Tangan kanan Naruto memegang erat ujung syal yang dia buka dengan cepat. Syal tersebut berkibar lurus pelan di samping lehernya. Safirnya menajam. Tanda dari Naruto membuat 10 orang yang pura-pura mendaftarkan anak mereka sebagai peserta Ujian Chunnin Kiri segera bertindak cepat. Mereka dengan sigap melempari 10 kunai peledak secara bersamaan ke atas. Ledakkan dahsyat terjadi secara bersamaan. 9 orang lainnya bergerak cepat masuk ke areal gedung yang dipenuhi asap dan api ledakan. Naruto menggerakkan handseal-nya.
Salju
Salju yang masih tetap turun
Dia harus menyelamatkan istrinya sebelum salju itu berhenti turun!
"Fuinjutsu: Garasu Kabe!" Naruto segera berlari cepat mengelilingi areal gedung. Saat berlari, di belakang Naruto muncul tanda-tanda fuin yang langsung berubah menjadi dinding kaca merah muda tebal. Naruto memejamkan matanya. Dia cepat. Dia harus cepat sebelum 7 ninja Kiri menyadari pergerakannya.
Sementara di atap gedung, di mana Kushimaru, Jinpachi, Jinin dan Mangetsu berdiri mengawasi, keempatnya saling menoleh dan menganggukkan kepala. Kushimaru dan Jinpachi melompat turun menuju kepulan asap hitam tebal di bawah mereka. Mangetsu mengangkat pedang kembar Kiba-nya ke atas. Semburan petir melesat dari pedang Kiba-nya menuju ke langit dan membuat langit yang menurunkan salju berubah gelap. Mangetsu kemudian menggerakkan handseal dengan cepat.
"Suiton: Kou!"
DRAASSHH! Dengan diiringi petir yang menyambar, salju yang tadi turun indahnya di Kiri digantikan hujan lebat yang membuat kepulan-kepulan asap tebal hitam di areal bawah gedung sedikit menipis.
'Dengan kombinasi Raiton: Ikazuchi no Kiba dan Suiton: Kou, aku akan buat para pemberontak bodoh itu tewas di sini' Mangetsu menyeringai tipis 'Dapat menguasai 7 pedang Kiri memang menyenangkan!'
"AKU HARAP DAPAT BERTEMU PEMBERONTAK YANG BERHASIL MEMUKUL WAJAHKU DAN KISAME SAAT DI LAUT!" Kushimaru berdiri dengan tegak di lantai halaman gedung. Dia dapat melihat para warga sipil berlarian tanpa arah yang jelas akibat ketakutan dengan serangan mendadak tersebut. Salah seorang pria menabrak tubuhnya dan Kushimaru langsung menusuk leher orang tersebut dengan pedang Nuibari-nya.
"Apa yang kau lakukan bodoh!" kata Jinpachi yang sudah dulu mendarat di bawah. Dia mempersiapkan pedang peledaknya "Yang boleh kita bunuh adalah para pemberontak sialan itu"
"Orang-orang Kiri ini membuatku muak. Baru saja serangan teri seperti ini membuat mereka panik" Kushimaru segera berlari menuju kepulan asap tebal di sisi kirinya. Dia menolak tubuh seorang anak kecil yang menghalangi jalannya.
"Dasar psikopat" Jinpachi menoleh ke kanan dan kirinya. Yang dia lihat hanya warga Kiri yang ketakutan dan berteriak minta tolong. Beberapa diantaranya saling bertabrakan dan terjatuh. Jinpachi juga dapat melihat seorang anak kecil duduk menangis dengan keras.
'Kushimaru benar jugalama-lama menyebalkan juga melhat para orang lemah Kiri ini' Jinpachi menoleh ke kiri saat sebuah kunai melesat ke arahnya. Dia mengayunkan pedang Shibuki-nya dan ledakan langsung terjadi. Asap tebal berhembus di depan wajahnya. Jinpachi mundur tiga langkah, dia tahuakan ada pergerakan dari sisi samping kanan ataupun kirinya. Matanya melirik ke kiri
Nihil
'Kanan!'
Jinpachi mengerutkan alisnya. Nihil juga. Dia mengeratkan pegangan pada pedangnya saat asap akibat ledakan pedangnya perlahan-lahan menghilang.
'Tidak ada siapa-siapapemancingan kah?' Jinpachi menyeringai tipis 'Asyik juga Rebellion ini'
Sementara di sisi barat gedung, Hoshigaki Kisame berdiri dengan wajah penuh nikmat sambil mengadahkan kepalanya ke atas. Matanya terpejam nyaman dan seringaian bibirnya tetap menemani wajah seramnya. Hujan yang menimpa wajahnya diikuti cipratan darah yang juga turun ke wajahnya seperti jatuhnya hujan. Kisame kini sedang mengangkat Samehada dengan tangan kanannya, di mana di ujung Samehada tergeletak tubuh pejuang Rebellion yang kepalanya terus mengeluarkan darah segar akibat sayatan tajam pedang berduri tersebut. Kisame menghempaskan tubuh tersebut ke tanah dan menatap kejam 3 tubuh pejuang lainnya yang juga sudah tergeletak tak berdaya. Kisame terkekeh pelan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...