Chapter 148

39 1 0
                                    

"Yo...sudah sadar, para Ninja Konoha?"


Jiraiya yang sedang duduk di ranjang dan berbicara dengan Raikage memandang cepat ke arah sumber suara. Tsunade memajukan kepalanya melihat sosok yang berjalan penuh langkah tenang mendekati mereka. Itachi dan Kakashi jelas langsung menatap penuh kagum ke wajah pemimpin yang katanya dijuluki Uzukage terkuat dalam sejarah Uzu tersebut. Jelas saja, saat dikatakan sudah tewas dalam insiden penghancuran Uzu, Yondaime Uzukage muncul seperti hantu dan berhasil mengubah alur dunia Shinobi bersama sisa-sisa rakyatnya. Kini Konoha yang telah menghancurkan Uzushiogakure perlu meminta bantuan dari pemimpin desa tersebut.


"Aku mendengar soal Yahiko, kami turut berduka cita..." kata Jiraiya denga wajah sedih. Tsunade juga. Naruto mengangguk mengerti. Dia tidak boleh kembali larut dalam kesedihan yang mengoyak hatinya, dia adalah pemimpin Uzu yang seharusnya menguatkan hati-hati orang yang dipimpinnya.


"Terima kasih, Jiraiya-san. Jadi...apa oleh-oleh yang kalian bawa?"


"Maaf Uzukage-sama, bolehkah saya yang menyampaikan?"


Naruto melirik ke arah pemuda tampan dengan dua kerutan di dekat hidungnya tersebut. Sang Uzukage mengangguk pelan.


"Danzo berhasil menguasai Konoha setelah menggunakan Mira no Kami dan Sharingan Uchiha Shisui yang memiliki kemampuan menguasai pikiran seseorang. Semua klan Uchiha yang memberontak kemungkinan berhasil dibunuh oleh Danzo, juga pihak-pihak yang menentangnya berhasil ia lumpuhkan. Tetua Homura dan Koharu kemungkinan dikurung di suatu tempat, beberapa petinggi desa yang penting juga pasti di sana. Keadaan Konoha sangat kacau, Uzukage-sama."


Naruto mengangguk mengerti. Danzo sialan...dia sudah menyiapkan payung yang sangat rapat untuk rencananya. Mencuri Mira no Kami saat insiden Hachibi di Kumo, lalu menggunakan Sharingan seorang Uchiha. Naruto tahu kekuatan Mira no Kami sebagai salah satu peninggalan Rikudou Sennin selain Benihisago dan kawan-kawannya. Cermin itu bisa merefleksikan suatu jutsu dalam skala besar tanpa menguras chakra terlalu banyak karena keluasan efek jutsu dipancarkan oleh pantulan cermin tersebut. Naruto yang saat itu ingin mengambil cermin tersebut juga memiliki tujuan yang sama, ingin menguasai keadaan desa-desa lainnya menjadi lebih mudah agar saat penyelamatan Shion tidak memerlukan banyak waktu, strategi dan ninja-ninjanya. Tetapi sekali lagi, Danzo bergerak lebih cepat dan tangkas.


"Naruto-sama, memang ini tiba-tiba...tetapi kami pikir hanya anda yang bisa melakukannya. Bahkan gurumu, dan juga guruku, Sandaime Hokage pernah berpesan kepadaku..."


Naruto melirik ke arah Jiraiya yang berbicara kepadanya dengan suara tajam.


"Bahwa akan datang waktunya kau butuh mempelajari satu atau dua Ninjutsu agar menjadi Uzumaki yang kuat. Hanya menguasai Fuinjutsu juga tidak baik bagi Pemimpin sepertimu..."


Naruto mengerti alur atau arah pembicaraan Jiraiya selanjutnya.


"Aku ingin anda menguasai beberapa jutsu, agar anda bisa mengalahkan kekuatan Danzo yang semakin kuat."


Naruto tersenyum lalu memandang ramah Jiraiya.


"Aku tertarik, sensei...hm," Naruto memandang bertanya ke arah Jiraiya dengan senyuman kikuk "Boleh kupanggil anda begitu?"




