"Aararrrrggghhhh...."
Viya menggeram ketika minuman beralkohol itu membasahi tenggorokannya, rasa panas bercampur mint begitu ketara di tenggorokannya dari rasa minuman yang ia minum barusan. Acara yang katanya kumpul-kumpul bersama sahabatnya untuk menghibur Seva yang lagi galau ternyata omong kosong doang, nyatanya Viya hanya berdua saja dengan Seva duduk di salah satu meja VIP di club Kyno's.
Kedua gadis itu sama-sama minum tapi sepertinya Malah Viya yang terlihat seperti orang galau karena sejak tadi dia tidak berhenti menuang minuman keras itu ke dalam gelasnya sementara Seva malah fokus dengan ponselnya hanya sesekali dia ikut minum.
Ketika Viya hendak menikmati minumannya untuk yang kesekian kalinya, sebuah tangan menahannya, meski dalam keadaan yang sedikit mabuk tapi Viya masih begitu jelas mengenali siapa laki-laki yang sudah duduk bersamanya saat ini.
"Ngapain Lo?" Ketus Viya seraya menuding Laki-laki di depannya yang ternyata adalah Ken mantan kekasihnya.
"Tentu saja ingin menemani kekasihku ini!" Ucap Ken sambil menyentuh pipi sebelah kiri Viya dengan jemarinya.
"Gue baru tau ternyata setidak tau malu ini Lo, udah dibuang dari perusahaan bokap gue dan sekarang Lo malah ngemis sama gue, CKk...! Sinis Viya yang tanpa sadar mengundang amarah Ken. Laki-laki itu sama sekali tidak menunjukkan emosinya tapi justru berbicara dengan Seva lewat lirikan matanya.
"Kita lihat sayang, siapa yang bakalan mengemis nanti, kau apa aku!" dengan percaya dirinya Ken malah memeluk pinggang ramping Viya walaupun sudah ditepis gadis itu berkali-kali.
"Jangan mimpi Lo!" Ketus Viya dan kembali menenggak minuman di gelasnya. Ken tersenyum licik karena apa selangkah lagi rencananya akan berhasil dan kembali menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Dia tidak mungkin semudah itu melepas apa yang sudah menjadi miliknya, baik dari segi materi dan kedudukannya di Perusahaan keluarga Xavier, maupun posisinya di hati gadis itu. Hidupnya sudah terlalu enak dengan memanfaatkan gadis itu selama ini, maka dia tidak akan mungkin melepasnya lagi.
Sedangkan Viya saat ini tengah gelisah menahan rasa pusing yang teramat sangat di kepalanya, serta sensasi panas yang menggerogoti tubuhnya, Bahkan tanpa sadar dia sudah melepas jaket denimnya dan hanya menyisakan crop top tanpa lengan di tubuhnya.
"Kenapa sayang? Apa kamu menginginkan bantuanku?" Ken tertawa melihat Viya yang kini sudah gelisah meraba-raba tubuhnya sendiri dengan keringat yang sudah membasahi pelipisnya.
"Panaassss....g-gue...Kk-kenapahh...ssshhhh...!!!... Viya semakin meracau tidak jelas, saat ini dia sudah tidak tau apa yang bakalan terjadi dengan dirinya. Sementara Seva yang bergelar sebagai sahabatnya dan orang yang membawanya ke tempat ini hanya menonton saja tanpa berniat membantu sedikit pun.
"Sssee...T-ttol..longhh..g-gueehhh...! Viya semakin bergerak liar di sofa dengan menyentuh tubuhnya sendiri, sementara Ken fokus dengan kamera di tangannya.
"Teruskan sayang,...!" Kata Ken bahkan tangannya sebelah kiri ikut meraba perut gadis itu yang terekpose meski crop top di badannya masih melekat.
"Kau tidak akan bisa lepas dari genggamanku sayang!" Ucap Ken lagi masih dengan kamera ponselnya yang mengarah pada Tubuh Viya yang sudah tidak sadar dengan apa yang tengah ia lakukan saat ini.
"Sekarang saatnya permainannya kita mulai....! Ken hendak membopong Tubuh Viya dan membawanya untuk melancarkan rencana yang sudah ia susun tapi sebelum itu ia lakukan sebuah botol sudah lebih dulu menghantam keras kepalanya hingga darah segar mengalir deras dari kepalanya dan rasa pusing langsung membuatnya bergerak sempoyongan.
BUGh...!!!...BUGh!!!...BUGh!!!...
Tanpa belas kasihan Andra memukul Ken membabi buta, Amarah kini menguasai dirinya, bahkan tubuh Ken yang sudah tidak sadar masih menerima pukulan darinya, Andra sudah tidak peduli lagi Ken mati atau tidak, beruntung keamanan di club itu langsung menghentikannya.
