Bab 154

691 49 1
                                        

Flash back off

"Ihhh ..kok ada orang yang modelan si Seva-seva itu!" Ujar Ayu menggeram saking kesalnya setelah mendengar cerita Viya.

"Nampaknya aja kayak orang bener nggak taunya kriminal banget!" Tambah Rania ikutan kesal.

"Gue nggak bisa bayangin sekecewa apa Andra kalau seandainya yang nidurin Lo itu si Ken!" Kata Inggrid menambahkan.

"Terus Lo udah apain tuh sahabat bangsat Lo itu?" Tanya Ayu lagi.

"Jangan bilang Lo luluh hanya mendengar kata maaf dia Vy, gue pecat Lo jadi temen gue!" Kata Danisha yang ikutan kesal setelah mendengar cerita Dramatis Viya tadi.

"Setelah malam itu gue nggak pernah liat dia lagi, dia juga nggak pernah masuk kelas, gue curiga ini ada hubungannya sama Andra!"

"Ya jelas ada lah, Lo pikir Andra bisa diam aja ngeliat Lo yang hampir diperkosa sama si Ken  karena bantuan dia kan?" Kata Inggrid yang sudah sangat hafal bagaimana sikap Andra yang tak jauh beda dengan Rion, Alvan maupun Rayyan. Bahkan jika hanya menyingkirkan orang seperti Ken maupun Seva adalah hal yang mudah bagi mereka.

"Terus kapan rencana kalian buat menikah?" Pertanyaan Rania barusan langsung membuat Viya menghela nafasnya.

"Keluarga Andra minta bulan depan tapi Ortu gue minta secepatnya takut gue bunting duluan nanti!"

"Kalau Lo Ay kapan tunangannya sama Rayyan? Tanya Inggrid lagi.

"Nggak ada Tunang-tunangan!" Sahut Ayu.

"Kenapa?" Kalian Ribut? Atau keluarga Lo nggak setuju sama Rayyan?" Tanya Rania beruntun karena dia sedikit terkejut dengan jawaban Ayu tadi.

"Bukan gitu Ran, Ayu sama Rayyan nggak tunangan tapi langsung menikah dan pernikahannya Minggu depan!" Ucap Danisha menjelaskan.

"Waaahhh.... Nggak nyangka ya kita bakalan secepat ini bertemu jodoh kita padahal kuliah aja belum kelar!"

"kuliah juga bentar lagi doang kok Ing!" Sela Rania yang memang benar adanya kalau mereka tidak lama lagi akan segera melepas gelar mahasiswanya.

"Inggrid sama Danisha udah, Ayu sama Viya menyusul, gue juga palingan dalam waktu dekat ini bakalan nikah sama Alex, pasti Elisha minta cepat-cepat juga sama Verrel!" Ucap Rania mengingat temannya yang satu itu tidak akan mau ketinggalan.

"Eh tumben Elisha nggak sama Lo Danish?" Tanya Inggrid karena memang Elisha lebih dekat dengan Danisha.

"Nggak tau gue, dia juga nggak ada nelpon gue!" Jawab Danisha sambil memeriksa ponselnya  siapa tau ada chat dari Elisha tapi ternyata tidak ada sama sekali.

"Udah hampir sore nih, gue cabut ya!" Pamit Inggrid yang langsung beranjak dari tempat duduknya.

"Gue juga!" Ucap Danisha yang ikutan berdiri dari dari tempat duduknya.

"Mau bareng nggak Danish?" Tanya Ayu.

"Nggak ay, gue bawa mobil tadi!"

"Tumben, biasanya Lo paling malas nyetir!"

"Gue mau memanfaatkan duitnya Alvan!" Kata Danisha sambil terkekeh.

"Pinter banget sih Lo, gue juga mau manfaatin Duit Rion ah!" Ucap Inggrid tertawa.

Kemudian keempat perempuan-perempuan Cantik itu meninggalkan kantin kampus karena hari juga sudah lewat tengah hari.



