Chapter 90

97 11 0
                                        

31 Desember, Iwagakure

Iwagakure saat ini sedang sibuk. Semua ninja bertitel Genin maupun Chunnin membantu keluarga Tsuchikage menyiapkan segala aspek untuk menyukseskan acara besok. Jika ada yang bertanya acara apa besok? Tentu saja ada pernikahan akbar antara Kitsuchi, anak Tsuchikage dan seorang Duda, dengan Ratu Negeri Iblis Shion-sama, seorang janda dalam tanda kutip. Jelas saja, suaminya belum meninggal...

Para Chunnin ditugaskan Oonoki untuk mengambil beberapa ember air suci di kolam Iwa yang berisi batu-batu keramat di tengah kuil batu. Beberapa lagi menghias jalan utama desa dengan berbagai kain-kain serta tali besar berwarna-warni di atap-atap rumah warga. Jangan lupa terpancang tiang-tiang bendera mengibarkan bendera berwarna-warni yang meriah. Para Genin mendekor gedung khusus untuk pernikahan yang berada 15 meter dari kantor Tsuchikage, juga memberikan pernak-pernik sana sini di halaman. Beberapa wanita terlihat menjahit di depan halaman gedung yang diterangi lampu sorot raksasa. Anak-anak berlarian senang di jalan sambil meniup balon berwarna-warni. Sesekali mereka menerbangkan balon atau meledakkannya sebelum dimarahi orang-orang dewasa.

Tak kalah di bidang dekorasi yang Oonoki anggap berkualitas tinggi, keamanan pun tidak luput dari perhatian kakek tua tersebut. Dia sudah menyuruh 100 Jounin Iwa menyusuri tepi desa secara berkala tiap 1 jam sekali untuk mencegah menyusupnya musuh. Beberapa ninja Iwa ditempatkan di batu-batu raksasa yang menjulang di tepi pusat desa dilengkapi teropong jarak jauh. Tiap kali para ninja Iwa memeriksa bagian barat, utara, timur dan selatan desa menggunakan teropong tersebut. Sebagian ninja menempel beberapa kertas fuin yang dapat mendeteksi orang asing jika berhasil lolos dari pengamatan tim pengawas tepi desa.

Jangan lupa divisi khusus di skuad militer Iwa yang disebut Explotion Stone Ninja Team yang diketuai Deidara, beranggotakan Gari si Kekkai Genkai peledak, Han si Jinchuuriki ekor lima dan Roshi si Jinchuuriki ekor empat. Divisi yang paling ditakuti di Iwa itu sedang berada di titik-titik rawan desa untuk mencegah penyusup masuk. Deidara sejak pukul 7 malam sudah berkeliling terbang di atas Iwa dengan burung tanah liatnya. Sesekali dia mengambil tanah liat di kantong penyimpan tanah liat tersebut dan membentuk patung laba-laba yang bisa meledak. Dei tersenyum. Seni adalah ledakan merupakan prinsip seniman yang indah.

"Di sini Garidi sini Garimasuk, ganti."

Deidara menggerutu karena pengguna Bakuton itu menghubungi walkie-talkienya saat ia sedang sibuk dengan seni ledakannya. Dengan malas Dei mengangkat alat komunikasi itu dan merespon kontak dari Gari.

"Deidara masuk, ada apa Gari? Ganti un"

"Gari masuk, di sini aman Deiganti."

Pelipis Deidara muncul urat kemarahan.

"Jika tidak apa-apa kenapa kau menghubungiku?! Ganti un"

"Tidak apa-apa, aku hanya bosan berdiri di bagian selatan Iwa. Hanya menatap hutan-hutan gelap. Ganti"

"Un."

"Hei! Siapa yang mengejek trademark-ku tadi un?! Ganti"

"Un."

"Aku tahu itu suaramu Gari, keparat kauganti un."

"Un."

"Ooy, itu kau kan Han? Ganti un"

"Itu Roshi, ganti."

"Haah! Itu suaramu sialan! Suara ini persis dengan suara yang mengejek trademark-ku tadi un! Ganti un"

"Roshi ahli mengubah suara Dei, ganti"

"Kalian tahu kenapa Iwa mudah diserang desa lainnya, karena ada sekelompok orang bodoh seperti kalian yang bergabung dalam Divisi elit ini"

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang