa-apa nggak usah sotoy deh!" Ucap Inggrid mulai terpancing emosinya sampai_sampai membuat Ayu yang berada di sampingnya mengusap bahu gadis itu. Niat Elisha hanya ngisengin Inggrid seperti biasanya tapi dia salah menyusun kalimatnya sehingga membuat Inggrid merasa Sangat Tersinggung.
"Apaan, kan yang gue bil......"
"ELISHA, bisa diam nggak Lo!, kalau nggak bisa diam mending Lo tidur sana!!!!.... bukan Inggrid tapi Danisha yang juga mulai ikut kepancing emosinya melihat Elisha yang sama sekali nggak bisa baca situasi, nggak tau aja dia kalau Inggrid lagi berusaha meredam emosinya.
"Kok malah Lo yang marah sih!" Elisha masih saja ngeyel.
"Serah Lo deh!" kata Danisha pasrah sambil menutup laptopnya tanpa dishutdown lebih dulu lalu beresin semua buku-bukunya kemudian beranjak meninggalkan ruang tamu.
Begitu juga dengan Ayu yang langsung menarik Inggrid keluar dari posko meninggalkan Elisha yang diam mematung dan lebih memilih bergabung bersama Rania dan Viya duduk di bale.
Andra yang juga sejak tadi ada di sana juga ikut beranjak meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya . Kini tinggal Verrel dan Elisha yang tersisa di ruang tamu.
"Dek, lain kali kalau bicara itu dijaga ya, Jangan kayak tadi lagi!" Ucap Verrel lembut menarik tangan Elisha agar gadis itu duduk di dekatnya.
"Salah aku apa?"
"Yang jelas adek itu salah! Kita nggak tau kapan seseorang itu bisa menerima candaan kita, atau candaan seperti apa yang kita ucapkan, tanpa adek sadari ucapan adek barusan seolah-olah merendahkan Inggrid itu sebabnya Inggrid semarah itu tadi bahkan Danisha juga ikutan marah kan ke adek?" Jelas Verrel menasehati Elisha sambil mengusap rambut gadis itu lembut.
"Aku nggak bermaksud kayak gitu!" Ucap Elisha mulai terisak karena merasa bersalah.
"Iya, tapi dengan adek bilang " habis nolak pak Nino, Inggrid malah jalan sama Rion" yang artinya seolah-olah Inggrid itu cewek yang gampangan yang diajak jalan siapa pun mau-mau aja!" Setelah itu Inggrid udah marahin Adek, tapi malah adek lanjutin lagi makanya Danisha ikutan Marah!" Kata Verrel lagi menasehati Elisha yang kini sudah menangis senggukan merasa bersalah ke Inggrid. Sedikit pun dia tidak punya maksud merendahkan Inggrid, tadinya dia cuma mau ledekin Inggrid saja tapi malah jadi masalah.
Di kamarnya niatnya Danisha mau melanjutkan kerjaannya yang sempat tertunda tadi, samar-samar ia dengar Verrel menasehati Elisha. Danisha merasa kasihan karena mendengar sepertinya Elisha lagi nangis bahkan dia merasa bersalah sudah ikut-ikutan memarahi gadis itu.
"Ngapain, kok malah bengong?" Tiba-tiba saja Alvan sudah berdiri bersandar di depan pintu kamarnya yang memang tidak dia tutup tadi
"Lagi mikirin apa? Aku?" Kata Alvan lagi sambil senyum tengil membuat Danisha mencibir.
"Ge er banget sih!"
"Siapa tau aja kan!"
"Kira-kira, aku keterlaluan banget nggak sih sama Elisha tadi?" Tanya Danisha karena dia yakin kalau Alvan yang berada di kamarnya tadi pasti mendengar semuanya.
"Sekali-sekali nggak apa-apa Elisha digitukan, biar dia lebih peka perasaan orang, karena ada saatnya seseorang itu nggak suka dibecandain, nggak suka diisengin!" Kata Alvan.
"Tapi aku juga kadang ikutan ngisengin orang!" Ucap Danisha murung.
"Makanya nakalnya dikurangin mulai sekarang!"
"Kalau aku nggak nakal lagi, nggak ngisengin orang lagi, dikasih apa?" Tanya Danisha seraya tersenyum menantang.
"Nanti aku kasih Kiss yang banyak!" Jawab Alvan enteng tapi tetap saja membuat raut wajah Danisha merona.
"Diiihhhh...!"
"Kok dih? Katanya tadi mau hadiah?" Goda Alvan mendekatkan jarak mereka.
"Sana akh, kamu ganggu!" Danisha mulai malu dan mendorong badan Alvan tapi malah ditanggapi kekehan sama Laki-laki itu. Dia udah pernah bilangkan kalau sekarang ini hobbynya godain Danisha.
"Kiss dulu tapi!" Alvan masih kukuh menggoda Danisha.
"Apaan? Sana-an ih!!" Dorong Danisha lagi karena Alvan malah nempelin lengannya ke bahu Danisha.
"Aku masih kerja lho! Kata Danisha lagi.
"Kerja apaan, tadi aja kamu bengong gitu kok!"
"Itu karena mikir aja!"
"Alesan!" Alvan menoel hidung Danisha, dan dengan kurang ajarnya dia malah mencuri satu kecupan di pipi sebelah kanan gadisnya itu.
"Cup!"
Setelahnya dia langsung melarikan diri meninggalkan Danisha yang masih mematung memegang pipinya yang baru saja dicium Alvan.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