"Tuan dia sudah tidak sadar!" Ucap salah satu petugas keamanan itu yang barusan menahan Andra.
Kemudian Andra menepis tangan yang menahannya tadi dan berjalan mendekati Seva yang sudah gemetar ketakutan melihat Bagaimana Andra menghajar Ken barusan.
"Sebrengsek ini Lo ternyata, Lo akan tau berhadapan dengan siapa Seva, jangan pernah main-main sama gue, gue pastikan mulai besok hidup Lo nggak akan tenang!" Ucap Andra masih dipenuhi amarah tapi dia masih sadar untuk tidak menghajar Seva.
Viya yang sudah tidak sadarkan diri langsung digendong dan dibawa pergi keluar dari Kyno's club oleh Andra, sesekali Andra masih mendengar hembusan nafas Viya yang menggelitik di telinganya. Sungguh Andra tidak akan bisa bayangkan apa yang bakalan terjadi jika saja dia terlambat datang.
Di mobilnya Viya semakin bergerak blingsatan efek dari Entah obat apa yang dimasukkan Seva ke dalam minumannya tadi. Bahkan saat ini crop top yang tadi masih melekat di tubuhnya kini sudah tersingkap ke atas memperlihatkan bra nya. Sebagai laki-laki yang normal dan bergelar sebagai Tunangannya tidak mungkin kalau Andra tidak tergoda tapi bukan itu yang harus ia pikirkan saat ini, ia semakin mempercepat laju mobilnya menuju apartemen atau hotel terdekat, Dia tidak mungkin tega membiarkan Viya tersiksa seperti ini.
Sesampainya di salah satu hotel yang tidak jauh dari club itu, Andra langsung membawa Viya ke kamar mandi dan mengguyur tubuh gadis itu di bawah shower, bukannya kedinginan ataupun sadar Viya malah melepas pakaiannya sehingga tubuh bagian atasnya sudah tidak tertutup sama sekali dan hanya menyisakan rok tutu yang panjangnya hanya sebatas lututnya.
"Akkhhh....ssshhhh...
Viya semakin bergerak dengan erotisnya di bawah guyuran shower sambil meremas dadanya sendiri, Dengan gerakan cepat Gadis itu sudah meraup bibir Andra dengan nafsu yang sudah berada di puncak. Bahkan tangannya sudah bergerak nakal menyentuh adik kecil Andra yang sejak tadi sudah bangun.
"Viya, aku nggak mau merusak kamu!" Ucap Andra setelah dengan kasar melepas ciuman Viya.
"Andra... Pleasehhhh... Tt-tolongghhh... Aaakkhhhuuu...aaakhh....Ssshhh...
Viya malah menyentuh miliknya sendiri mencari untuk kepuasan, kemudian dengan beraninya dia semakin memainkan milik Andra sehingga membuat Andra semakin hilang akal.
Melihat Tubuh seksi Viya di bawah guyuran shower, serta bibir nakalnya yang sejak tadi bermain di daun telinganya, membuat pertahanan Andra runtuh, bagaimanapun juga dia laki-laki normal dan butuh pelampiasan.
Tanpa menunggu lama lagi, Andra langsung menggendong tubuh Viya untuk dia bawa ke atas ranjang miliknya, mencumbu setiap lekuk tubuh kekasihnya itu tanpa melewatkan barang Seinci pun. Melahap niple merah muda itu yang sejak tadi sudah menantangnya, bahkan tangannya dengan mudahnya melepas Bawahan Viya sehingga saat ini tubuh gadis itu benar-benar polos tanpa sehelai benang pun.
"Aku nggak peduli walaupun kamu meminta berhenti sayang!" Ucap Andra disela-sela cumbuannya, jangan tanya bagaimana Viya sekarang ini yang sudah tidak bisa lagi berkata-kata hanya desahan maut yang keluar dari mulutnya.
Setelah mencumbu seluruh tubuh Viya, Andra kini Fokus memasukkan miliknya ke dalam milik Viya yang sudah sangat basah. Meski sulit tapi Andra tetap saja mendorong miliknya ke dalam liang kewanitaan Viya, meski gadis itu sudah meringis kesakitan.
"Aaaakkkkhhh.... Pekik Viya setelah Milik Andra sudah sepenuhnya tertanam di dalamnya, Andra tersenyum bangga, senakal-nakalnya Viya ternyata masih menjaga keperawanannya dan ia sendiri yang membobolnya. Mungkin setelah ini Andra akan mempercepat tanggal pernikahan mereka setuju atau tanpa persetujuan gadisnya itu.
Andra bergerak tak kalah erotisnya di atas tubuh Viya, keduanya berlomba mengejar pelepasan masing-masing, kini kamar hotel itu penuh dengan suara desahan mereka yang terdengar saling bersahutan. Mereka melupakan statusnya yang belum pantas melakukan hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
