"Keterlaluan! Para baji*gan itu memperlakukan mayat pelayanku seperti ini!" saat sudah berada 6 langkah di depan mayat Uzumaki tersebut, aku merasakan menginjak sesuatu. Suatu benda yang kukenal saat retinaku beralih ke lantai.
Sebuah topi dewan kepercayaanku, yang sedikit robek dan dihiasi noda darah. Aku mundur selangkah karena kaki kananku menginjak topi tersebut dan menutupi angka dewan pemilik topi itu. Saat itulah emosiku semakin membuncah saat melihat nomor kanji di topi dan membuat dadaku terasa perih.
Angka kanji 7 yang dihiasi noda darah tercetak jelas di sana. Di bawah topi itu aku dapat melihat sekumpulan uban-uban tipis yang juga dihiasi darah. Aku membungkuk untuk mengambil topi tersebut dan akuaku tak tahu harus bagaimana! Ini yang tak kusanggupini yang tak mau aku lihat!
Melihat hal seperti ini saja membuatku benar-benar down sebagai jiwa pemimpinapalagi jika aku melihar rambut Yahiko yang dihiasi darah, kepala Nagato atau tubuh Konanugh! Kami-samaaku mohon jangan biarkan itu terjadi. Apalagi jikaapalagi jika aku melihat sesosok tubuh wanita yang bersimbah darah, dengan rambut pirang kepucatannya yang halus dan wajah bonekanya yang sulit dilupakan. Jika itu terjadi dan aku melihatnya
Aku benar-benar gagal sebagai seorang pemimpin dan Shinobi
"Gomen, Dewan ketujuhaku tidak bisa melindungi desakau bilang aku lebih baik daripada ayahku karena tidak menangis saat adat suci pernikahan para Uzumaki. Te-tetapiaku tidak bisa melindungi desaa-akuaku hanya sampah yang mendapatkan gelar Uzukage ini karena ayahku sebelumnya Uzukage ketiga-"
DHUAAARHHHH!
Aku menoleh cepat ke samping kanan. Arah suaranya berasal dari ruang tamu istana. Aku berlari ke sana dan terlihat patung Shodaime Uzukage jatuh dari tempatnya dan hancur berkeping-keping menjadi pecahan patung yang menyedihkan, dengan diselimuti oleh tumpukan salju yang semakin tebal. Patung itu pasti sudah retak dan rubuh karena ditimpa salju yang semakin banyak turun dari langit. Benar-benar situasi yang suram. Kejayaan Uzu benar-benar sudah sirna.
Aku pun meletakkan topi dewan ketujuh di atas pecahan kepala patung Shodaime Uzukage. Aku kembali ke ruang tengah dan menurunkan mayat pelayanku yang tertancap di dinding, lalu membaringkannya secara layak. Selama lebih dari satu jam aku mengelilingi seluruh istana dan tidak menemukan apa-apa. Yang dilihat oleh mataku hanya puing-puing istana, pecahan-pecahan patung, vas bunga, guci dan alat penghias istana lainnya, mayat-mayat para Uzumaki, alat-alat ninja yang berserakan di mana-mana, dan bercak-bercak darah pembantaian. Aku keluar dari istana saat matahari sedikit mulai meninggalkan tugasnya untuk digantikan sang bulan. Aku berada di Taman Uzu saat sunset matahari menerpa iris mataku dan taman yang kuharapkan tetap bertahan dengan keindahannya kini menjadi sebuah lapangan tanah kosong tanpa sisa. Perasaanku mengatakan bahwa di sini pasti sudah terjadi pertempuran hebat, karena tanah-tanah di Taman Uzu retak dengan celah yang besar dan bergelombang seperti habis diterpa gempa. Aku dapat melihat mayat-mayat Shinobi Uzushiogakure yang mengapung di kolam Taman Uzu. Air kolam itu sendiri menjadi merah pekat dan lalat-lalat berterbangan di sana, hinggap di mayat-mayat tersebut dan bau busuk menguarmembuat hidungku terasa sakit. Aku tidak peduli dengan bau ini. Demi para Uzumaki, aku terjun ke kolam dan mengeluarkan mayat-mayat para Shinobi hebat ini dari dalam air dan meletakkannya satu-persatu dengan layak di atas tanah taman. Saat semua mayat sudah selesai diletakkan di tanah, aku berdoa kepada Kami-sama supaya roh-roh Shinobi ini tenang di alam sana.
Aku pun mengelilingi Taman Uzu kurang lebih 30 menit. Mayat-mayat yang tersangkut di pohon, ataupun berada dalam posisi tidak layak, aku benarkan dan kudoakan kepada Kami-sama. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mereka. Aku juga menemukan bangku di mana aku dan Shion hampir melakukan tindakan kurang senonoh akibat emosi dan nafsu yang sedikit meluap. Bangku itu patah dua dan tergeletak terbalik di tanah. Kenangan indah yang kini menjadi saksi bisu menyedihkan. Saat keluar dari Taman Uzu, hujan salju menjadi semakin deras. Aku berlari cepat menuju bangunan hotel yang rubuh. Uap kedinginan keluar dari mulutku dan tubuhku mulai sedikit menggigil. Aku berlindung di bawah dinding yang roboh ke tanah dalam keadaan miring, dan membentuk ruang segitiga yang bisa dimasuki satu orang dewasa. Kutatap kantor Uzukage yang sepertinya habis terbakar di depan kiri hotel ini. Pikiranku melayang kembali ke Shion

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanficNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...