Bab 148

558 46 4
                                        


Di kampus Danisha dibuat pusing dengan kelakuan Elisha yang sejak tadi membuntutinya cuma untuk menanyakan hal yang sama sekali nggak penting menurut Danisha. Padahal jarak Fakultas mereka lumayan jauh tapi Elisha rela melipir ke fakultas sastra hanya untuk menemui Danisha dengan sejuta pertanyaan di kepala mungilnya.

"Danish! Apa salahnya sih cerita ke gue?" Kata Elisha kekeh mengikuti Danisha ke perpustakaan tidak tau saja dia kalau Danisha sudah kesal dengan kelakuannya.

Bagaimana tidak kesal coba, tadi setelah menyelesaikan urusannya dan kelasnya juga sudah kelar, Elisha menelponnya  karena ada hal penting yang ingin ia tanyakan katanya. Tapi ternyata hal yang kata Elisha  penting  itu  malah meminta Danisha untuk menceritakan bagaimana malam pertama dia dan Alvan, Terkadang isi kepala Elisha memang sangat diluar nalar.

"Sekarang gue tanya, pentingnya sama Lo apa?"

"Biar gue tau caranya nanti ngadapin Verrel!" Jawabnya asal.

"Sumpah ya Sha Lo itu kurang kerjaan banget tau nggak!" Kesal Danisha.

"Siapa bilang kurang kerjaan, ini penting tau supaya saraf di otak kita agresif menangkap setiap rangsangan yang datang!" Nah kan semakin menjadi-jadi aja ucapan Elisha.

"Sebaiknya Lo tanya ke Inggrid deh, dia yang paling berpengalaman!" Pasrah Danisha, dia capek mengimbangi otak Elisha yang absurd seperti ini.

"Kok Inggrid?"

"Kalau nggak ke Verrel aja langsung tanyakan biar sekalian praktek aja nggak usah teori-teorian!"

"Kalau nanya ke Verrel yang ada dia bahas nikah Mulu nanti!"

"YA KALAU NGGAK MAU DIAJAK NIKAH NGAPAIN LO BAHAS BEGINIAN ELISHA JEONAYA!!!.... Ucap Danisha yang cukup melengking saking kesalnya beruntung di perpustakaan hanya mereka berdua dan petugas perpustakaannya lagi ke ruang rektor katanya tadi.

"Buat rekomendasi aja!"

"Lo mau ngerekomendasikan ke siapa?"

"Ke Verrel!!...

"AllahuAkbar!!!... Terserah Lo dah Sha, Terserahhhh!!!... capek gue!!!!

Danisha pasrah dan berakhir menyandarkan kepalanya ke meja sedangkan Elisha malah senyum-senyum sendiri entah memikirkan apa, cukup dialah yang tau. Danisha sudah tidak mau tau lagi urusan sahabatnya itu. Kepalanya sudah pusing ditanya macam-macam yang sama sekali nggak penting dari tadi.

Dalam diam Danisha mengutuk Inggrid, Rania dan Viya karena gara-gara ke tiga sahabatnya itulah yang membuat Elisha penasaran dan berakhir mengekorinya sejak tadi. Danisha pastikan untuk membuat perhitungan kepada ketiga temannya itu.

"Danish, kalau gue iyain ajakan Verrel untuk menikah gimana ya?" Tanya Elisha lagi.

"Memang harus Lo iyain aja biar otak Lo nggak penasaran lagi!" Sewot Danisha, dia masih kesal soalnya.

"Tapi umur gue kan masih bocah!"

"Tapi isi otak Lo udah nggak bocah lagi Elisha! Lagian apa coba yang Lo takutin! Umur kita sama ya kalau Lo lupa!" Kata Danisha sambil menegakkan kembali tubuhnya.

"Gue takut kalau nanti gue menikah,  gue punya anak terus gue nggak bisa ngurus anak gue!" Kata Elisha dengan raut wajah sedikit sendu.

"Emang setelah nikah Lo mau langsung punya anak? Apa nggak Nunda dulu?" Tanya Danisha serius karena sepertinya otak Elisha sudah berfungsi kembali untuk diajak deeptalk.

"Prinsip gue, kalau gue udah berani melangkah untuk menikah, gue juga sudah harus siap punya anak, merawat dan membesarkannya, memberikan pendidikan yang bagus untuknya, ngapain nikah kalau masih menunda-nunda Rezeky dari Tuhan? Gue harap Lo nggak menundanya Danish!" Kata Elisha yang langsung membuat Danisha tertohok.

Danisha memang belum membicarakan hal ini dengan Alvan, pun keluarga besar Alvan juga tidak menuntut mereka agar segera memiliki anak, atau memang karena belum?" Pikiran Danisha menjadi rumit hanya karena ucapan Elisha barusan.

"Setiap orangtua yang menikahkan anaknya pasti berharap kehadiran cucu di keluarga itu Danish!" Apalagi kalau seperti keluarga Verrel, Alvan, Rion atau siapa pun itu pasti menginginkan anak atau Cucu untuk menjadi  penerus bisnis mereka kelak!" Kata Elisha lagi semakin membuat Danisha diam larut dalam pikirannya.

Alvan Anak tunggal, saat ini kekuasaan bisnis keluarga mereka jatuh ke tangannya untuk meneruskannya, rasanya sangat tidak mungkin kalau keluarga Besar Alvan tidak menginginkan kehadiran Cucu dari mereka. Sudah pasti kedua orangtua ataupun kakek dan nenek Alvan sangat berharap pada mereka.

" Ya udah gue cabut dulu!" Nah kan Elisha yang kayak gini yang nggak disukai Danisha, setelah obrolan berat yang berakhir membuat pikiran Danisha rumit, eh main tinggal pergi saja.

"Mau kemana Lo?"

"Mau ketemu Inggrid!"

"Jangan bilang Lo mau nanyain hal tadi ke Inggrid!"

"Nah...tu Lo tau!"

"Astaga Elisha!!!!....

Setelah kepergian Elisha, Danisha pun langsung meninggalkan perpustakaan untuk segera pulang ke rumah, tadi Ayu memintanya untuk menemaninya ke butik.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang