Bab 50

1.2K 65 0
                                        


Setelah permasalahan Sepele antara Elisha dan Inggrid, kedua gadis itu saling diam bahkan Elisha malah pindah ke kamarnya Viya dan Ayu untuk sementara katanya, bukan karena ia membenci Inggrid ataupun Inggrid yang masih marah padanya tapi Elisha hanya malu dan sungkan berada di dekat Inggrid karena rasa bersalahnya padahal semuanya itu bisa  saja selesai  hanya dengan kata maaf saja.

Minggu ini adalah Minggu terakhir mereka yang tersisa sebelum meninggalkan desa karya indah karena seminggu lagi program KKN mereka akan Selesai.

Mereka sengaja menggunakan waktu seminggu ini untuk menikmati kebersamaan mereka sebelum disibukkan dengan berbagai macam kegiatan di kampus sekaligus untuk merampungkan laporan hasil proker mereka semua.

Bahkan Elisha, Danisha dan Alex juga sudah pamit dari sekolah tempat mereka melangsungkan proker mereka, saat ini yang dilakukan Danisha hanya fokus pada novel-novelnya dan dia juga sudah merencanakan  untuk mengajukan judul skripsinya nanti.

Siang ini ada Danisha yang fokus dengan laptopnya duduk di bale ditemani Alvan yang ikut membantu gadis itu mengetik laporan Proker mereka,  ada juga Inggrid, Ayu, Rion, Andra dan Alex  sedangkan yang lainnya memilih untuk tidur siang.

"Tumben Lo nggak molor Al! Kata Inggrid sambil melihat ke Alvan dan Danisha yang tengah serius dengan laptop di depan mereka.

"Karena ada Danisha aja tuh, kalau nggak juga udah molor tuh anak!" Ucap Andra menambahkan.

"Biarin ajalah, jarang-jarang kan liat Alvan bucin gitu!" Kata Rion sambil terkekeh, Alvan mah bodo amat dianya.

"Bisa jinak juga Alvan ya hahahhah...!" Andra malah tertawa ngakak.

"Makanya Lo cari pacar biar tau rasanya!" Kata Ayu yang malah meledek Andra.

"Perasaan bukan cuma gue aja yg nggak punya pacar kok gue yang diledekin sih!" Protes Andra.

"Makanya jangan usil, Elisha sama Danisha udah kalem malah Lo yang gantiin!" Ucap Inggrid.

"Ing, kita pacaran yok!"

"Males!!... Gue nggak mood sama Lo!"

"Hahhahaa... Tuh sama Viya Lo dra!" Kata Alex sambil ngakak.

Namun Andra hanya diam memilih untuk tidak menanggapi kalimat Alex barusan.

"Sedih ya, bentar lagi kita bakalan ninggalin desa ini!" Ucap Inggrid sambil ngemilin tahu isi yang sengaja mereka beli tadi.

"Mau gimana lagi, Lo mau tinggal selamanya di sini?  Tanya Ayu yang lagi goleran di bale.

"Masih betah gue di sini,!" Lirih Inggrid sendu, karena setelah ini hidupnya kembali lagi menjadi si tuan putri yang terkurung di dalam sangkar emasnya.

"Kalian punya planning apa setelah wisuda nanti?" Tanya Alex sambil mendudukkan dirinya yang semula ikut goleran bareng Ayu.

"Skripsian aja belom, udah mikirin wisuda aja Lo!" Kata Ayu

"Ya kan pasti punya cita-cita dong!"

"Kalau gue udah pasti langsung ke perusahaan bokap deh!" Ucap Rion yang memang selama ini  selalu ikut andil dalam mengurus perusahaan orangtuanya  saat Waktunya senggang.

"Kita sama semua kayaknya  gue, Alvan, Rayyan dan Verrel  juga sudah harus siap terjun ke Bisnis bokap!" Kata Andra.

"Kalau gue ngikutin alur hidup gue aja, mau diapakan sama Ortu gue, gue pasrah aja heheheh....! Tawa getir Inggrid mengakhiri kalimat yang dia ucapkan barusan. Sangat jelas tampak gurat kekecewaannya hanya saja gadis itu terlalu pandai menutupinya selama ini.

"Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, jangan terlalu pesimis gitu ing, semoga aja apapun yang menjadi rencana ortu Lo  mudah-mudah Lo bahagia! Ucap Rion bijak menyemangati Inggrid.

Ucapan Rion hanya dibalas kekehan saja oleh Inggrid, kata-kata yang dianggapnya hanya sebagai penghibur saja atau bisa Jadi itu hanya basa-basi Rion agar dia tidak terlalu pasrah dengan hidup yang dia jalani sekarang ini.

