Unknown, 26 Oktober
Waktu terus berlalu. Aku yang masih terbaring di ranjang hanya bisa mendengar obrolan tidak penting antara Zetsu spiral dan Zetsu putih ataupun obrolan serius antara Zetsu putih dan Uchiha Madara. Semuanya berlangsung dari 4 hari yang lalu hingga sekarang. Tempurung lutut kiriku masih terasa sakit dan juga tidak dapat digerakkan. Aku terpaksa masih terbaring di atas ranjang dan menatap langit-langit tempat ini sambil memikirkan nasibkudan juga kekalahanku.
"Hei Adios-"
"Namaku bukan Adios. Aku Uzumaki Naruto"
"Yak, Uzumaki Adios Naruto" kulirik mahluk berwajah spiral itu. Mahluk ini keras kepala atau bodoh?! Cih! Biarkan sajaterserah dia mau memanggilku apaitu tidak akan mengubah apapun.
"Bagaimana kabarmu?" dia bertanya kepadaku dengan kaki kanan yang diangkat tinggi-tinggi seperti gaya wanita sedang beryoga. Mahluk itu menggerakkan pinggulnya berputar 360 derajat.
"Aku baik baik sajasampai kau datang mendekati ranjangku." Aku menjawab dengan jujur.
"AKH!" dia memegang dadanya "Kau kejam Adios-"
"Aku bukan Adios! Aku Uzumaki Naruto"
"Pokoknya kau kejam. Hemkau tidak berterima kasih kepadaku, orang yang telah membuatkanmu tangan baru dan mengeluarkan sisa-sisa absorbs racun di tubuhmu"
Racun?! Aku sedikit tertarik. Kutatap Zetsu spiral dengan pandangan tajam.
"Racun yang menyebabkan lumpuhnya seorang?" tanyaku cepat. Dia mengangguk mantap.
"Akulah yang mengeluarkan racun pelumpuh badan itu, Uzumaki Naruto bin Adios-"
"Sudah kubilang" kupotong kata-kata Zetsu putih yang tadi tiba-tiba berbicara. Mahluk ini juga memanggilku Adios?!
"Yap. Aku yang mengeluarkannya. Kau beruntung racun ini belum melumpuhkan otakmu dan hanya melumpuhkan sistem sarafmu." Zetsu putih terkekeh pelan. Dia memegang pelipis kirinya dengan tangan kiri "Jika sudah sampai di otakuff, kau akan benar-benar lumpuh dan perlahan-lahan kontrol sistem sarafmu pasti rusak."
"Kau tahu bagaimana racun itu masuk? Lewat luka? Udara? Sentuhan? Atau hanya dengan menatap pelakunya?" Kuperhatikan Zetsu putih menggosok hidungnya dengan cepat menggunakan tangan kanannya.
"Tidak lewat luka ataupun udara. Racun itu masuk ketubuhmu melalui mulut. Kau diberi entah makanan atau minuman yang berisi racun itu dan voila, saat kau memasukkannya ke mulut"
"Aku mengerti." Kutatap wajah Zetsu putih yang tiba-tiba berubah semakin serius.
"Atau racun itu masuk lewat udarahm? Lewat luka tidak mungkin. Yang pastinya luka-lukamu tidak ditemukan adanya racun. Yang pastinya masuk lewat cara normal tanpa kau ketahui. Kemungkinan besar udara, atauah aku bingung!" Zetsu putih kembali memegang pelipis kirinya menggunakan tangan kiri.
Jadi aku dapat kesimpulan baru, racun itu masuk ke tubuhku bukan saat pertarungan melawan 7 ninja Kirigakure jika racun itu diasumsikan masuk lewat mulut. Jika lewat udara, bisa dikatakan saat itu ataupun sebelumnya. Tetapi jika aku diberi racun sebelum pertarungan melawan 7 ninja Kiri, kenapa aku tidak langsung lumpuh saat itu juga?! Kenapa aku tidak lumpuh di Uzu?! Kenapa aku malah lumpuh saat di perjalanan suciku?!
Kulihat Zetsu spiral dan Zetsu putih berdebat sedikit tentang buang air besar. Madara di daerah gelap itu nampak tertidur. Saat seperti itu saja, aura jahatnya masih menguar jelas dan terasa di hatiku.
Kutatap kembali langit-langit tempat ini. Tak terasa aku kembali membayangkan pertarunganku melawan 7 Ninja Kirigakure. Juga pertarunganku melawa Sandaime Raikage dan Sandaime Kazekage. Ingatanku berputar-putar di sana. Sesekali melesat ke arah kenangan indah bersama Shion, kembali melintir ke pertarungan, dan mengingat sedikit apa yang terjadi di pertarungan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
