Hari ini adalah hari dimana mereka harus meninggalkan posko KKN di desa karya Indah karena program KKN mereka sudah selesai dan mereka akan pulang kembali ke rumah masing-masing, setelahnya kembali disibukkan dengan tugas-tugas kuliah. Mereka juga sudah kerumah pak kades untuk berpamitan dan mengucapkan terimakasih atas segala dukungannya selama mereka di sini.
"Barang-barang kita masukkin ke mobil Andra aja!" Kata Rion yang langsung diiyakan Verrel dan Andra.
Danisha melirik sekilas ke Alvan, bahkan hanya melirik saja pipinya sudah merona lagi, dari semenjak bangun tadi pagi dia selalu menghindari pacarnya itu karena perasaan malunya, tanpa ia sadari sikapnya itu sudah membuat Alvan menggerung kesal.
"Barang-barang kamu udah semua ini?" Tiba-tiba Alvan bertanya pelan di telinga Danisha dengan raut wajah yang sangat datar, ketara sekali kalau Alvan tengah menahan kekesalannya.
"Uu..udah!" Jawab Danisha gugup.
Kemudian Alvan memasukkan barang-barang milik Danisha ke dalam bagasi mobilnya.
"Masuk!" Katanya menyuruh Danisha setelah semua barang Danisha masuk ke Bagasi, dan Danisha pun langsung menurutinya, ia takut melihat raut wajah Alvan jika serius begini.
Di mobil Alvan mereka hanya berdua saja, karena dua orang diantara mereka di jemput tadi, seperti Inggrid yang langsung dijemput oleh suruhan Ayahnya dan Viya yang dijemput kekasihnya. Sedangkan Ayu sudah pasti di mobilnya Rayyan bareng dengan Elisha, kalau di mobilnya Rion ada Raina dan Alex sedangkan di mobil Andra, dia hanya berdua dengan Verrel.
Di perjalanan pun Alvan masih diam fokus dengan jalanan di depannya, nggak ada obrolan sama sekali, Danisha pun hanya menundukkan wajahnya merasa canggung dengan sikap Alvan hari ini padahal Alasan Alvan mendiaminya karena tingkah dia sendiri.
Tiba-tiba Alvan menghentikan mobilnya dan parkir di seberang jalan, menghela nafasnya sebentar kemudian menatap ke pacarnya yang sedari tadi juga ikut diam.
"Kenapa menghindar dari aku?" Tanya Alvan langsung tanpa basa-basi sambil menatap tajam Danisha yang tengah memilin-milin jari di pangkuannya.
"Aku nggak menghindari kamu!" Bantahnya.
"Iya! Kamu hindari aku, dari tadi pagi kamu cuekin aku, kenapa sih?"
Danisha memilih diam nggak tau mau jawab apa, nggak mungkin juga kan dia mengungkit tentang ciuman mereka semalam.
"Kenapa diam? Salah aku apa sama kamu?"
Danisha masih diam, untuk menatap Alvan saja dia tidak berani, aura Alvan saat ini sangat menyeramkan menurutnya.
"Jawab Danisha!" Kata Alvan lagi seraya mendekatkan wajahnya ke Danisha.
"Sebelum kamu jawab, aku nggak mau jalan biar aja kita di sini sampai malam!" Ucap Alvan yang langsung membuat Danisha menatapnya.
"Kamu jawab jujur atau memilih tetap di sini!"
"Danisha.....! Alvan mulai jengah karena gadis itu tetap diam.
"Oke, berarti kita di sini saja sampai malam!" Kata Alvan sambil menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
Danisha muai panik saat menyadari dimana mereka sekarang, pasalnya tempat mereka berhenti sekarang sangat jauh dari keramaian, hanya ada pohon-pohon akasia yang berbaris di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Kemudian ia melihat Alvan yang masih bersandar di joknya sambil memejamkan matanya, sepertinya kekasihnya itu tidak main-main dengan ucapannya tadi. Mau tidak mau Danisha harus menahan rasa malunya daripada harus bermalam di sini.
"Maaf!".... Lirihnya pelan menyita perhatian Alvan.
"Aku nggak nyuruh kamu buat minta maaf, tapi jawab pertanyaan aku tadi kenapa kamu menghindar dari aku!"
"Aa..aku malu sama kamu!" Jawab Danisha pelan hampir tidak kedengaran.
"Ngomongnya yang jelas!"
"Aku malu sama kamu!" Ulang Danisha mulai kesal.
"Hhaaa???""" Malu? Malu kenapa?" Tanya Alvan lagi, dia benar-benar bingung dengan jawaban kekasihnya itu.
"Ya..malu aja!"
"Sumpah ya Danish!, aku benar-benar bingung loh sayang, tadi pagi tiba-tiba kamu cuekin aku terang-terangan, giliran aku tanya kamu bilang malu, tapi malau kenapa??" Tanya Alvan sambil meraup wajahnya gusar tapi kemudian dia sadar akan sesuatu.
"Atau kamu masih malu karena ciuman kita semalam?" Kata Alvan langsung membuat Danisha terdiam dengan wajahnya yang merona dan jantung yang sudah tidak karuan.
Pelan Danisha menganggukkan kepalanya, mengiyakan tebakan Alvan barusan, Alvan cengo sekaligus gemes melihat kekasihnya itu.
Alvan kini mengerti dan paham kenapa Danisha sampai menghindarinya, wajar saja karena Danisha baru pertama kali ini pacaran, dan dialah first kiss dan first lovenya, Alvan senyum-senyum kesenangan.
"Mau diulangi lagi nggak sayang?" Malah ditanya seperti sama Alvan untuk menggoda pacarnya .
"NGGAK!!!"...jawab Danisha cepat.
"Padahal enak lho, bibir kamu manis!"
"PLAAAKKKK!".. Danisha langsung memukul Alvan, dia nggak tau atau memang belum tau seperti apa tingkat kemesuman pacarnya itu.
"Sakit lho sayang!" Alvan mengusap bekas pukulan Danisha di bahunya.
"Makanya jangan mesum!"....
"Gitu doang dibilang mesum, nanti aku mesumin beneran lho!"
"PLAAAKKKK...!" Danisha memukul Alvan lagi tidak main-main.
"Kok dipukul lagi sih!"
"Biarin!
"Sakit loh sayang!"
"Buruan jalan!" Kita udah ditinggal jauh sama mobilnya Rion!" Kata Danisha mulai Kesal.
"Galaknya pacarku!.... Ucap Alvan seraya mencubit gemas pipi Danisha, kemudian menyalakan kembali mesin mobilnya dan melajukannya perlahan-lahan.
Meskipun sedikit kesal dengan keisengan Alvan barusan, tapi Danisha lega dan dia sadar seperti apa sikap Alvan yang sebenarnya. Alvan tidak suka didiamin dan menyuruh laki-laki itu menebak sendiri, kesabarannya tidak seluas kesabaran Verrel atau bahkan Alex yang sanggup membujuk Pacarnya sampai berjam-jam. Cukup kasihtau maka dia tidak akan marah dan langsung memaafkan tanpa harus minta maaf.
Danisha mulai belajar bagaimana sikap Alvan yang berbanding terbalik dengan sikapnya. Jika ia hanya memilih diam tapi tidak dengan Alvan, Baginya kalau ada masalah harus selesai detik itu juga. Dia tidak suka menduga-duga apalagi sampai berspekulasi yang tidak-tidak, baik katakan langsung bagaimana keputusannya itu soal belakangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
