Bab 140

855 53 11
                                        

Danisha duduk di depan cermin sambil memakai krim ke mukanya, dia baru saja selesai mandi, sedangkan Alvan masih berada di ruang keluarga berbincang-bincang sedikit dengan sepupu-sepupunya karena besok sebagian keluarga Alvan sudah langsung pulang termasuk para sepupunya itu.  Mereka masih berada di hotel Oswald kingdom.

"Ceklek!!! Suara pintu kamar dibuka dari luar, menampakkan Alvan yang masih mengenakan Kemejanya tadi tapi lengannya sudah ia gulung sampai siku sambil menenteng jasnya.

Alvan langsung mendekati Danisha ke meja riasnya, membubuhkan kecupan lembut di puncak kepala gadis itu.

"Wanginya....! Kamu udah mandi sayang?" Tanya Alvan sambil memperhatikan Danisha.

"Udah, baru aja!" Sahut Danisha.

"Pantesan Wangi!" Kata Alvan kemudian mencium pipi kanan Danisha.

"Mandi dulu sana biar badannya segar!" Suruh Danisha sambil mendorong tubuh Alvan tapi laki-laki itu malah memutar tubuh Danisha yang masih duduk di depan meja Rias sehingga posisi mereka saling berhadapan.

Kemudian Alvan berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Danisha.

"Sayang dengerin aku ya, kita sudah menjadi suami istri, kalau ada masalah atau apapun itu diomongin ya, jangan diam karena suami mu ini orangnya tidak peka!" Kata Alvan mengingatkan Danisha, menurutnya Komunikasi adalah hal yang paling penting dalam sebuah hubungan ataupun di dalam rumahtangga.

"Satu lagi, kalau aku salah kamu jangan diam, tegur aku! Marahi aku! Aku ingin di dalam rumahtangga kita ini kita saling terbuka, saling mendukung satu sama lain dan sama-sama saling meredam ego kita kalau lagi  ada masalah! Bisa dipahami kan sayang?" Kata Alvan lembut yang langsung diiyakan oleh Danisha lewat anggukan kepalanya.

"Al!...panggil Danisha pelan,

"Mulai sekarang biasakan memanggilku Mas, aku suami kamu sayang!" Koreksi Alvan karena mendengar Danisha hanya memanggil namanya saja seperti yang mereka lakukan ketika masih pacaran.

"Mas Alvan!" Ucap Danisha, kemudian ia terkekeh karena mengucapkan panggilan itu.

"Kenapa?"

"Lucu! Sahut Danisha.

"Dibiasakan ya sayang!" Kata Alvan lagi dan Danisha pun mengiyakannya.

"Coba bilang sekali lagi!" Kata Alvan.

"Mas Alvan!

"Iya sayang!"

" Ya sudah, aku mandi dulu ya!" Ucap Alvan dan langsung beranjak ke kamar mandi,

Kemudian Danisha menyiapkan piyama yang akan dipakai Alvan lalu setelahnya ia  pindah ke atas ranjang dan mendudukkan dirinya di sana sambil mengotak-atik ponselnya.

Nggak lama kemudian Alvan selesai dengan acara mandinya dan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya sehingga menampakkan perut berkotaknya yang masih belum kering sepenuhnya.

Bukannya langsung memakai bajunya, Alvan malah berdiri di depan Danisha yang masih betah melihat ponselnya sehingga membuat Alvan menangkup wajah istrinya itu dengan kedua jemarinya lalu mendongakkanya agar melihat ke arahnya,

Kecupan sekilas mendarat di bibir merah Danisha, yang langsung membuatnya sadar kalau Alvan belum memakai baju.

"Pakai bajumu Alvan!!! Pekik Danisha dengan raut wajah yang sudah merona  malu melihat Tubuh terbuka Alvan. Sedangkan laki-laki itu justru terkekeh gemes melihat istrinya itu.

"Mas!" Koreksi Alvan.

"Lagian lagi ngeliatin apaan sih di hp sampai-sampai suami sendiri datang nggak sadar!" Kata Alvan karena memang tadi Danisha begitu serius dengan ponselnya.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang