Di sinilah Alvan membawa Danisha sekarang, di rooftop hotel yang juga merupakan tempat yang paling banyak diminati para pengunjung di hotel ini, selain karena nyaman dan pemandangannya yang indah, di sini juga tersedia beberapa sofa dan taman-taman bunga mini, hanya saja pencahayaannya yang kurang terang karena memang hanya ada beberapa lampu saja sebagai penerang itupun tidak dinyalakan semuanya.
Alvan berdiri di belakang Danisha sambil memeluk tubuh gadis itu dari belakang, mereka menatap pemandangan malam dari atas gedung, keduanya masih diam menikmati kebersamaan mereka, sesekali Alvan mencium puncak kepala gadis itu sambil mengeratkan pelukannya untuk menghalau udara dingin yang menusuk persendian tulang mereka, walaupun Alvan sudah memakaikan jasnya ke tubuh Danisha tapi tetap saja dia takut jika gadisnya itu sampai kedinginan.
"Nggak marah kan kalau ternyata rencana kita nggak disetujui kakek?" Tanya Alvan memecah keheningan. Sejak tadi dia sudah ingin sekali menanyakan hal ini ke Danisha, karena ia sangat tau segigih apa kekasihnya itu mengejar pendidikannya.
"Kenapa harus marah?" Tanya Danisha tanpa menatap ke Alvan, tatapannya masih tertuju pada bangunan-bangunan pencakar langit di depannya.
"Aku takut kalau kamu marah karena kakek malah menyuruh kita menikah, sementara kamu masih ingin melanjutkan pendidikanmu!" Kata Alvan.
"Seperti yang kakek bilang tadi kalau aku masih bisa bebas melakukan apapun, jadi menikah bukan masalah untukku, kapan lagi kan aku bisa menghabiskan uang kamu?" Kata Danisha sambil terkekeh pun Alvan ikut juga terkekeh mendengar kalimat kekasihnya itu.
"Jadi mulai sekarang lah waktunya untuk memanfaatkan Kekasih sekaligus Tunangan mu ini sayang?" Kata Alvan masih terkekeh.
"Dan kamu harus bekerja lebih banyak lagi untuk mencari uang!"
"Apapun demi kamu sayang!" Ucap Alvan semakin mengeratkan pelukannya tapi Danisha malah memutar Tubuhnya menghadap ke Alvan.
Keduanya saling beradu tatap, saling mengagumi satu sama lain, kemudian Danisha menangkup wajah Alvan dengan kedua tangannya.
"Terimakasih sudah memilihku, mencintaiku dan aku sangat bahagia!" Ucap Danisha tapi Alvan malah mencuri satu ciuman di bibir gadis itu, hanya beberapa detik lalu kembali saling beradu tatap.
"Kamu tau nggak kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu jauh sebelum kita KKN?" Tanya Alvan langsung membuat Danisha mengerutkan dahinya pertanda ia bingung sekaligus tidak percaya.
"Iya, aku sudah tertarik sama kamu waktu kamu masih awal-awal semester dulu!" Terus terang Alvan
"Masa sih?"
"Waktu itu kita berpapasan di depan ruang dosen, lebih tepatnya aku yang merhatiin kamu, sejak saat itu aku sangat penasaran padamu, mencari tau siapa kamu tapi sayangnya sebelum aku tau nama kamu, aku harus mengambil cuti untuk sementara dari kampus karena papa memintaku untuk mengurus perusahaan saat itu kakek lagi sakit!" Kata Alvan terus terang.
Alvan menjeda sebentar ceritanya hanya untuk kembali mencium sekilas bibir Danisha.
"Setelah kembali ke kampus, aku tidak pernah lagi melihat kamu sampai pada akhirnya kita dipertemukan lewat program KKN, awalnya aku ingin menolak untuk ikut KKN tapi pas melihat foto kamu di grup chat kita, aku sempat kaget, apalagi pas ngeliat kamu dekat-dekat ke Rayyan waktu kita observasi aku cemburu!"
"Aku langsung nanya ke Rayyan, tapi ternyata yang dia suka itu Ayu makanya aku langsung maju ngedeketin kamu!"
"Tapi kamu nyeremin!"
"Tapi sekarang tampan kan?"
"Cih...masih aja kepedean!"
"Akui aja sayang kalau calon suamimu ini tampan!" Kata Alvan sehingga membuat Danisha gelisah karena mendengar kata Calon Suami.
"Iya tampan, bahkan sangat tampan dan aku mencintainya!" Ucap Danisha kemudian dengan berani mencium Pipi Alvan, sehingga membuat Alvan cengo mematung.
Danisha mengamati wajah bengong Alvan,
"Hey...kok malah bengong!" Kata Danisha sambil terkekeh melihat raut wajah bengong Alvan yang mirip kucing tapi menggemaskan.
Setelah tersadar, barulah Alvan ikut tertawa melihat kekonyolannya yang bisa-bisanya bengong mematung hanya karena pipinya dicium Danisha.
"Sudah mulai nakal ya!" Kekeh Alvan langsung menarik Danisha ke dalam pelukannya, Alvan tidak akan pernah puas jika hanya dicium pipi saja, dia sudah mengangkat dagu Danisha yang kemudian langsung mencium bibir gadis itu, membawanya pada lumatan lembut dan manis, keduanya menikmati Ciuman manis itu dengan mata yang saling memejam, saling menyalurkan cinta satu sama lain, Syukur-syukur Alvan tidak sampai kebablasan sebelum pernikahan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
