Bab 117

709 49 8
                                        


Pesta pernikahan Inggrid dengan Rion di gelar di sebuah hotel mewah milik keluarga Rion, Inggrid sangat terlihat Cantik dengan gaun pengantinnya yang berwarna putih, bahkan semua tamu undangan memuji kecantikan seorang Inggrid viviana yang menjelma bagaimana princes hari ini, Para Undangan yang hadir dari kalangan para pebisnis serta sahabat-sahabat sosialita Carolla maupun dari Dewina mamanya Rion. Ada juga beberapa teman satu Kampus Inggrid maupun Rion yang diundang termasuk Pak Nino dosennya Rion sekaligus Dosen pembimbing lapangan mereka sewaktu KKN dulu.

Raut bahagia begitu terpancar dari dua keluarga itu, karena apa yang menjadi rencana mereka akhirnya terlaksana dengan lancar bahkan sangat sempurna.

Ribuan undangan memenuhi area ballromm hotel ikut menyaksikan Janji Cinta yang sah antara dua pewaris raja Bisnis itu.

Rion menatap Inggrid yang sekarang sudah sah menjadi istrinya yang tampak diam sedari tadi, senyum di wajah cantik istrinya itu sudah berganti dengan raut cemberutnya, dan Rion sangat tau kalau saat ini Inggrid begitu lelah menyambut semua tamu undangan yang bergantian menyalami mereka sedari tadi.

"Capek banget ya?" Tanya Rion lembut dan hanya diiyakan Inggrid lewat anggukan kepalanya.

"Kakinya sakit!" Keluh Inggrid karena memang sudah seharian ini dia memakai heels yang lumayan tinggi.

"Kamu duduk aja mumpung ada waktu!" Kata Rion.

"Apa nggak apa-apa?" Tanya Inggrid merasa tidak enak hati, takut dikira nggak sopan nanti.

"Iya nggak apa-apa, mereka pasti ngerti kok!" Kata Rion lagi. Dan Inggrid pun langsung mendudukkan tubuhnya.

Tidak jauh dari mereka tampak ada sepasang mata yang menatap mereka penuh luka dan kecewa, sangat jelas terlihat dari wajah sendu itu kalau keadaan hatinya sedang tidak baik-baik saja.

"Mereka dijodohkan Pak!" Ucap Alvan seraya duduk di samping dosennya itu. Ya, yang sejak tadi menatap sendu ke arah  pengantin itu adalah Pak Nino dosen mereka sekaligus orang yang begitu mencintai Inggrid. Meski dia sudah menerima penolakan Inggrid waktu itu yang menurutnya tidak beralasan, ternyata Dosen tampan itu diam-diam masih berharap kalau Inggrid akan menerimanya dan dia juga tidak bisa berhenti untuk mencintai gadis itu, gadis yang merupakan mahasiswanya sendiri, gadis yang pertama kalinya mencuri perhatiannya lewat tawa dan senyuman  indah  gadis itu, dan gadis yang berhasil meluluh-lantakkan hatinya.

Saat ini dia tengah menyaksikan gadis itu bersanding dengan Arion Mahendra, seorang Pria yang  dulunya adalah mahasiswanya juga. Hadir menjadi bagian dari tamu Undangan membuatnya sadar kalau ia kalah dari Rion dari segi apapun. Sekarang Dia hanya bisa berlapang dada menerima kenyataan pahit yang menghantam telak relung hatinya, mendoakan kebahagiaan gadis yang dicintainya itu. Karena sejatinya Cinta itu tidak harus memiliki.

"Pak Nino mau saya kenalin ke sepupu saya?" Orangnya cantik banget lho pak?" Ucap Ayu tiba-tiba mendadak seperti Mak comblang.

"Nggak semudah itu menerima orang baru lho Ay!" Bantah Rania. Mereka semua berada di table yang saling berdekatan sehingga bisa saling mengobrol.

"Boleh juga Ay!" Tanpa di duga pak Nino justru menanggapi ucapan Ayu.

