Chapter 22 | 3 Pesan dari Masa Lalu

165 15 0
                                    

Normal POV

Uzushiogakure, 29 November

"Demi Saiken yang bercahaya dan Haruki yang dikelilingi hutan, atas nama segel yang kuat, hidupkan tanda kekuatan kita."

"Bacalah yang pertama, lalu pikirkan tentang Fuutari. Kemudian bacalah yang ketiga."

"Putuskan ketiga lainnya, lihat dari atas, kau akan melihat itu di tengah, jangan di Kuil suci, ambil kekuatan Uzukage."

3 pesan dari nisan para Uzukage terdahulu. Uzumaki Naruto, sang Uzukage keempat dan dijuluki Prodigy Uzumaki kembali memikirkan 3 pesan tersebut. 3 pesan yang selalu dikatakan mendiang ayahnya saat beliau hidup. Naruto berdiri menatap ke arah luar, melihat salju yang turun dengan lembut di desa Uzu, desa yang kini tinggal kenangan.

Naruto menutup matanya dan berpikir keras. Saat sedang berkonsentrasi dengan otaknya, terdengar kembali cicitan tikus dan derapan kaki kecil mahluk pengerat itu yang berlari ke luar ruangan. Naruto membuka matanya perlahan. Sebuah gulungan ninja berguling di lantai dan tertahan di tepi pintu. Naruto menaikkan alisnya perlahan. Dia berjalan mendekati gulungan ninja tersebut dan mengambilnya perlahan.

"Pasti akibat tikus" gumamnya pelan. Dia memutar-mutar scroll ninja tersebut di tangan kanannya sambil memikirkan tentang arti dari pesan para Uzukage terdahulu.

"Segel" gumam Naruto saat membaca kertas segel di gulungan itu. Naruto menghembuskan napasnya perlahan. Entah kenapa tiba-tiba dia teringat sesuatu. Uzumaki muda itu memiringkan kepalanya dan keningnya berkerut menandakan otaknya sedang berpikir.

"Segel ya" katanya pelan. Dia mengangguk perlahan.

"Demi Saiken yang bercahaya dan Haruki yang dikelilingi hutan, atas nama segel yang kuat, hidupkan tanda kekuatan kita."

'Ternyata pola pesan para Uzukage ini benar-benar rumit. Perintah utamanya tetap ada di pesan Uzukage pertama!' Naruto segera melompat ke arah jendela kantornya dan mendarat di tanah dengan melakukan rolling ke depan, agar daya jatuh tubuhnya tidak membuat kakinya kesakitan. Uzumaki muda itu segera berlari cepat ke Gerbang Saiken dan berdiri di depan gerbang tersebut dengan kepala tegak. Matanya menatap tajam gerbang kekuatan tersebut. Naruto menggerakkan handseal dan menghempaskan telapak tangannya ke tiang sebelah kanan Gerbang Saiken.

Naruto melakukan hal yang sama pada Gerbang Fuutari, Haruki, dan tiga gerbang suci Uzushiogakure. Naruto menggunakan Fuinjutsu penghubung khas Uzumaki. Setelah itu dia masuk cepat ke kantornya dan menghancurkan langit-langit ruangan kantornya dengan empat kali tendangan cepat ke atas sambil melompat. Naruto naik ke atas atap kantor Uzukage melalui lubang yang dibuatnya dan berdiri tegak di atas kantor Uzukage dengan wajah pemimpin yang mulai bersemangat. Mata biru lautnya kembali sedikit lebih bercahaya daripada beberapa waktu yang lalu.

"Fuinjutsu: Rinku Uzumaki" Naruto menggerakkan segel tangannya dengan gerakan rumit "Kai!"

Sringggcahaya berpendar keemasan keluar dari gerbang-gerbang yang telah Naruto lepaskan segelnya dan cahaya-cahaya itu membentuk garis lurus yang tepat menembak ke pusat tengah koordinatnya, yakni kantor Uzukage. Naruto melirik keadaan sekitarnya dengan cepat. Tiba-tiba di halaman depan kantor Uzukage muncul tiga tiang raksasa dengan tinggi 10 meter dari atas tanah. Gumpalan salju di tanah jatuh ke bawah akibat getaran munculnya 3 tiang besar tersebut. Naruto dapat melihat ukiran-ukiran khas Uzumaki di seluruh bagian tiang. Sang Yondaime Uzukage terjun dari atap kantor dan bergerak cepat mendekati 3 tiang tersebut. Mata safirnya menatap takjub saat membaca tulisan kanji di bagian tengah tiang. Suatu kalimat yang membuat hatinya berdebar dan membara.

"Demi Uzushiogakure, aku berikan ini untuk kemenangan kita, kemenangan para Uzumaki. Shodaime Uzukage."

Mata safir Naruto melirik ke arah kalimat di tiang kedua.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang