Sekitar pukul sembilan malam Alvan sampai di rumah utama keluarganya karena memang setelah mengantar Danisha bertemu teman- temannya tadi, Aliksa memintanya untuk ke kantor, ada beberapa dokumen mengenai proyek yang akan di bangun dan itu sangat membutuhkan tanda tangan Alvan karena proyek itu merupakan Miliknya diluar dari perusahaan Oswald Kingdom.
Beberapa lampu di ruang tamu sudah padam pertanda sebagian penghuni rumah sudah pada tidur, sedangkan Aliksa dan Briyanna tadi berpamitan untuk mengantar Tuan Aldrin Dan Yurika pulang ke luar negeri.
Alvan menaiki tangga menuju ke kamar mereka, tadi juga ia meminta Rayyan yang mengantar Danisha pulang dari kafe karena memang tadi dia sangat sibuk dengan masalah proyeknya, beruntung ia memiliki istri seperti Danisha yang pengertian dan bisa memahami kesibukannya bahkan dihari ke dua pernikahan mereka.
Alvan tersenyum melihat istri cantiknya yang tengah tidur pulas bergelung di balik selimut yang menutupi tubuh mungilnya dan hanya menyisakan ujung kepalanya saja.
Pelan-pelan Alvan mendudukkan dirinya di sisi ranjang sambil menyingkap pelan selimut yang menutupi wajah Danisha, kedua bola mata Alvan langsung membola dengan jantung yang berdegup kencang ketika melihat tubuh mulus istrinya yang tampak seksi dengan baju tidur yang ia kenakan.
"Kau menggodaku sayang!.... Ucap Alvan pelan sambil tersenyum dengan nakalnya, bagaimana tidak saat ini Danisha memakai baju tidur yang cukup terbuka dengan belahan Dadanya yang terekspose dengan menantangnya sehingga membangunkan gairah Alvan untuk menghukum istri cantiknya itu yang sudah berani menggodanya.
Kemudian kecupan lembut di kening Danisha membuat sang istri langsung membuka matanya dan tersenyum saat menyadari hal itu adalah kelakuan suaminya.
"Kamu baru pulang mas?" Tanya Danisha dengan suara serak khas bangun tidurnya seraya mengucek pelan matanya yang tampak membuatnya seperti bocah yang baru bangun sehingga membuat Alvan terkekeh gemas.
"Kenapa bangun?" Sahut Alvan padahal dia sendiri yang sudah mengusik tidur istrinya itu karena keadaan Alvan kecilnya sedang tidak baik-baik saja dan perlu pelampiasan.
"Mas udah makan?" Kalau belum aku ambilin ya!" Kata Danisha yang sama sekali belum mengerti situasi padahal sejak tadi tatapan Alvan sudah berkelana kemana-mana dan yang pasti masih di sekitaran tubuh Danisha.
"Mas memang lapar tapi nggak pengen Makan nasi!" Sahut Alvan dengan tatapan nakalnya.
"Lalu?" Apa mas mau kita pesan makanan cepat saji aja!" Balas Danisha belum juga sadar kalau saat ini suaminya itu menatap lapar pada tubuh seksinya.
"Mas juga nggak mau makan itu!"
"Lalu apa?"
"Kamu!" Jawab Alvan singkat dan langsung mencium bibir bervolume istrinya dengan lembut dan sedikit menuntut.
Danisha menepuk pelan dada Alvan bermaksud untuk menghentikan Alvan.
"Kenapa?" Protes Alvan sambil menatap istrinya setelah melepas ciumannya.
"Kamu sendiri yang menggodaku sayang!" Kata Alvan lagi seraya mengelus pipi sebelah kanan Danisha dengan jari telunjuknya.
"Menggodamu?" Aku rasa tidak!" Bantah Danisha karena memang ia merasa kalau sejak tadi dia tidak menggoda Alvan.
"Dengan berpakaian seperti ini kamu sudah menggodaku sayang, lihat nih kamu sudah membangunkan Alvan kecil!" Alvan menarik tangan Danisha dan membawanya menyentuh miliknya yang sudah menegang dengan sempurna sehingga membuat Danisha terkejut dan menelan ludahnya dengan kasar.
"A-aku nggak bermaksud menggoda kamu, baju ini hadiah dari Inggrid tadi! Katanya kalau aku pakai, kamu bakalan senang liatnya!" Kata Danisha dengan polosnya padahal dia tidak sadar kalau Inggrid tengah mengerjainya.
"Inggrid benar sayang, aku senang bahkan sangat senang melihatnya! Bahkan bukan aku saja yang senang, adik kecilku juga saking senangnya sampai-sampai dia bangun!" Kata Alvan terkekeh gemas melihat kepolosan istrinya.
"Mulai besok gunakan uangku untuk membeli baju seperti ini sayang!" Kata Alvan lagi yang sudah mulai mengendus leher putih milik Danisha. Aroma manis yang menguat dari tubuh Danisha begitu membuatnya candu dan memabukkan.
Danisha bisa apa selain pasrah untuk melayani suaminya, mungkin besok ia akan memarahi habis-habisan Inggrid karena sudah menipunya. Bisa ia bayangkan bagaimana senyum jahat Inggrid sekarang karena sudah berhasil mengerjainya.
Dengan gagahnya Alvan masih menggerakkan pinggulnya untuk mengeluar masukkan miliknya ke dalam milik Danisha untuk yang kedua kalinya setelah tadi mereka sudah sama-sama merasakan pelepasannya. Tapi bukan Alvan namanya jika hanya sekali, suaminya itu tidak akan melepaskannya jika belum dua ataupun ketiga kalinya.
Menjelang subuh Danisha maupun Alvan baru tertidur setelah pergulatan panas mereka, seperti biasa jika Alvan selesai dengan kegiatan mereka, maka suaminya itu dengan telaten membersihkan tubuh Danisha dan memakaikan kembali pakaian yang baru dan bersih. Perlakuan Manis Alvan yang seperti ini yang membuat Danisha semakin mencintai suaminya itu.
"Kamu sangat berharga untukku, kau permataku Danisha, aku mencintai mu sayang, sangat! Terimakasih sudah mau menjadi istriku!" Kata-kata manis Alvan sambil mencium keningnya menjadi akhir percakapan mereka sebelum terlelap dalam tidur mereka masing-masing dan diiringi dengan senyum bahagia Danisha. Aku juga sangat mencintaimu suamiku!" Bisik Danisha dalam hati lalu terlelap dalam tidurnya.
Di harapkan bacanya setelah buka puasa ya🤣 berhubung karena authornya nggak puasa karena si merah lagi datang, makanya KKN ( Kelar kuliah Nikah ) aku lanjut!🤣
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Genç KurguKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
