Bab 126

724 56 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rasanya Alvan ingin sekali mencekik leher Rayyan yang sudah berani membuat kekasih cantiknya itu sampai menangis, tapi di satu sisi dia juga lega sekaligus senang melihat Danishanya merengek minta peluk,  semakin hari gadisnya itu semakin bersikap manis padanya, itu sebabnya dia sampai meradang kalau melihat laki-laki lain yang terang- terangan menyukainya.

Sebelum melajukan mobilnya membelah jalanan malam, Terlebih dahulu Alvan mengirimi pesan ke Sahabat bangsatnya itu yang sayangnya malah Abang dari kekasihnya.

Sebelum melajukan mobilnya membelah jalanan malam, Terlebih dahulu Alvan mengirimi pesan ke Sahabat bangsatnya itu yang sayangnya malah Abang dari kekasihnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedangkan si pelaku malah tertawa bahagia di kamarnya setelah membuat Danisha menangis dan merepotkan Alvan malam-malam begini untuk membujuk Danisha.

Setelah makan malam tadi, Rayyan sengaja mendatangi Danisha ke kamarnya dan menceritakan tentang pembahasan mereka  di kafe tadi  sore dan tentu saja dibumbui Rayyan dengan cerita- cerita Rayyan  yang dia ciptakan sendiri untuk membuat Danisha sedih. Dan ternyata dia berhasil Tak hanya sedih bahkan Danisha sampai menangis karena merasa bersalah ke Alvan. Setelah membuat Danisha menangis dan dengan tidak merasa bersalahnya dia langsung masuk ke kamarnya meninggalkan Danisha yang masih menangis.




Danisha masih duduk diam di atas ranjangnya sambil sesekali menyeka air matanya dengan tangannya, tapi setelah mendengar deru mesin mobil di depan rumahnya, dia langsung berlari menuruni anak tangga karena ia sangat yakin kalau itu adalah Alvan.

Danisha langsung memeluk erat tubuh Alvan begitu kekasihnya itu keluar dari mobilnya, pun Alvan membalas pelukan itu sambil menciumi puncak kepala gadis nya itu.

"Berapa lama nangisnya, sampai matanya bengkak gini?" Tanya Alvan seraya menangkup wajah Danisha dengan kedua tangannya lalu mengecup kedua mata itu bergantian.

"Jangan nangis lagi, aku nggak suka ngeliat kamu nangis!" Kata Alvan lagi yang kali ini mencium lembut kening Danisha. Tapi Danisha justru semakin menangis menerima perlakuan manis Alvan, hatinya semakin merasa bersalah saat mengingat perdebatan mereka tadi. Danisha sadar kalau Alvan begitu mencintainya, itu sebabnya dia sampai mengingatkan Danisha tentang statusnya tadi di depan pihak j&D entertainment bukan karena Alvan kekanakan seperti yang dia bilang tadi ke laki-laki itu tapi justru karena Alvan mempertahankan apa yang memang sudah menjadi miliknya. Dan seharusnya Danisha bahagia soal itu bukan malah mendiami Alvan.

"Kok malah makin nangis? Ntar Tante Sandara pikir aku yang udah jahatin kamu lho sayang!" Ucap Alvan lembut.

"Maafin aku!"... Lirih Danisha pelan.

"Iya, dimaafin sayang!" Kata Alvan tersenyum hangat menatap Danisha yang masih sesenggukan.

"Ya udah kamu masuk sana udah malam!" Kata Alvan lagi tapi Danisha malah memeluknya lagi seolah-olah tidak mau kalau Alvan pulang.

"Sayang udah malam lho!" Bujuk Alvan lagi dan Danisha hanya menggeleng di pelukan Alvan.

"Atau kamu mau ikut ke apartemen aku dan nginap di sana?" Niat hati ingin menggoda kekasihnya itu tapi jawaban Danisha sungguh tidak disangka-sangkanya.

"Mau!" Jawab Danisha cepat sambil menatap Alvan.

"Sayang....!

"Ayo!" Kata Danisha menarik Alvan  untuk masuk ke dalam mobil.

"Sayang ini kamu beneran?"

"Iya!"

Sungguh Alvan rasanya ingin bersorak bahagia sekarang, biasanya Danisha selalu menolak jika diajak ke Apartemennya tapi kali ini malah Danisha semangat mengiyakannya.


Alvan dan Danisha sudah duduk manis di dalam mobil tapi Alvan belum juga melajukannya karena dia harus mengirimi pesan ke Rayyan untuk memberi pelajaran ke laki-laki itu agar tidak membuat kekasihnya menangis lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Alvan dan Danisha sudah duduk manis di dalam mobil tapi Alvan belum juga melajukannya karena dia harus mengirimi pesan ke Rayyan untuk memberi pelajaran ke laki-laki itu agar tidak membuat kekasihnya menangis lagi.


Sedangkan di kamarnya Rayyan sudah kelimpungan sendiri, dia menyesal telah berani mengusik ketenangan Alvan sahabat bangsatnya itu.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang