Chapter 135 • Pemandian Air Panas

106 11 1
                                        

Menurut kalian, Haku itu berkelamin apa?

"Baiklah, pertanyaan itu akan dijawab di tempat ini!" Utakata menanggalkan kimononya perlahan dengan wajah menggebu-gebu. Naruto memandang datar pengawalnya tersebut, bahkan agak geli dengan cara Utakata melepas kimono birunya dari bahu yang diturunkan ke bawah. A yang mendengarkan percakapan tersebut menoleh ke arah Utakata dan memandang ingin tahu.

"Maksudmu si laki-laki berwajah ayu itu?"

"Ya ya ya!" Utakata mengepalkan tangan kirinya sangat kuat. Tangan kanannya melepas ikat kimononya dengan lemah gemulai.

"Uoooh, itu ide bagus Utakata-san, mungkin kita memasuki..."

Utakata dan A saling berangkulan.

"CERITA PEMANDIAN AIR PANAS! HAHAHAHAHAHA!"

A dengan mata berapi menunjuk tembok bambu yang berada di kolam air panas tersebut. Di sana sudah berendam Raikage ketiga dan Killer Bee yang nge-rap di bawah ketek Raikage dengan kepala tercelup-tersembul di air panas tersebut. Di samping mereka ada Shibuki yang sedang tidur.

"BAIKLAH!" A mendengus pelan, sangat keluar dari karakternya "KITA AKAN MENUNJUKKAN KEPADA SEMUA PRIA DI SINI APA ARTI PETIR SEBENARNYA! PETIR SURGA HAHAHAHAHAHA!"

Utakata ikutan tertawa, sementara Naruto yang sedang memasang handuk kecil di pinggangnya hanya memandang sweatdrop.

'Aku tak mengerti, di mana bagian lucu dari lawakan garing itu...' Naruto menyiram kepalanya dengan air dingin kemudian mengibaskan rambut merahnya yang berstyle jabrik. Saat dia ingin mencelupkan seluruh tubuhnya ke kolam air panas agar merasakan sensasi nyaman tersebut, Utakata menepuk bahu sang Uzukage dan berbisik dengan tajam.

Masalahnya bukan suara tajam Utakata, tapi ketajaman kata dari bisikan tersebut.

"Kau kan belum pernah melihat Full-Body dari Shion-sama, Naruto-san...ini-lah kesempatanmu melihat bagian dari P-P-P istrimu!"

"APA ITU P-P-P! P-KUN KAH?! KAU BILANG ISTRIKU PUNYA P-KUN?!" teriak Naruto kesal. Utakata membuat gerakan diam dengan jari telunjuknya.

"Jangan keras-keras Uzukage baka, P-P-P itu bukan P-jiji, tapi..." Utakata berubah mode serius, matanya menajam dengan cahaya merah bak iblis "Jelaskan, A-san khekhekhe..."

"P itu Payu****, P satunya Pan***, dan P terakhir...itu ano, ukuran...emm..."

"P***" kata Raikage ketiga dengan suara geraman pelan. Semua melongo memandang pemimpin ketiga Kumo tersebut.

"Tou-san, kau...." A tercengang. Utakata menunjuk wajah Raikage dengan jari telunjuk bergetar.

"Ra-Raikage-sama, an-anda..."

Naruto menaikkan alisnya kebingungan. Mereka ingin mengatakan Raikage ketiga mesum kah?

"ANDA DEWA!" teriak A dan Utakata sembah sujud, yang langsung di-geplak Raikage pakai 4 jari nerakanya.

Setelah semua keributan itu, semuanya masuk ke dalam kolam air panas dengan handuk putih di kepala mereka. Naruto bersandar di tepi kolam sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Wajahnya terlihat berpikir. Tunggu dulu, tidak mungkin sang Uzukage terpengaruh bisikan setan nan bejat Utakata. Naruto meringis pelan membayangkan Shion, ehem, telanjang di depannya. Dengan dipenuhi kabut asap air panas, dia membayangkan Shion membelakanginya sambil berkata...

"Onii-chan~, main sini yok..."

'Kuso! Kenapa aku membayangkan hubungan Incest Loli-sialan! Aku tahu Shion memiliki tubuh yang cukup kurus, tetapi menurutku dadanya...dadanya...' Naruto menggelengkan kepalanya sangat kuat sehingga handuknya sedikit berantakan. Mata Naruto membulat. Dia merasakan mendengar suara opera kematian di telinganya.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang