Bab 156

535 50 0
                                        

Acara ijab dan Qabul pernikahan Rayyan dan Ayu berjalan dengan lancar dan penuh haru dan air mata, ijab Qabul yang yang akhirnya bisa disaksikan langsung oleh Kedua orangtua Ayu padahal  sebelumnya mereka sempat mengatakan kalau  tidak bisa hadir dan harus  diwakilkan oleh Tuan Cavan selaku adik dari Chandra sang ayah dari mempelai perempuan, karena keadaan Chandra sangat tidak memungkinkan untuk menjadi wali pernikahan putrinya. Pun dengan kuasa yang dimiliki Reinard akhirnya acara akad nikah dilangsungkan di Rumah sakit tempat dimana Chandra sedang melakukan pengobatan.

"Selamat ya nduk, berbahagialah! Ibu lega dan sangat bahagia melihat putri ibu menikah dengan laki-laki yang baik dan yang paling penting dia mencintai kamu!" Lirih suara Mina ibunya Ayu sambil mencium kening putrinya setelah ijab Qabul selesai.

"Ayah...pasti sembuh kan Bu?" Tanya Ayu yang tatapannya masih fokus pada Chandra yang terbaring lemah di atas ranjangnya dengan segala peralatan medis menancap di tubuhnya.

"Kita banyak-banyak berdoa nduk, dan maafin ibu yang selama ini menutupinya dari kamu, ayah dan ibu tidak ingin kamu terbebani, besar harapan kami kamu harus menjadi orang yang sukses!" Kata Mina lagi seraya memeluk tubuh putrinya.

Kemudian Gracella mendekati Ayu dan Mina,

"Ayu, sudah ya nak! Hari ini hari bahagiamu, berbahagialah nak! Jangan nangis terus!" Ucap Gracella tersenyum hangat pada keponakannya itu.

" Mbak, sebentar lagi resepsinya akan mulai kita mau kembali ke hotel lagi!" Pamit Gracella pada Mina.

"Iya Grace, aku titip putriku padamu!"

Rayyan juga tidak tinggal diam, dia langsung menyalami ibu mertuanya.

"Tolong jaga putriku baik-baik ya nak! Memang dia agak nakal tapi aslinya dia itu rapuh, jangan biarkan dia sendirian, karena kalau itu terjadi dia pasti akan menangis!" Ucap Mina pada Rayyan.

"Iya Bu, Rayyan pasti akan menjaga Ayu sebisa dan semampu Rayyan!" Sahut Rayyan meyakinkan Mina sehingga menciptakan senyuman hangat di bibir wanita paruh baya yang bergelar sebagai mertuanya itu.

Perjalanan menuju hotel tempat dimana resepsi pernikahan Ayu dan Rayyan dilangsungkan sempat membuat Ayu membatalkan resepsi itu karena tidak mau meninggalkan rumah sakit tempat dimana sang ayah dirawat, beruntung ada Inggrid dan Danisha yang membujuknya, pun Mina selalu meyakinkan putrinya kalau Ayahnya pasti baik-baik saja, akhirnya Ayu mau meninggalkan rumah sakit.

Meski raut sendu masih tercetak jelas di wajahnya, bukan berarti mengurangi kecantikan Ayu malam ini yang tengah duduk bersanding di pelaminan. Sesekali senyum manisnya menghiasi bibir tipisnya ketika para tamu bergantian menyalami dan memberikan selamat kepada mereka. Rayyan sangat mengerti bagaimana suasana hati  Ayu yang sudah sah menjadi istrinya sekarang. Bahkan Rayyan rela menurunkan egonya jika saja Ayu meminta mereka harus ke rumah sakit lagi nanti setelah acara selesai.

"Minum dulu Ay!" Danisha datang dengan segelas air putih di tangannya dan memberikannya ke Ayu.

"Makasih ya Danish!" Sahut Ayu yang memang sejak tadi tenggorokannya sudah kering.

Setelahnya, Danisha kembali bergabung bersama suami dan teman-temannya yang langsung di sambut rangkulan posesif Alvan di pinggang rampingnya.

"Ayu udah sold out, giliran kita nih Ran!" Ujar Viya sambil ngemilin cake.

"Gue juga belum!" Sambung Elisha yang tengah menyandarkan kepalanya di bahu Verrel.

"Itu mah Lo yang masih plin plan!" Kata Inggrid.

"Sha, coba Lo ajakin Verrel nikah pasti langsung dikabulin tuh sama dia!" Kata Danisha.

"Bang, nikah yuk!" Tanpa aba-aba Elisha langsung melakukan apa yang diucapkan Danisha barusan.

"Kalau masih bercanda nggak usah ngajakin Abang!" Sahut Verrel karena memang Elisha sering becandain dia tentang pernikahan.

"Ih...siapa bilang bercanda, adek serius!" Ucap Elisha cemberut.

"Adek jangan main-main ya, sekali lagi adek bilang nikah ke Abang, adek langsung Abang nikahin walaupun adek belum siap!" Kata Verrel serius dengan peringatannya karena sudah jengah dengan bercandaan Elisha.

"Lagian Lo sih Sha, nikah kok dibuat bercandaan!" Rania ikutan memarahi Elisha sehingga gadis itu semakin mempoutkan bibirnya.

"Acaranya udah kelar belum sih, udah lewat tengah malam besok gue ada meeting pagi!" Kata Rion sambil melirik jam di pergelangan tangannya.

"Kayaknya udah kok, tamu undangannya juga udah banyak yang pulang!" Sahut Danisha karena memang benar adanya.

"Lo stay di hotel nggak Danish?" Tanya Viya

"Iya, gue malas nyetir pulang!" Bukan Danisha tapi Alvan yang jawab.

"Bukannya Rayyan sama Ayu yang nanti ritual malam pertama yang ada malah kalian nanti!" Goda Andra sambil terkekeh.

"Kalau kita mah udah biasa, yang luar biasa itu Lo!" Balas Alvan yang langsung membuat Andra kicep.

"Kita pamit pulang duluan ya gays!" Kata Rion seraya menggandeng jemari lentik Inggrid untuk diajak menyalami Ayu dan Rayyan sekalian berpamitan untuk pulang.

"Samaan dong, kita juga mau pulang!" Kata Rania sambil menarik Alex agar segera beranjak dari duduknya.

Kemudian mereka sama-sama mendekati Ayu dan Rayyan di pelaminan, memberikan selamat serta memberikan pelukan hangat kepada sahabatnya itu.




KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang