18 Desember, Takigakure
Perjalanan menuju Desa Taki akhirnya bisa dipersingkat menjadi 2 hari 1 malam karena bantuan Sumi-Kyo Hayaide. Tanggal 18 Desember di sore hari, Naruto bersama 3 pengawalnya sudah berada di depan gerbang Takigakure dan bercakap dengan penjaga gerbang di sana. Haku yang menjadi duta pembicara berhasil melobi penjaga tersebut untuk diantar menuju Tuan Shibuki, pemimpin Takigakure.
Naruto memandang pohon raksasa yang meneduhi Takigakure. Hal tersebut pasti membuat suasana siang hari ketika musim panas di desa ini terasa nyaman, sayang sekarang adalah musim dingin. Sang Uzukage dapat melihat landmark air terjun beberapa ratus meter di sisi kirinya, yang nampak berguna untuk persawahan para petani Takigure di bawahnya. Jalan menuju kediaman Kepala Desa adalah sebuah jalan lurus besar yang muat dilalui 100 jejeran gerobak yang bergerak searah. Jalan yang sangat luas. Di tepi-tepi jalan terlihat kebun-kebun, terdiri atas kebun buah dan sayur yang sedang ditutupi salju. Namun Takigakure dapat menjelaskan bahwa mereka adalah desa makmur dan tentram. Desa yang selamat dari kekacauan perang-perang Dunia Shinobi.
"Tunggu sebentar." Kata penjaga yang mengantarkan mereka dan menaiki undakan tangga di samping kiri mereka. Dia berbicara dengan penjaga yang menunggu di ujung atas undakan. Mereka berbisik beberapa menit, akhirnya penjaga gerbang yang mengantarkan Tim Naruto mengangkat tangan dan menyuruh keempatnya naik ke atas.
"Ayo, ikuti Tuan ini!" kata penjaga tersebut sambil menunjuk penjaga yang berbisik dengannya tadi. Dia turun ke bawah sementara Naruto dan yang lainnya naik ke atas. Suara gesekan antara sepatu dan salju di anak tangga terdengar seperti kunyahan kerupuk ikan kering. Beberapa salju jatuh dari satu anak tangga ke anak tangga di bawahnya. Saat sampai di bagian paling atas undakan, Naruto dan yang lainnya dapat melihat kediaman Shibuki yang berbentuk seperti rumah adat suatu bangsa Asia. Atapnya yang terbuat dari bata merah tertutupi salju. Atap tersebut meruncing di bagian belakang atas dan melengkung ke bawah. Di depan atas bangunan, ada sebuah simbol dengan tulisan kanji yang dibaca "Taki."
"Menarik." Gumam Naruto datar. Utakata melirik Naruto dengan pandangan kebingungan. Mereka pun berjalan menuju kediaman kepala desa dan melepas sepatu tepat di depan teras bangunan. Yugito merapatkan syalnya, angin dingin terasa tak nyaman di tengkuknya. Dia berada paling belakang saat penjaga tadi membukakan pintu geser di hadapan Naruto. Yugito memfokuskan pandangannya saat melihat sesosok pria muda berambut panjang dengan warna coklat gelap. Matanya hitam bagai tumpukan tinta kental. Dia memakai kimono biru kehijauan gelap dengan garis kuning serta syal merah yang melilit lehernya. Yugito dapat melihat celana panjang abu-abu gelapnya yang melipat. Shibuki duduk bersila dan tersenyum ramah. Yugito maju beberapa langkah dan melihat sang Uzukage membalas senyuman Shibuki dengan senyuman juga. Senyuman ramah yang menawan.
"Silahkan duduk, Uzumaki-san" kata Shibuki sopan. Entah kenapa Yugito senang mendengar keramahan tersebut.
"Terima kasih Shibuki-sama" Naruto bersama 3 pengawalnya duduk di lantai berkayu tersebut. Aneh. Bukan merasa dingin oleh kayu, lantai di ruangan tersebut terasa hangat. Utakata, Haku dan Yugito duduk di belakang sang Uzukage. Naruto bersila di hadapan Shibuki dan menghela napasnya perlahan.
"Nahsaya terkejut karena mendengar ada Uzumaki lainnya yang ingin bertemu Sara-chan. Tetapi sejauh mata saya memandangmaaf, tidak ada sosok berambut merah di sini."
"Karena saya memakai wig ini, Shibuki-sama." Naruto melepas wig-nya perlahan. Pupil Shibuki nampak sedikit bergetar. Dia memandang serius Naruto saat Uzumaki muda itu meletakkan wig kuningnya di lantai dan menampakkan rambut jabrik merahnya yang kental. Warna merah khas Uzumaki yang mudah dikenali.
"Apa juga warna kulit itu palsu?" Tanya Shibuki langsung. Nada suaranya menjadi lebih tajam. Naruto tersenyum dan mengangguk.
"Ya, hebat anda bisa menebaknya Shibuki-sama."

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...