Sementara di suatu tempat, tepatnya di ruangan pribadi milik Verrel, Elisha tengah duduk santai di sofa  sambil  mengotak-atik ponselnya. Sementara di depannya ada Verrel yang tengah fokus dengan laptopnya. Sesekali tatapannya tertuju pada buntelan manis di depannya yang tampak asyik dengan dunianya.

Verrel sampai tersenyum gemas melihat berbagai ekspresi yang ditunjukkan Elisha secara tidak sengaja karena saking asyiknya dia dengan ponselnya. Bola mata bambinya semakin menambah keimutannya, belum lagi gigi kelincinya yang menambah kadar kecantikannya jika gadisnya itu tertawa.

Sejam yang lalu tiba-tiba gadis itu datang ke kantornya tanpa memberitahu lebih dulu, beruntung hari ini pekerjaan Verrel tidak terlalu sibuk dan dia juga tidak ada jadwal keluar untuk menemui klien. 

"Adek!" Kata Verrel pelan memanggil Elisha. Dan gadis itu hanya menatap Verrel sebagai jawaban.

"Sini!"

"Ngapain?" Nggak ah!" Tolak Elisha.

"Sini dulu, Abang butuh Vitamin!" Kata Verrel lagi.

"VITAMIN? Abang sering konsumsi vitamin?" Pertanyaan polos Elisha justru membuat Verrel semakin gemes.

"Makanya sini dulu!" Kata Verrel lagi dan Langsung membuat Elisha beranjak mendekati Verrel ke meja kerjanya.

Verrel langsung meraih pinggang ramping gadisnya itu dan langsung mendudukkan Elisha dipangkuannya. Kedua tangannya melingkari pinggang Elisha serta dagunya yang bertumpu di bahu Elisha.

"Katanya Abang mau minum vitamin kok malah gini, nanti ada yang liatin kita kan malu!" Ucap Elisha sedikit gemetar karena posisi mereka yang cukup intim.

"Ini kan Abang lagi sama Vitaminya, Vitaminnya bukan diminum tapi dirasakan!"

"Jangan aneh-aneh ya, adek nggak mau kalau sampai ada yang liat nanti!" Ancam Elisha sebelum Verrel menyalurkan kemesumannya.

Tapi bagi Verrel larangan adalah perintah, buktinya sekarang dia sudah sibuk menciumi tengkuk Elisha sampai ke lehernya, sehingga membuat gadis yang berada dipangkuannya itu semakin gemetar dan bergerak gelisah, tidak tau saja dia  kalau  gerakannya bisa membangunkan sesuatu di bawah sana.

"Mama minta kita cepat -cepat tunangan dek!" Ucap Verrel di sela-sela kegiatannya.

"Kapan?" Kata Elisha yang masih bergerak gelisah dipangkuan Verrel.

"Mungkin Lusa mama sama Papa ke rumah adek, Abang juga udah bilang sama Tante Diva semalam!"

"Iya, tapi Abang berhenti dulu nggak usah cium-cium adek!" Kata Elisha berusaha menghentikan Verrel. Bagaimana pun juga Terkadang Verrel sangat sulit untuk dihentikan.

"Adek jangan gerak-gerak gitu, ada yang bangun lho!" Kata Verrel menggoda Elisha sehingga membuat gadis itu sontak berdiri dan menjauh dari Verrel. Bukannya marah Verrel malah terkekeh karena gemes melihat tingkah kekasihnya itu.

" Adek pulang aja ah, Abang nakal soalnya!" Ucap Elisha yang langsung membuat Verrel ikut beranjak dari kursi kebesarannya.

"Ya jangan dong dek, sini dulu temenin Abang nti pulangnya sama Abang!"

"Iya tapi janji dulu nggak nakalin adek!"

"Iya!"  Tapi nggak janji!" Dan kalimat terakhir itu hanya mampu Verrel ucapkan dalam hati agar kekasih cantiknya itu tidak marah dan berakhir merengek pulang.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang