Sungguh rasanya Danisha ingin melempar Alvan ke benua Antartika sana kalau seandainya Rayyan ada di sini mungkin Danisha sudah menyuruh laki-laki itu untuk melempar Alvan ke segitiga Bermuda sana saking kesalnya dia, bagaimana tidak kesal Alvan malah dengan beraninya membuat lagi tanda kemerahan di lehernya bahkan di rumah nya sendiri. Padahal kedua orangtuanya beserta para maid ada di rumah itu tapi Alvan selalu punya ide untuk mengelabui Danisha agar mau diajak ke suatu tempat meski masih dalam pekarangan rumahnya untuk menyalurkan kemesumannya, bahkan dengan tengilnya malah bilang kalau itu hukuman ke dua Danisha. Bagaimana tidak kesal Danishanya.
"Sayang, udah dong merajuknya!" Rayu Alvan seraya berlutut di depan Danisha.
" Sekarang bilang gimana caranya aku menutupi ini di depan mama Briyanna!" Ucap Danisha setelah sejak tadi mendiami laki-laki di depannya itu.
" Pakai plester kayak kemarin aja!" Jawab Alvan enteng.
"Dan Mama Briyanna pasti tau Al!"
"Biarin aja, mereka juga pernah muda kok!"
"Sumpah deh! Rasanya aku mau suruh Rayyan buat ngelempar kamu!" Ucap Danisha sewot menahan kekesalannya.
"Ellleeehhh...kelakuan Abang kamu itu juga sama kayak aku sayang!" Sahut Alvan tersenyum ganteng.
Sedangkan Danisha hanya mendelik kemudian mendengus.
"Kalau nggak percaya tanya aja ke Ayu!" Kata Alvan lagi, ya kali Danisha menanyakan hal memalukan seperti ini ke Ayu.
"Sayang udah ya merajuknya hmmm...!" Bujuk Alvan lagi sambil menggenggam jemari Danisha.
" Aku pulang ya!" Kata Danisha justru membuat Alvan langsung mendudukkan dirinya di depan Danisha dan menatap dalam netra cantik kekasihnya itu.
"Kok pulang? Pasti kamu masih merajuk!" Lirih Alvan sendu malah membuat dia tampak lucu di mata Danisha.
" Aku nggak mungkin nginap sini Al, lagian udah malam!" Kata Danisha.
"Tapi jangan merajuk lagi ya!"
"Iya, aku nggak merajuk, cepet sana ambilin Plesternya!" Kata Danisha mendorong Tubuh Alvan agar beranjak dari dekatnya.
"Ya udah, tunggu bentar ya sayang!" Ucap Alvan sambil membubuhkan kecupan hangat di puncak kepala gadisnya itu. Setelahnya dia langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Lain halnya dengan Elisha yang kini duduk diam dengan perasaan canggung, pasalnya baru semalam Verrel mengingatkannya untuk bersiap-siap kalau nantinya Grasella mengundangnya ke rumah dan hari ini ucapan Kekasihnya itu bagaikan Doa yang langsung terkabul.
Ketika baru saja ia pulang dari kampusnya tadi, tiba-tiba sebuah nomor asing menghubunginya dan ternyata si pemilik nomor itu Grasella ibu dari Verrel kekasihnya. Jangan ditanya lagi darimana Grasella mendapat nomor ponselnya yang sudah pasti ia tau dari Ayu ataupun Verrel sendiri yang mungkin memberitahunya.
Meski perasaan Canggung begitu ketara dari sikapnya sejak baru pertama datang tadi tapi sebisa mungkin Elisha harus bisa mengatasinya, malu dong kalau sampai dia takut ataupun gugup gitu di depan Grasella padahal baru semalam dengan beraninya dia memanggil Grasella dengan sebutan ibu mertua.
"Jadi sudah berapa lama kalian pacaran?" Tanya Grasella seraya menatap Elisha lamat-lamat.
"Saya kurang tau pasti Tante, tapi semenjak dari kita KKN!" Jawab Elisha yang kemudian merubah panggilannya.
"Lalu, kapan Verrel merencanakan pertunangan kalian?" Tanya Grasella lagi.
"Seminggu yang lalu Tante!"
"Terus kamu langsung setuju begitu saja padahal jelas-jelas Verrel belum memberitahu kami!"
"Siapa bilang saya langsung setuju Tante, bahkan saya menolak mentah-mentah tapi anak Tante itu sangat keras kepala malah merajuk sampai mendiami saya selama tiga hari!" Sahut Elisha sedikit ngegas dan suara yang sedikit keras.
"Emangnya kenapa kok kamu sampai menolaknya!" Tanya Grasella lagi yang tanpa Elisha sadari sebenarnya ibu dari kekasihnya itu sedang mencari tau seperti apa sosok dirinya yang sebenarnya.
"Gimana saya nggak menolak Tante, orang Verrel ya langsung ngajak nikah dan asal Tante tau umur saya baru dua puluh tahun!" Ucap Elisha membuat Grasella hampir saja tertawa karena gemas melihat gadis di depannya itu misuh-misuh. Tapi Grasella cukup terkejut saat Elisha mengatakan kalau umurnya baru dua puluh padahal harusnya kalau dilihat dari kuliahnya yang sudah semester akhir Elisha sudah beruumur sekitar dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun.
"Bagaimana bisa kamu masih dua puluh tahun?" Kata Grasella.
"Saya Aksel Tante!"
Sekarang Grasella paham darimana asal keberanian dan pandai bicaranya gadis di depannya ini, ternyata Gadis itu bukan orang yang sembarangan, meski sedikit bar-bar tapi jenius.
"Lalu ceritanya kalian baikan?"
" Saya bujuk Verrel dan bersedia tunangan dulu!" Jawab Elisha.
"Berarti kamu terpaksa?"
"Siapa bilang? Nggak mungkin saya Terpaksa Tante soalnya Anak Tante itu ganteng dan berduit pula!" Sahut Elisha blak-blakan. Bukannya ilfil Grasella justru terpesona dengan watak dan cara bersikap gadis di depannya itu. Tidak seperti kebanyakan gadis yang bersikap pura-pura untuk mencari simpatinya, dan Grasella yakin kalau Elisha juga bukanlah gadis yang penggila uang karena Grasella bisa melihat dari cara berpakaian gadis itu, bahkan aksesoris yang dia pakai saja bukanlah Barang-barang biasa.
"Terus kamu sudah cerita ke orangtua kamu kalau Verrel ngajak kamu Tunangan?"
"Verrel yang bilang ke mama!"
"Verrel sering ke rumah kamu?"
"Nggak juga Tante, paling kalau pas nganterin aku aja, tapi Verrel sengaja datang ke butik mama untuk memberitahu!" Kata Elisha yang sedikit demi sedikit membuat Grasella mengenal keluarga Elisha.
Setelah sesi tanya Jawab dadakan yang diadakan oleh Grasella, akhirnya Grasella mengajak Elisha untuk makan malam sambil menunggu Verrel pulang dari kantor bersama Tuan Cavan Ayahnya.
"Panggilan ibu mertua kelihatannya bagus!" Kata Grasella sambil menggiring Elisha ke meja makan dan tak lupa juga ia memberikan senyumnya kepada calon menantunya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KKN (Kelar Kuliah Nikah )
Teen FictionKKN Universitas Nusa Bangsa di sebuah desa yang pada akhirnya melahirkan cerita manis diantara Mahasiswa dan Mahasiswi KKN itu... Kisah yang belum usai, Cinta segitiga, Dan Jatuh cinta terangkum menjadi satu cerita... #BTS #EXO #NOTBL #KKN #au