"Gue mau buka usaha aja deh!" Kata Ayu tiba-tiba  sengaja agar Inggrid tidak larut dalam pikirannya.

"Usaha apa?" Tanya Inggrid.

"Apa aja!

"Lo sendiri punya rencana apa Danish? Tanya Inggrid ke Danisha yang masih saja sibuk dengan laptopnya.

"Gue lanjut S2!"jawabnya singkat.

"Sanggup Lo nungguinnya Al?" Tanya Ayu sambil terkekeh.

"Lo nggak bosen belajar terus Danish? Gue aja rasanya dah mupeng!"" Kata Alex.

"Lanjut S2 dimana Danish?" Tanya Rion Juga.

"Belum tau tapi yang pasti masih di indonesia, gue nggak bisa jauh-jauh dari mama!"

"Terus Alvan gimana? Tanya Alex lagi.

"Maksud Lo apa nanya gitu bangke?" Alvan langsung menatap Alex.

"Hehheeh...santai bro!

"Kicep Lo Lex ?" Ledek Andra menertawakan Alex.

"Lo kok mau sih Danish sama cowok modelan Alvan?" Tanya Inggrid yang lanjung mendapat tatapan tajam dari Alvan, tapi Inggrid Mana peduli itu.

"Perasaan tadi lagi bahas cita-cita setelah wisuda deh kok malah melipir kemana-mana omongannya!" Kata Alvan jengah.

"Alex tuh!" Tuduh Ayu.

"Emangnya Lo punya cita-cita Apa Lex?" Tanya Rion menyenggol lengan kiri Alex.

"Nikahin Rania!"

"WHATTT????""""....

"Kalian kenapa? Masalah kalau gue mau nikahin Pacar gue? Tanya Alex  yang heran dengan ekspresi teman-temannya setelah kalimat yang dia ucapkan tadi.

"Kerja dulu, ntar Rania mau Lo kasih makan apa? Cinta aja nggak cukup Lex?"  Kata Ayu menggeplak  bahu Alex pelan.

"Lo pikir nikah itu cuma nyetor muka ke KUA aja Lex, pikir-pikir dulu!" Tambah Inggrid.

"Yang bilang gampang siapa? Gue udah bahas ini sama Rania, ortu kita juga udah tau dan mereka setuju!" Lo semua jangan lupa kalau gue juga udah jadi budak corporat di perusahan bokap gue!" Jelas Alex serius karena memang ia sudah  punya penghasilan sendiri dan Yakin untuk menikahi Rania.

"Sebenarnya ortu gue juga udah nyuruh gue buat menikah sih,  mau nikahin siapa coba, gue aja nggak punya pacar!" Kata Rion terus terang perihal perkataan Ayahnya sebulan yang lalu sebelum dia berangkat KKN.

"Nikahin gue aja Rion! Gue siap kok!" Kata Inggrid langsung dan tiba-tiba sehingga membuat yang lain fokus menatap Inggrid.

"Kebelet nikah Lo Ing?" Ucap Ayu bercanda, tapi saat melihat raut wajah sendu Inggrid membuatnya jadi tak tega.

"Setidaknya gue menikah dengan orang yang gue kenal, dan gue nggak dikekang lagi terus-terusan!" Jawab Inggrid  membuat teman-temannya menatap iba padanya. Bahkan Ayu hampir saja menjatuhkan air matanya,  mereka tidak tau sesulit hidup yang dijalani Inggrid selama ini.

Rion  cukup terkejut   mendengar kalimat Inggrid barusan, namun ada sedikit rasa sakit juga yang tersirat menyentil relung hatinya.  Dia sangat menyukai Inggrid dari sejak awal kenal hadis itu, disuruh menikahi Inggrid jelas dia mau, mau banget malah tapi bukankah suatu pernikahan itu harus di dasari dengan Cinta?  Dia bahkan sangat Yakin kalau Inggrid sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa padanya. Inggrid berkata begitu hanya saja karena terlalu putus asa menghadapi  kedua orangtuanya.

Suasana menjadi hening dan saling diam setelah ucapan mengejutkan dari Inggrid tadi. Sampai pada akhirnya sebuah sedan hitam memasuki halaman posko  dan setelahnya keluar dua orang paruh baya dari dalam mobil itu.

"Nyokap dan bokapnya Rayyan!"  Ujar Alvan dan Rion berbarengan sambil beranjak menghampiri kedua orang tersebut karena memang mereka cukup mengenalnya.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang