Di posko pak Nino bergabung di kamarnya Rion, Alvan dan Andra karena memang kamar itu cukup luas dengan dua kasur di dalamnya.
Alvan masuk ke kamar dengan wajah yang ditekuk, jelas sekali terlihat kalau laki-laki itu tengah menahan kekesalannya.
"Kenapa Lo?" Tanya Rion yang kebetulan ada di kamar.
"Ngantuk!" Jawabnya dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, Rion yang melihatnya hanya menggeleng saja sudah terlampau hafal dengan sifat Alvan.
Di bale Danisha masih dengan posisinya seperti tadi hanya saja Andra sudah tidak ada di sana lagi, anak itu sudah masuk ke dalam posko mau mandi katanya, dan sekarang ada Rayyan yang duduk menemani Danisha di sana.
Dengan penuh perhatian dan kasih sayang, Rayyan merapikan rambut Danisha yang semula masih digerainya karena basah.
"Ikat rambutnya mana?" Tanya Rayyan.
Kemudian Danisha memberikan ikat rambut yang sejak tadi melingkar di pergelangan tangannya ke Rayyan. Danisha sangat senang diperhatikan seperti ini, suasana hatinya menghangat menerima setiap perlakuan Rayyan.
"Makasih ya!" Kata Danisha lengkap dengan senyum manisnya yang membuat Rayyan ikut tersenyum melihatnya.
"Ray...! Lirih Danisha pelan memanggil Rayyan yang langsung membuat laki-laki itu menatap Danisha, menunggu apa yang akan diucapkan gadis itu.
Sejujurnya Danisha masih ragu untuk memberitahu Rayyan tentang hubungannya dengan Alvan, tapi baginya Rayyan harus tau dan itu harus dari mulut dia sendiri, jangan sampai dari orang lain.
"Ada apa hmmm...?" Tanya Rayyan lembut karena Danisha masih diam dan gadis itu menghela nafasnya pelan.
"Gue....gue udah jadian sama Alvan! Akhirnya kalimat itu lolos dari mulutnya, dilihatnya Rayyan yang tak bereaksi apa-apa malah tersenyum hangat melihat Danisha yang juga menatapnya dengan tatapan heran.
"Gue udah tau!" Ucapnya membuat Danisha terkejut.
"Lo tau darimana?' Alvan?" Tanya Danisha langsung namun Rayyan hanya menggelengkan kepalanya.
"Gue sama Alvan itu udah sahabatan dari lama, tanpa dia cerita pun gue udah tau hanya dengan melihat tingkahnya, apa Lo yang bilang agar merahasiakan hubungan kalian? Tanya Rayyan kemudian karena dia sangat tau kalau Alvan tidak akan mungkin melakukan itu.
"Iya!" Gue nggak mau diledekin yang lain nanti!"
"Jangan dilama-lamain diam-diamnya, Alvan nggak suka backstreet, bagus terus terang aja! Nasihat Rayyan.
"Iya, ini juga gue udah mau terus terang, makanya sama Lo duluan gue kasih taunya!
"Kenapa harus gue duluan yang tau?"
"Entah, gue hanya ikutin hati gue aja, gue udah anggap Lo kayak Abang gue sendiri, dan apa-apapun Lo harus tau lebih dulu, gue juga nggak tau kenapa tapi hati gue maunya gitu! Ucap Danisha jujur lagi-lagi membuat suasana hati Rayyan menghangat.
Rayyan juga merasakan hal yang sama seperti yang Danisha rasakan. Itu sebabnya walaupun dia sering diisengin gadis itu, dia tidak akan bisa benar-benar marah hatinya akan luluh dengan mudahnya hanya karena melihat tatapan mata Danisha yang bening.
Dia ingin selalu melindungi gadis itu, kasih sayangnya tidak lebih seperti seorang Abang ke adiknya, beda dengan perasaannya ke Ayu, kalau Ayu jelas-jelas dia sangat mencintai gadis itu, menjadikannya kekasih atau bahkan wanita masa depannya nanti.
"Nanti kalau KKN udah selesai, sering-sering nelpon gue ya biar gue ada temennya! Kata Danisha dengan suara pelan.
"Kan sudah ada Alvan nanti, repotin aja anak itu! Kata Rayyan membuat Danisha cemberut.
"Alvan beda!
"Beda apanya?"
"Kadang-kadang gue masih aja takut ngeliat dia! Keluh Danisha mengingat diamnya Alvan kemarin.
"Danisha, Lo itu beruntung bisa luluhin hati Alvan! Semarah apa pun dia, dia tidak akan tega buat marahin Lo! Beda hal lagi kalau dia cemburu! Itu sebabnya gue bilang jangan lama-lama backstreetnya, karena kalau dia cemburu dia nggak bisa leluasa nunjukinnya!
"Usaha Alvan buat dapetin Lo itu nggak main-main, dia sampai cerita ke mamanya kemarin! Kata Rayyan lagi meyakinkan Danisha.
"Nanti kapan-kapan gue ajakin ke rumah gue mau nggak? Kata Rayyan kemudian membuat Danisha mengangguk semangat.
"Ya...udah sana samperin Alvan gih, kayaknya tadi dia cemburu ngeliat Lo sama Andra!
"Hhah!!!!..."
"Lo nggak nyadar Kalau Lo sama Andra ngapain tadi?"
"Nggak ada!"
"TAKK!!!!...
"Aawww...!
Pekik Danisha kesakitan karena Rayyan menyentil jidatnya.
"Lo nggak ingat kalau Andra nyander ke Lo tadi?
"Kan cuma nyander?"
"Iya cuma, tapi buat Alvan itu masalah!"
Danisha langsung diam, serumit ini ternyata pacaran! Batinnya.
Di usianya yang masih sembilan belas tahun dan sama sekali belum pernah pacaran membuatnya sedikit bingung bagaimana cara mengatasi cemburunya Alvan.
Dia sama sekali nggak tau apa yang harus ia lakukan untuk membujuk Alvan seperti yang dilakukan Elisha kalau Verrel lagi mode ngambek karena Elisha selalu manelin Pak Nino. Mungkin dia harus banyak bercerita ke Elisha dan meminta nasihat pada temennya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
