Chapter 120 • Semakin gelap

76 11 0
                                    


"A-apa yang-"

Bwossh! Kazekage melesat cepat sebelum Ebizou menyatakan keterkejutannya atas kata-kata sang pemimpin ketiga Suna. Naruto meluruskan kepalanya dan menyeringai. Dia melesat cepat ke depan dan meladeni adu taijutsu sang Kazekage.

Duakh! Kedua kepalan tangan bertemu saat keduanya meninju lurus ke arah wajah masing-masing lawan. Kazekage menganalisis kecepatan Naruto. Pertanyaan terbesar di kepalanya adalah bagaimana Naruto bisa menghilang dari serangan besar Ebizou lalu muncul tiba-tiba di dekat mereka seperti mengunakan Hikari Sunshin.

'Padahal dia tidak membuat tanda-tanda menempelkan Fuinnya yang merepotkan itu?' Kazekage memandang kaki kiri Naruto yang masih tertancap tombak pasir besinya. Tidak disengaja, matanya melihat sebuah gumpulan kegelapan berukuran bola tenis melesat cepat ke belakangnya lewat bawah kaki mereka. Mata Kazekage menajam.

Swiing! Sang Uzukage sudah berada di belakang Kazekage ketiga sambil melayangkan pukulan tangan kanannya yang dilapisi elemen kegelapan. Kazekage menggerakkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya sehingga tombak pasir besi yang menancap betis kiri sang Uzukage melesat cepat ke atas lalu menusuk lengan kanan Uzukage yang tidak dilapisi Meiton.

Bunyi Crashhh menjadi bukti bahwa pasir besi itu berhasil melukai lengan kanan Naruto, sementara pukulan tangan kanan Naruto sedikit meleset karena tusukan tombak tersebut dan hanya menggores pipi kiri sang Kazekage. Kazekage sendiri melompat ke arah depan beberapa kali lalu membalikkan badannya menghadap ke arah Naruto yang tetap menyeringai walaupun lengan kanannya ditembusi tombak pasir besi tersebut.

'Hanya terkena aura kegelapan di tangannya membuat pipiku tergores,' Kazekage mengelap tetesan pelan darah di pipinya menggunakan telunjuk tangan kanan 'Apalagi jika wajahku tadi terkena langsung, wajah ini pasti langsung hancur! Heh...' Kazekage menyeringai tipis.

'Teknik menghilang dan muncul tiba-tibamu sudah terkuak, Yondaime Uzukage...' Kazekage menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada 'Kegelapanmu ternyata bisa menjadi media sunshin yang berbahaya...bahkan lebih mudah dan simpel dibandingkan prinsip kerja Hikari Sunshin-mu,'

Sebuah gumpalan kegelapan sebesar bola tenis melesat cepat ke arah Kazekage. Sementara Naruto sendiri mencabut tombak pasir besi Kazekage dari lengan kanannya, luka tusuk di lengan kanan dan kaki kirinya menghilang. Elemen kegelapan nampaknya yang menyembuhkan luka tersebut.

'Kau menamakannya dengan apa, Yondaime Uzukage? Meiton Sunshin kah?' mata Kazekage mendelik tajam ke arah kakinya ketika gumpalan kegelapan itu berhenti.

Swiing! Naruto sudah berada di depannya dengan teriakan kencang. Tangan kanannya melesat ke arah kepala Kazekage dengan cepat. Kazekage memiringkan kepalanya dan pukulan itu hanya menerbangkan rambut-rambut sang Kazekage ke udara. Kazekage dengan cepat melesatkan tangan kanannya ke arah leher Naruto

GREP!

"Akan kuhancurkan lehermu menjadi debu..." Kazekage menatap penuh teror ke arah Naruto yang meringis kesakitan ketika lehernya dicekik kuat oleh sang Kazekage "...Wahai Pemimpin Uzu."

Di dalam mindscape Naruto, Sumi-Kyo Zero tertawa pelan. Dia memandang tajam sosok Naruto yang menundukkan kepala di hadapannya. Seluruh tubuh pemimpin keempat Uzu itu sudah ditutupi gelembung-gelembung chakra berwarna hitam pekat. Hanya leher dan kepala sang Uzukage saja yang belu ditutupi oleh Meiton kebencian.

"Kau masih lemah, Naruto...masih lemah. Kebencianmu masih kurang," Zero maju selangkah dan mengangkat dagu Naruto menggunakan jari-jari tangan kanannya. Dia memandang tajam mata biru Naruto yang memandangnya hampa.

"Jika kau mati saat ini, maka istrimu akan langsung diekskusi oleh 5 desa besar, rakyatmu akan dibantai habis dan Uzushiogakure benar-benar akan menjadi..." Zero mendekatkan mulutnya ke telinga Naruto dan berbisik halus "...Sampah!"

Sampah!

Sampah!

Sampah!

Sampah!

Sam...pah?!

Mata biru Naruto melebar kencang dan perlahan-lahan gelembung kegelapan itu naik menutupi lehernya. Zero mundur beberapa langkah dengan tawa kekehan penuh kelicikan.

'Marah dan bencilah, tumpukkan kegelapan hatimu sekarang uzumaki Naruto...maka,' Zero mengepalkan tangan kirinya sangat kuat hingga urat-urat tangannya tercetak jelas di sana '...Maka aku akan bangkit, aku akan bangkit setelah disegel oleh kedua perempuan itu! Aku akan bangkit setelah disegel dua Miko sialan itu!' mata Zero menajam, pupil salib terbaliknya terlihat bergoyang pelan seperti riak air.

'Sang Iblis Moryo akan bangkit ketika kau kalah oleh kegelapanmu, Yondaime Uzukage..khukhukhu...setelah aku bangkit, maka aku akan membalaskan dendam hatiku karena telah disegel oleh Ibumu dan Ibu Istrimu...Dunia Shinobi akan merasakan kemarahan dari sang Iblis karena telah berani menentangnya!'

Treng! Treng! Treng! Treng! Treng! Lonceng Shion berbunyi berkali-kali seperti memberikan alarm kepada Sang Ratu bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi. Shion memandang lonceng pemberian ibunya dengan wajah cemas, dia kemudian memandang sang suami yang sedang dicekik oleh Sandaime Kazekage dalam pertempuran dahsyat tersebut. Perlahan-lahan luka tusukan di lengan kirinya, bekas pertarungan melawan Tsuchikage, meneteskan darah.

Sang Ratu harus menyelamatkan suaminya, sebelum sesuatu yang besar akan bangkit. Lonceng pemberian ibunya kembali berdentang membuat hati Shion menjadi sangat tidak tenang.

Ramalan Rikudou Sennin, lonceng dan kedua ibu yang menyegel sang Iblis...Takdir telah ditentukan di awal cerita untuk kedua pasangan elegan tersebut!

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang