Bab 147

547 43 1
                                        

Danisha masih duduk di atas ranjang tempat tidur mereka, dia juga masih ngedumel perihal Inggrid yang mengerjainya perkara pakaian tidur yang cukup seksi dengan belahan dada terbuka serta bawahan berupa celana yang hanya sebatas pangkal pahanya. Semalam Inggrid membelikannya sebagai hadiah katanya Danisha harus memakainya sebagai pengantin baru untuk merenggangkan otot-otot yang kaku biar nanti peredaran darahnya lancar sekaligus bisa juga menyenangkan suami, Danisha iyain aja karena memang Inggrid serius mengatakannya dan tidak ada sedikitpun yang membuat Danisha curiga.

Tapi ternyata dia dikibulin sama Inggrid, itu sebabnya begitu Bangun tadi Moodnya langsung tidak baik karena terbangun dengan tubuh yang remuk akibat ulah Alvan suaminya. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencari ponselnya untuk memarahi Inggrid yang mungkin saja tertawa senang saat ini.

Pintu kamar mandi baru saja terbuka memperlihatkan Alvan yang baru selesai mandi masih dengan bertelanjang dada dengan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya.

"Cup"

Kecupan manis dari Alvan mengalihkan tatapan Danisha yang sejak tadi fokus dengan ponselnya.

"Serius banget, lagi liatin apa?" Tanya Alvan berdiri di samping Danisha.

Raut wajah Danisha sontak memerah bahkan jika hanya melihat Alvan yang bertelanjang dada.

"Pakai bajunya mas!" Kata Danisha tanpa berani menatap Alvan.

"Ngomong sama siapa?"

"Sama kamulah!" Sahut Danisha tapi masih belum berani menatap Alvan sehingga membuat suaminya itu semakin gencar untuk menggodanya.

"Kalau ngomong liat sini!" Ucap Alvan sembari meraih dagu Danisha untuk ia kecup bibir bervolume milik istrinya itu.

Bukannya mereda, Danisha malah semakin malu plus degdegan, karena tanpa sengaja tatapan Danisha tertuju pada perut berkotak milik suaminya itu.

"Liatinnya biasa aja, atau kamu masih mau lagi nggak sayang? Aku masih bisa membangunkannya untukmu!" Ucap Alvan seraya mengerling nakal.

"ALVANNN!!!!!.... pekik Danisha seraya memukul pelan bahu Alvan yang kini sudah tertawa puas menggoda Danisha.

Tidak ingin membuat Danisha kesal yang nantinya berakhir merajuk, Alvan langsung beranjak untuk mengenakan pakaiannya.

Danisha kembali fokus pada ponselnya sehingga membuat Alvan menatapnya sambil mengancingkan lengan kemejanya.

"Ada apa sih di ponsel kamu sampai-sampai suami tampanmu ini kamu abaikan sayang?" Tanya Alvan penasaran.

"Nih...liat deh, masa' iya Viya sama Andra  udah ngelakuin itu?" Tanya Danisha sambil memperlihatkan chat mereka ke Alvan.

"Nggak heran sih sayang, pergaulan Viya yang sedikit bebas hal seperti itu mah sama dia biasa aja!" Kata Alvan yang justru membuat Danisha mendelik tidak suka.

"Jadi kamu menormalkan hal seperti ini?" Tanya Danisha.

"Ya nggak gitu juga, kan itu tergantung pribadi seseorang, kalau aku menormalkan hal seperti itu udah dari kemarin aku ngelakuin itu ke kamu sebelum kita nikah, tapi apa? Aku masih menunggu sampai kita menikah kan?" 

Danisha diam membenarkan ucapan Alvan barusan, karena memang apa yang diucapkan Alvan bukan semata-mata untuk membela diri tapi karena benar adanya.

"Udah nggak usah dipikirin, biar itu jadi urusan mereka, kamu mau gini terus nggak mandi-mandi?" Katanya mau ke kampus!" Kata Alvan mengingatkan Danisha.

"Oh iya ya, aku lupa!" Ucap Danisha dan langsung beranjak dari tempat tidur untuk segera mandi.

"Aku tunggu di bawah ya sayang!" Ucap Alvan sebelum Danisha masuk ke dalam kamar mandi.

"Iya!!!
Sahut Danisha, lalu setelahnya menyelesaikan urusannya di kamar mandi.




Sementara di tempat lain, Inggrid tertawa puas ketika membaca chat dari Danisha di ponselnya. Sampai-sampai air matanya ikut keluar saking puasnya ia tertawa, sehingga membuat Rion penasaran apa yang sudah membuat istrinya itu tertawa Samapi selepas itu.

"Sayang, ada apa sih seneng banget kelihatannya?" Tanya Rion seraya mendudukkan dirinya di sebelah Inggrid. Keduanya tengah duduk di sofa yang ada di kamar mereka.

"Semalam aku kasih Danisha baju tidur yang seksi, dan kamu Taulah apa yang terjadi selanjutnya dan barusan dia marah-marah ke aku katanya badannya sakit semua karena Alvan!" Jawab Inggrid di sela-sela tawanya yang membuat Rion ikut tertawa melihat kelakuan istri cantiknya itu.

"Nakal banget sih!" Ucap Rion seraya menjawil hidung mancung Inggrid.

"Biarin aja!" Sahut Inggrid.

"Coba sekali-sekali nakalin aku sayang, berani nggak?" Tantang Rion sontak membuat wajah Inggrid merona.

"Apaan sih kamu!" Katanya seraya membenamkan wajahnya ke dada bidang Rion sehingga membuat laki-laki yang berstatus suaminya itu tersenyum gemes.

"Kalau mau ada hadiahnya lho!" Kata Rion lagi tapi Inggrid malah menggelengkan kepalanya semakin memeluk Rion.

"Ya udah kalau gitu biar aku aja yang nakalin kamu ya!" Ucap Rion dan langsung meraih dagu Inggrid untuk meraup bibir ranum yang sejak tadi sudah menggodanya.

Jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya di kamar itu karena sudah pasti mereka akan melewatkan sarapan paginya yang berakhir Rion akan terlambat untuk ke kantor.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang