"Kok diam terus sayang, masih sakit ya?" Tanya Alvan sambil melirik ke arah Danisha yang memang sejak tadi betah mengunci mulutnya. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan dari hotel menuju Rumah utama keluarga Alvan.
"Hmmm...? Danisha balas menatap Alvan.
"Kenapa diam terus?" Tanya Alvan lagi mengulang pertanyaannya sambil tangan sebelah kirinya menggenggam jemari Danisha, sedangkan yang sebelah lagi dipakai untuk nyetir.
"Nggak apa-apa, cuma lagi mikir aja tapi nggak penting kok!" Jawab Danisha seraya menyunggingkan senyum manisnya sehingga membuat Alvan gemes lalu mengusak rambut istrinya itu.
"Jam berapa janjian sama Inggrid?" Tanya Alvan karena tadi Ketika masih di hotel dia mendengar Danisha sedang telponan dengan Inggrid.
"Katanya sore soalnya yang lain kan pada kelar kampus dulu!" Sahut Danisha.
"Emangnya ada acara apaan sih kok aku sampai nggak dibolehin ikut!" Protes Alvan karena memang sejak tadi dia sudah meminta untuk ikut tapi istri cantiknya itu tetap menolaknya.
"Acara khusus cewek-cewek lho, emang kamu mau ikutan?"
"Kan nggak apa-apa sih sayang, aku nemenin kamu aja!"
"Pokoknya nggak boleh, atau kamu mau berubah jadi cewek?" Tanya Danisha iseng.
"Ngaco kamu!, ntar adonan kita nggak jadi lagi!" Protes Alvan mendengar pertanyaan iseng Danisha seraya menjawil hidungnya.
"Adonan???"
"Iya Adonan buat launching Oswald junior!" Kata Alvan terkekeh...
"Astaga...!!!... Kamu pikir kue apa pakai ngadon segala!" Kata Danisha yang nggak habis pikir dengan ucapan asal Alvan.
Nggak lama kemudian mereka sudah sampai di Rumah utama keluarga Alvan dan di sambut oleh senyuman bahagia Briyanna yang langsung memeluk Danisha.
"Selamat Datang Sayang!" Kata Briyanna sambil mencium pipi Danisha.
"Pak tolong turunin barang-barang dari mobil!" Ucap Alvan pada security yang sedang berjaga siang itu sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"Baik Tuan!"
Briyanna menggiring Danisha memasuki Rumah utama yang sepertinya sudah sejak tadi menunggu kedatangan mereka.
"Selamat Datang menantuku!" Ucap Aliksa begitu melihat Danisha dan memeluk menantunya itu.
"Nggak ke kantor pa?" Sapa Alvan sambil menyalami Aliksa bergantian dengan Danisha.
"Nggak, papa pengen menyambut menantu papa di rumah ini!" Jawab Aliksa membuat Danisha merasa terharu karena kehadirannya begitu di sambut dengan kasih sayang di keluarga Alvan.
"Makan dulu yuk sayang!" Ajak Briyanna namun langsung ditolak oleh Alvan karena sebelum berangkat tadi mereka sudah makan.
"Kita udah makan tadi ma sebelum kemari!"
Mereka semua sedang duduk di ruang keluarga.
"Gimana Al, kapan rencana mau pindah?" Tanya Aliksa pada Alvan karena sebelum menikah kemarin Alvan sudah membeli rumah untuk mereka tempati.
"Belum tau pa, gimana Danish aja nanti!" Kata Alvan sambil menatap Danisha.
"Lagian mau ngapain cepat-cepat pindah? Nginap di sini dulu!" Protes Briyanna karena sejak Alvan merencanakan untuk membeli rumah, Briyanna sama sekali tidak setuju karena ia ingin Alvan dan Danisha tinggal bersama mereka.
"Gimana Sayang, mau nginap di sini dulu atau kita langsung pindahan?" Tanya Alvan ke Danisha.
"Maaf, bisa nggak kita tinggal di sini saja?" dari dulu aku sudah sendirian terus, kalau kita pindah nanti sudah pasti aku juga akan sendirian di rumah karena kamu pasti kerja, kalau kita tinggal di sini kan ada mama jadi aku ada temennya!" Ucap Danisha lirih sambil menatap Alvan.
"Kamu memang menantu kesayangan mama!" Ucap Briyanna bahagia sambil memeluk Danisha.
"Tapi sayang, suami mu ini udah beli rumah lho!" Kata Alvan.
"Salah sendiri kenapa nggak bilang dulu!" Balas Danisha membuat Aliksa terkekeh sedangkan Alvan malah cengo.
"Ya sudah kamu istrahat ya sayang, mama udah siapin kamarnya biar kamu nyaman!" Ucap Briyanna.
"Kamar Alvan memang udah nyaman dari lho ma!"
"Siapa bilang menantu mama akan tidur di kamar kamu yang suram itu!" Protes Briyanna.
"Suram apanya?" Protes Alvan tidak terima.
"Kamar kok warna hitam udah kayak rumah dukun aja, gimana nggak suram coba?" Sewot Briyanna lagi membuat Danisha tertawa mendengar perdebatan ibu dan anak itu.
"Ayo sayang mama tunjukin kamarnya!" Ajak Briyanna yang langsung diiyakan oleh Danisha.
"Mama kamu terlalu bahagia Son karena kedatangan menantunya!" Ucap Aliksa yang juga ikut tertawa melihat tingkah kekanakan istrinya.
Alvan hanya tersenyum menanggapi ucapan Aliksa barusan, Dalam hatinya ia begitu senang melihat kedekatan Briyanna dengan istrinya, dua orang wanita yang paling berharga dalam hidupnya.
"Perusahaan lagi stabil sekarang, kapan kira-kira rencana bulan madu?" Tanya Aliksa lagi setelah Alvan mendudukkan tubuhnya di sampingnya.
"Belum tau pa, Alvan belum bicarakan sama Danish takutnya Danish masih sibuk di kampus!" Jawab Alvan karena memang ia sama sekali belum membahas tentang bulan madu dengan Danisha.
"Untuk sementara biar papa yang handle perusahaan, kamu ajak Danisha jalan-jalan atau sekalian bulan madu!" Kata Aliksa lagi.
"Terimakasih Pa!"
"Ya sudah kamu juga istrahat sana!"
Lalu setelahnya Alvan langsung beranjak menaiki tangga menuju kamar yang akan dia tempati bersama Danisha istrinya. Kamar yang sudah disiapin Briyanna, bukan lagi kamarnya yang suram itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