Kumogakure, 14 Januari


Jiraiya terkekeh mendengar nada bertanya Naruto yang dibuat polos. Salah satu Sannin itu tertawa renyah kemudian memegang perutnya karena masih merasakan sakit jika tubuhnya terguncang. Tsunade tersenyum sambil memejamkan matanya, lagipula Jiraiya memang orang tipe ceria. Saat desanya dalam keadaan yang sangat genting, pria bersurai putih panjang berduri itu masih sempat mengeluarkan emosi positif di hatinya.


"Boleh-boleh. Aku sangat senang mendengarnya," Jiraiya kembali memasang wajah serius "Kita tak punya banyak waktu lagi, Uzukage-sama. Aku hanya berhipotesis bahwa Danzo belum sepenuhnya menguasai orang-orang Konoha dengan gabungan Sharingan Uchiha Shisui dan Mira no Kami, tetapi jika dia sudah menguasai semua pikiran orang-orang Konoha, bukan tidak mungkin Danzo mempengaruhi Daimyo Negara Api agar mendukung Konoha mengadakan perang melawan desa yang melanggar perjanjian perdamaian 5 desa besar..."


"Danzo berani melakukannya sendiri?" tanya Naruto.


"Dia berani. Dia yakin akan kekuatannya, Uzukage-sama..." Kakashi memandang ke arah lantai, nampak berpikir "Dia punya seorang Shinobi Anbu Ne yang sangat mengerikan...aku yakin kau pasti mengetahuinya, Itachi..."


Itachi melirik sekilas Kakashi, pemuda tampan dengan mata tajam itu memandang ke depan, lalu memandang pemimpin Uzushiogakure. Uzumaki Naruto memiringkan kepalanya, Itachi menghela napas lalu mengangguk. Dia setuju dengan apa yang dikatakan Kakashi.


"Dia-lah yang mengalahkan Shisui dan mengambil mata kanannya. Padahal Shisui adalah salah satu Uchiha terbaik di Konoha. Danzo punya aset yang bagus." Naruto menggeram pelan. Danzo...nama orang itu benar-benar membangkitkan emosinya, tetapi ketenangan yang selalu dijaga membuat wajah Uzukage tetap tidak menampilkan ekspresi meluap-luap tersebut, Naruto hanya berpikir...


Danzo tidak mungkin berani melawan 4 desa besar lainnya, dia hanya sendiri. Mau sekuat apapun personil-personil Konoha, tanpa sekutu maka kekuatan itu bagai titik cahaya di ribuan cahaya Galaksi. Naruto berpikir sejenak. Surat ancaman...tidak, surat pelecahan Danzo terhadap 4 desa yang membuat Konoha seolah-olah minta diserang. Naruto sudah tahu strategi penyerangan balik dari belakang dan pertahanan Konoha yang sangat kuat, tetapi jika Danzo berani menyerang-ingat, bukan diserang-4 desa lainnya, maka Naruto tidak dapat membayangkan logika berpikir pemimpin tersebut. Mira no Kami...Sharingan Uchiha Shisui dengan kekuatan Genjutsu terkuatnya...


"HAH?!"


Semuanya memandang kebingungan kepada Naruto yang tiba-tiba tersentak kaget. Naruto berjalan mondar-mandir sambil memegang dagunya. Sesekali dielusnya dagu tersebut. Jiraiya menaikkan alis kanannya melihat perilaku dari pemimpin Uzu tersebut.


"Anda masih memikirkan tentang kemustahilan Konoha untuk menyerang 4 desa besar?"


Naruto menganggukkan kepala. Dia berhenti tepat di depan wajah Jiraiya dan memandang datar Sannin bersurai putih tersebut. Sang Uzukage melirik ke arah Tsunade lalu Itachi dan Kakashi.


"Ada apa, Uzukage-sama?" tanya Kakashi sopan.


"Aku memikirkan kemungkinan terburuk yang Danzo lakukan. Bukan hanya mengejek 4 desa besar dengan keyakinan atas pertahanan desanya...Danzo pasti mengirimi surat-surat bujukan kepada desa-desa dan Negara kecil untuk bergabung dengan Konoha, pasti juga menjanjikan sesuatu yang menarik jika aliansi mereka menang..."


"Maksud anda?" Tsunade menggantung pertanyaannya, karena dia agak mengerti dengan kata-kata hipotesis Naruto.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang