Hari ini Danisha sengaja mengunjungi Sandara ke rumah sakit, semalam Sandara tidak pulang ke rumah karena jadwalnya yang sangat padat, itu sebabnya hari ini Danisha yang datang, ada banyak hal yang harus dia sampaikan ke Sandara mamanya.
"Danisha ya?" Tanya seorang perawat dengan ragu-ragu seraya menatap Danisha.
"Iya!" Sahut Danisha menghentikan langkahnya.
"Waaahhh... Kamu udah gadis ternyata, lupa ya sama Tante?" Tanya Perawat itu lagi.
"Maaf!" Lirih Danisha karena memang ia sama sekali tidak mengenal perawat wanita itu.
"Saya Claudya temen mama kamu, kamu kuliah semester berapa sekarang?"
"Semester akhir Tante!"
"Kesini mau ketemu mama ya?"
Danisha pun mengangguk mengiyakan.
"Mama kamu masih ada operasi, mungkin bentar lagi juga siap, kamu tunggu di ruangannya aja!"
"Ya Tante!"
"Ya udah, Tante pergi dulu ya!"
Setelahnya Danisha menyusuri koridor lantai Tiga Tempat dimana ruangan Sandara berada.
Begitu Danisha membuka pintu ruangan, Justru Sandara sudah ada di dalamnya masih mengenakan pakaian prakteknya lengkap dengan masker dan topi yang menutupi rambutnya.
"Lho... Kenapa nggak nelpon mama tadi?" Tanya Sandara langsung saat melihat anak gadisnya mengunjunginya ke rumah sakit.
"Mau nyamperin langsung aja, sepertinya mama udah lupa kalau masih punya anak!" Ucap Danisha seraya terkekeh dan mendudukkan dirinya di atas tempat tidur yang kebetulan ada di ruangan itu.
"Maafin mama ya sayang!" Ucap Sandara tidak enak hati.
"Nggak apa-apa kok ma, Danish ngerti kok kesibukan mama!"
"Mama masih ada jadwal?" Tanya Danisha.
"Sepertinya udah nggak, mama juga butuh istirahat sayang!"
" Kenapa? Ada hal penting sepertinya sampai-sampai mengunjungi mama ke rumah sakit!"
"Ma, Tante Claudya itu siapa? Kok bisa kenal sama Danish?" Tanya Danisha justru mengabaikan pertanyaan Sandara tadi.
"Temen mama, ketemu dimana tadi?" Tanya Sandara sambil merapikan berkas-berkas di mejanya.
"Di koridor, dia kok bisa kenal sama Danish?" Tanya Danisha lagi.
"Ya pasti kenal dong, Tante Claudya sama ada satu lagi Tante Iris namanya, mereka dulu yang selalu bantuin mama jagain kamu! Kita bertiga tinggal di satu kontrakan yang sama, kalau mama Dinas, kamu dijagain sama mereka tapi Tante Irish sekarang Tugas di luar kota!" Jawab Sandara.
"Temen-temen mama baik ya!" Lirih Danisha.
"Bahkan sangat baik, Mereka sudah menganggap kamu seperti anak mereka juga sayang!"
"Danish jadi merasa bersalah nggak bisa mengingat dan kenal sama Tante Claudya tadi!" Ujar Danisha menunduk sedih.
"Nggak apa-apa sayang, kapan-kapan kita ke rumahnya!" Ucap Sandara yang langsung membuat Danisha tersenyum cerah.
"Sekarang cerita sama mama, ada apa sampai-sampai datang ke sini nemuin mama?" Tanya Sandara lagi karena ia sangat tau kalau Danisha berkunjung ke rumah sakit pasti ada sesuatu yang ingin diceritakan putrinya itu.
"Mmmm...ma...!" Lirih Danisha ragu-ragu.
Sandara hanya menatap putrinya itu, menunggu kalimat apa yang akan diucapkan anak gadisnya itu.
"Semalam Al ngajakin Danisha makan, awalnya Danish pikir cuma sekedar makan doang, ternyata....
"Ternyata Alvan ngelamar kamu?" Potong Sandara.
"Kok mama tau?"
"Kemarin Alvan nemuin mama dan ngobrolin tentang itu ke mama, dia sungguh-sungguh mau ngelamar kamu, tapi mama bilang bahwa semua keputusan ada sama kamu, apa pun yang menjadi keputusan kamu, mama pasti dukung!" Ucap Sandara membuat Danisha lagi-lagi terkejut melihat Tingkah Alvan. Pantas saja semalam Alvan bilang kalau Sandara sudah setuju ternyata dia udah bahas ini duluan dengan Sandara.
"Danish masih meminta waktu ma, kalau untuk menikah rasanya masih terlalu cepat!"
"Lalu apa Alvan mau menunggu?" Tanya Sandara dan Danisha pun mengangguk mengiyakan.
"Danisha masih mau lanjut S2 ma, dan Danisha juga harus memperbaiki hubungan Danisha sama om Reinard!"
"Waaahhh....anak mama udah dewasa sekarang, sini peluk dulu!" Ucap Sandara merentangkan tangannya memeluk Danisha, dia sangat bangga melihat anak gadisnya itu, baik dari prestasi, attitude, perilaku dan sopan santun, Danisha tidak pernah sekalipun membuatnya kecewa padahal Bisa dibilang Danisha tumbuh sangat kurang kasih sayang darinya.
"Tapi ma, Alvan bilang Nggak apa-apa kalau Danish lanjut S2 tapi harus tunangan dulu!" Kata Danisha sambil melepas pelukannya.
"Oya?" Kapan?" Tanya Sandara.
"Entah!" Danish juga belum tau!" Tapi mama setuju kan kalau Danish sama Alvan?" Tanya Danisha seraya menatap Sandara.
"Nggak ada alasan mama buat nggak setuju sama Alvan, dia laki-laki yang baik, bertanggung jawab dan yang pasti dia sangat mencintai kamu! Mama bisa lihat itu dari tatapannya!"
"Makasih ya ma!".... Lirih Danisha kembali memeluk Sandara,
Pelan-pelan Danisha akan Menyelesaikan satu per satu urusannya, terlebih hubungannya dengan Reinard yang merupakan Ayah kandungnya dengan Rayyan. Semarah-marahnya dia, semua sudah terlanjur, Danisha berusaha menerima dan berdamai dengan itu semua asalkan Reinard dan Renatta tidak mengambil dirinya dari Sandara.
Setelah itu dia hanya fokus mengejar gelar masternya dan mulai memikirkan karirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
