Bab 155

633 51 0
                                        

Hari ini adalah hari pernikahan Ayu dan Rayyan,  momen yang sebenarnya sudah sangat lama dinantikan oleh keduanya, tapi selama ini selalu ada saja masalah yang membuat mereka harus menundanya. Di salah satu kamar hotel Ayu tengah di rias di temani oleh Danisha dan Inggrid. Tidak seperti pengantin pada umumnya yang tampak terlihat bahagia, Ayu malah diam membisu dengan raut wajah sendunya sehingga membuat Danisha menatap iba pada calon kakak iparnya itu.

"Ay, senyum dong!" Ucap Inggrid seraya duduk di samping Ayu.

Perlahan Ayu menunduk sambil memilin jemarinya yang saling bertaut.

"Apa yang membebani Lo Ay, Lo cerita ke kita!" Kata Inggrid lagi   menatap Ayu.

"Ini momen bahagia yang gue tunggu-tunggu seumur hidup gue, momen yang hanya terjadi sekali tapi kedua orangtua gue nggak bisa datang!" Kata Ayu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Memang, saat Keluarga Rayyan  melamar Ayu di rumah Verrel hanya  Orangtua Verrel Tuan Cavan dan Gracella yang mewakilkan,  kedua orangtua Ayu nggak bisa datang karena Keadaan Sang Ayah yang tidak baik-baik saja karena harus berurusan dengan medis karena gagal ginjal kronis yang di deritanya.

Saat itu Ayu bisa berlapang dada dan berharap saat hari pernikahan mereka keadaan sang ayah sudah membaik, tapi ternyata sehari sebelum pernikahannya justru sang ayah harus dilarikan ke rumah sakit itu sebabnya hari ini kedua orangtua Ayu nggak bisa datang dan menyerahkan Tuan Cavan selaku adiknya menjadi walinya.

Ayu sempat menunda sekali lagi pernikahan mereka mengingat kondisi Ayahnya yang semakin memprihatinkan tapi Undangan sudah terlanjur di sebar dan Ayahnya juga tidak setuju kalau pernikahan mereka di tunda itu sebabnya mau tidak mau pesta pernikahan mereka tetap dilaksanakan hari ini.

Danisha yang sudah paham permasalahannya  hanya diam dan menatap iba pada calon kakak iparnya itu.

"Sini peluk!" Kata  Danisha yang langsung membawa Ayu ke dalam pelukannya,  begitu berada dalam pelukan Danisha Tangisi Ayu langsung pecah bahkan terdengar menyesakkan hati.

"Udah dong Ay, gue jadi ikut nangis ini!" Inggrid ikutan memeluk Ayu, air matanya ikut tumpah melihat sahabatnya menangis seperti ini di momen bahagianya. Bahkan para periasnya ikut menitikkan air matanya padahal mereka tidak tau apa pokok permasalahannya.

"Lho ...kok nangis-nangisan kayak gini?"  Ucap Gracella tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga perempuan cantik itu nangis sambil berpelukan.

"Ayah pasti sembuh kan Tante?" Tanya Ayu lirih menatap penuh harap pada Gracella. Sesungguhnya Gracella juga ikut sedih melihat keponakannya itu tapi sebisa mungkin ia akan menghiburnya.

'kita berdoa ya sayang mudah-mudahan Ayah kamu cepat sembuh!"

"Ayu takut banget Tante!" Kata Ayu lagi di sela-sela tangisnya.

"Semua pasti baik-baik saja sayang!" Ucap Gracella yang kemudian langsung memeluk keponakannya itu.

"Tante, boleh nggak ijab Qabulnya di rumah sakit aja, biar ayah sama ibu bisa ikutan hadir?" Tanya Ayu penuh harap yang dibalas senyuman hangat oleh Gracella.

"Tunggu ya biar Tante bilang ke Om kamu dan keluarga Rayyan biar diurus semua!" Ucap Gracella lagi yang langsung diiyakan oleh Ayu.

"Ay, lo tenang ya semua pasti baik-baik saja, hari ini adalah hari bahagia Lo,  tenang ya jangan nangis lagi, make up Lo nanti luntur!" Lirih Inggrid yang tidak berhenti menenangkan Ayu pun Danisha juga sedari tadi menggenggam jemari Ayu, berusaha mencoba memberi kekuatan.

"Sayang!"

Rayyan masuk ke dalam kamar dan menatap Ayu khawatir. Setelah Gracella memberitahu keinginan Ayu tadi, Rayyan langsung mendatangi gadisnya itu ke kamarnya.

"Kita siap-siap yuk, kita ke rumah sakit sekarang!" Ajak Rayyan yang langsung diiyakan oleh Ayu.

Make up Ayu dibenahi lagi karena sedikit  luntur karena sedari tadi tidak berhenti menangis, baru setelahnya mereka keluar dari kamar itu untuk siap-siap melaksanakan ijab qabulnya di rumah sakit karena semuanya sudah beres diurus oleh Reinard  dan sudah mendapat ijin dari pihak rumah sakit.

Alvan langsung mendekati Danisha setelah istri tercintanya itu keluar dari kamar dan bergabung bersama mereka, begitu juga dengan Rion yang juga mendekati Inggrid.

"Kenapa matanya merah gitu? Nangis tadi?" Tanya Alvan karena paras istrinya itu sangat terlihat jelas seperti orang baru nangis.

"Kasihan sama Ayu!" Sahut Danisha dengan mata yang langsung mengembun.

"Kita doakan saja semoga pernikahannya lancar dan semuanya baik-baik saja!" Kata Alvan lalu setelahnya mencium  pelipis istrinya itu.

"Al, berarti ini resepsinya ditunda atau bagaimana?" Tanya Verrel yang datang bersama Elisha

"Nggak tau gue!" Jawab Alvan.

"Andra sama yang lain mana?" Tanya Verrel lagi.

"Udah duluan kayaknya, yuk kita juga gerak!" Ajak Alvan dan mereka pun langsung beranjak meninggalkan  ballroom hotel menuju salah satu rumah sakit tempat dimana Ayahnya Ayu di rawat untuk melangsungkan proses ijab Qabul mereka.

KKN (Kelar Kuliah Nikah )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang