Naruto memiringkan kepalanya. Dia memandang wajah boneka istrinya dengan cengiran khas. "Dan kenapa aku menerimanya Ratu?"
"Hilangkan cengiran mesum itu dari wajahmu..."
"Hee? Kau selalu menyebutku mesum," Naruto berbalik dan menyenderkan punggungnya di tepian pagar jembatan "Padahal aku adalah suami hebat yang berhasil menahan hasrat nafsu malam pertama karena-"
Naruto dipitak Shion sehingga kepala sang Uzukage berasap. Shion berjalan meninggalkan Naruto yang masih mengusap kepalanya perlahan. Dentuman kembang api tidak muncul lagi, kemungkinan Panitia Festival akan menyiapkannya pada waktu semakin larut malam, sebagai pesta penutupan Festival.
Keduanya pun bersenang-senang di Festival tersebut. Tanpa sadar, Naruto dan Shion saling beradu kemampuan sebagai "Sang Jago" di Festival dengan bersaing memperebutkan hadiah paling banyak.
"Ahahahaha, kau tidak bisa permainan mengambil ikan ya Shion. Jaringmu bolong terus." Naruto mengejek istrinya yang terus-terusan gagal dalam permainan menjaring ikan mas. Wajah Shion sekilas terlihat tidak terpengaruh ejekan tersebut, tetapi alisnya berkedut kesal karena harga dirinya dipermalukan oleh seonggok permainan ini.
"Coba lihat aku," ditambah kompor-kompori ala Naruto tentu saja membuat Shion semakin kesal. Naruto mengangkat tinggi jaring-jaringnya seperti gaya Ultraman mau berubah, sengaja bergaya berlebihan di depan istrinya, lalu menciduk ikan mas itu dengan kecepatan tinggi. Mata Shion melebar shock, dalam satu cidukan, Naruto berhasil mendapatkan 30 ekor ikan. Tentu saja dia sangat tidak bangga dengan hasil tersebut, apalagi prestasi Naruto sebagai ahli penciduk ikan tak dapat dibanggakan.
"Jadi Shion, karena aku menang denganmu di Game ini, maka kau harus memberi kecu-"
"Permainan yang tidak menarik..." kata Shion dengan nada datar sambil meninggalkan Naruto yang jatuh sweatdrop karena sifat angkuh istrinya.
"Ooy Shion, ooy...kau menolak kesepakatan pertama kitaa!"
Keduanya kembali melanjutkan permainan-permainan yang ada di Festival, hingga Naruto berhasil memberikan Shion sebuah boneka beruang besar berwarna coklat karena memenangkan permainan melempar tumpukan piramid gelas. Shion menerima boneka itu dengan wajah tak berekspresif, tetapi alisnya berkedut pelan karena semua permainan yang mereka lakoni dimenangkan oleh Naruto.
Keduanya duduk di sebuah bangku taman di Pusat Kumo sambil makan Takoyaki, kue khas Festival Musim Semi yang terbuat dari acar jahe, fermentasi serpihan ikan, isian mayones dan taburan gurita. Naruto meniup kue itu dengan wajah lucu lalu melahapnya sambil menyengir manis. Shion meletakkan boneka beruang besar itu di samping kanannya dan melahap kue Takoyaki dengan anggun.
"Hm..." Naruto mengusap pelan bibirnya, lalu membenarkan jaket hitam yang telah ia pasangkan ke badannya. Dia melirik sekilas ke arah Shion yang masih memakan kue tersebut dengan wajah tenang.
"Hei, tunggu dulu Shion."
Shion menghentikan makannya. Dia memandang Naruto dengan pandangan kebingungan. Naruto tersenyum ala Pangeran sambil mengusap bekas mayones yang ada di sudut bibir kanan Shion. Mata Shion sedikit membulat dengan perlakuan romantis suaminya.
'Hehehe...pasti setelah ini Shion akan menutup matanya lalu kami akan berciuman di tengah letusan kembang api,' Naruto berusaha menahan senyum licik dan mesumnya 'Kau jenius Uzumaki Naruto, ini-lah taktik dan strategi seorang pria hebat yang tak pernah men-jomblo lama...' Naruto langsung menggerakkan tangan kanannya untuk memegang dagu Sang Ratu. Mata birunya memandang Shion sangat lekat. Naruto akui, mata boneka itu begitu mempesona di wajah angkuh dan tak berperasaan tersebut. Dia benar-benar beruntung sebagai seorang pria bisa mendapatkan wanita seperti Shion. Dia juga begitu bersyukur sebagai suami bisa mendapatkan istri seperti Shion...
Naruto menutup matanya dan memajukan wajahnya mendekati wajah Shion yang terenyuh dengan sikap Naruto. Kembang api raksasa meledak dahsyat di langit, menandakan waktu sudah semakin malam.
Shion menutup matanya, lalu meninju hebat wajah Naruto hingga sang Uzukage terpental ke belakang dengan mata memutih shock.
"BA-BAKA! A-apa yang kau lakukan Uzukage hentai!" Shion langsung berdiri dan memeluk boneka beruangnya. Dia berbalik memunggungi Naruto dengan kepala tertunduk ke bawah. Naruto bangkit kebingungan sambil mengusap pipinya yang ditinju sang Ratu.
"Datanglah lagi kepadaku," Shion memeluk erat boneka beruangnya "Ketika kau berhasil mengalahkan Danzo!"
Mata biru Naruto melebar.
Shion berlari meninggalkannya di tengah ledakan indah kembang api. Naruto bangkit perlahan sambil tetap mengusap pipinya yang terasa panas.
Datanglah lagi kepadaku ketika kau berhasil mengalahkan Danzo? Naruto tersenyum tipis. Dia sudah tahu arti yang sebenarnya dari perkataan istrinya. Mau apapun keputusan yang ia buat di tanggal 23 Januari nanti, Shion akan mendukungnya. Dia mengerti arti 'Datanglah lagi kepadaku' itu...Naruto mengepalkan tangan kanannya dengan lubang hidung kembang-kempis.
'Malam pertama pastinya!' batin sang Uzukage dengan wajah beringas.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanficNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...