"Jangan mau deh pak! Sepupu Ayu modelannya kayak dia juga!" Protes Verrel karena dia juga tau siapa yang dimaksud Ayu. Kalau sudah sepupu Ayu pasti sudah sepupu dia juga.

"Emang kenapa kalau kayak Ayu, Ayu kan Cantik!" Kata Danisha.

"Duuuhhh...makasih adik ipar!"

"Jangan dulu deh pak, ntar pak Nino malah gagal move on dari Inggrid, kan kasian sepupu Ayu!" Kata Elisha ikut juga nimbrung.

Pak Nino hanya senyum sekilas aja, dia juga bercanda itu tadi, karena benar kata Rania tadi, nggak mudah baginya untuk menerima orang baru dalam hidupnya. Dia juga harus menata hatinya dan menyembuhkannya dulu sebelum menerima orang baru.

Inggrid bisa melihat dengan jelas ke arah teman-temannya dan juga dosennya itu dari tempat dia berdiri sekarang ini. Tadi juga tatapannya sempat beradu dengan tatapan dosen yang pernah singgah di hatinya itu.

"Sepertinya Orangtua kita ngundang orang separuh dari bumi ini!" Gerutu Rion menyita perhatian Inggrid. Laki-laki itu juga sudah merasakan lelah karena sejak tadi berdiri lalu duduk, terus berdiri lagi untuk menyalami Tamu Undangan yang datang memberikan selamat kepada mereka.

"Sepertinya iya, ternyata menjadi pengantin selelah ini ya!" Ucap Inggrid ikut menggerutu juga tapi masih bisa tersenyum kalau ada tamu yang mendekati mereka.

Nggak lama kemudian Inggrid terdiam canggung saat rombongan teman-temannya berjalan ke arah mereka yang sudah pasti akan menyalami mereka dan sekalian berpamitan untuk pulang karena malam juga sudah mulai larut. Inggrid terdiam karena salah satu dari rombongan teman-temannya itu adalah orang yang pernah singgah di hatinya walaupun hanya sesaat karena memang sangat ditentang orangtuanya.

"Selamat Rion, semoga kalian bahagia!" Ucap Pak Nino seraya  menyalami Rion, tapi Rion justru memeluk dosennya itu.

"Maafkan saya pak!" Lirihnya, bagaimanpun juga Dia tau bagaimana dulunya  perasaan dosennya itu terhadap Inggrid. Pak Nino hanya menepuk bahu Rion pelan kalau dia tidak apa-apa.  Lalu kemudian pak Nino beralih menyalami Inggrid yang hanya ditatap saja oleh dosen itu lalu tersenyum dan berlalu tanpa berkata apapun. Bukan lantaran dia tidak ingin mengucapkan selamat tapi rasanya Lidahnya Kelu untuk mengatakan itu.

"Jaga perasaan Rion, sekarang dia suami Lo!" Bisik Ayu di telinga Inggrid karena dia melihat tatapan sahabatnya itu masih tertuju kepada dosennya itu.

Inggrid melihat Rion yang tengah menyalami dan memeluk satu persatu sahabatnya itu bergantian. Inggrid meyakinkan hatinya kalau yang dicintainya itu Rion bukan pak Nino lagi. Rion yang sekarang sudah sah menjadi suaminya di mata Hukum, agama dan negara. Dia tidak akan pernah mengingat perasaan sesaatnya itu lagi.

Sekarang ada Rion yang akan menjadi prioritasnya, pria yang begitu mencintainya dan hanya Rion yang akan  selalu bersamanya sepanjang hidupnya. Cuma Rion.








Kira-kira adegan 21+ nya Malam pertama Inggrid dan Rion dibuat nggak????

Atau kita skip aja?
Soalnya aku malu juga buat up nya?🤣🤣🤣
Tapi kalau kalian setuju untuk dibuat akan aku Up!

Tulis di kolom komentar ya?🤣🤣🤣














KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang