Chapter 133

85 11 1
                                    

Konohagakure, 8 Januari

Midoru Shizukesa tersenyum tipis. Beberapa bercak darah menempel di wajah cantiknya, menandakan bahwa dia telah melakukan sesuatu yang mengerikan. Mata lentiknya menatap tembok-tembok berdarah tersebut dengan tenang. Ada lambang Uchiha di sana.

"Seminggu setelah Jutsu Pengendali menggunakan Mira no Kami dan Koto Amatsukami Uchiha Shisui, semuanya berjalan dengan lancar." Shizukesa melirik ke belakang saat 10 Anbu Root muncul di belakangnya dengan sigap.

"Semua desa sudah berada di kendali kita, Midoru-san. Klan Hyuuga sudah setengahnya berada di kendali Mira no Kami, begitu pula Klan Akimichi, Klan Nara, Klan Yamanaka, Klan Sarutobi, Klan Inuzuka, Klan Aburame dan semua Klan yang berada di Konoha. Semuanya sudah berada di bawah Kendali kita..."

Shizukesa tersenyum tipis mendengar laporan tersebut. Danzo-sama pasti senang mendengarnya. Seorang Anbu Root bertanya dengan nada gugup.

"Ano...apa Klan Uchiha juga berhasil kita kendalikan lewat Mira no Kami dan Jutsu Koto Amatsukami?"

"Tidak, mereka punya Sharingan yang bisa mengetahui jutsu pengendali pikiran tersebut..." Shizukesa melempar kunainya yang berdarah tepat menancap di simbol Uchiha di sisi kanannya.

"Maka kubantai mereka semua agar tidak melawan kekuasaan Danzo-sama..." Shizukesa menyeringai tipis

"....SENDIRIAN!"

Semua shock mendengar kalimat dingin yang keluar dari mulur Midoru Shizukesa. Anbu Root terbaik tersebut membantai para Uchiha dengan tangannya sendiri?! Tanpa bantuan orang lain?

Sementara di atas malam Konoha tanggal 8 Janurai tercetak bayangan mata Mangenkyou Sharingan yang melingkupi langit desa tersebut. Bayangan mata itu seperti cahaya yang berasal dari senter besar, yang ditembakkan ke langit menjadi penghias mengerikan Konoha. Mangenkyou Sharingan itu adalah pola Mangenkyou milik mata Shisui.

Danzo memandang Mira no Kami yang dicuri Uchiha Izumi dari Kumogakure. Cermin itu berada di atas atap kantornya, menjadi senjata utamanya untuk menguasai para warga Konoha secara makro. Di depan cermin itu ada bola mata Shisui yang dipantulkan oleh Mira no Kami dan diproyeksikan ke langit menjadi cahaya proyektor raksasa.

"Semua ninja terbaik Konoha," mata Danzo yang tidak ditutupi perban terbuka "Sekarang mendukungku dan menjadi tentara-tentara terbaik Konoha..."

"Nah Yondaime Uzukage,"

Danzo memandang rembulan dengan tatapan tajam saat sesosok pria berambut hitam panjang dengan mata ular bersandar di depannya dan terkekeh pelan.

"Bisakah kau mengalahkan kami?!"



Di Mindscape Naruto

Zero terduduk dengan lutut kanan yang tertekuk ke atas dan kaki kiri terjulur sedikit bengkok ke depan. Dia menutupi sebagian wajahnya menggunakan tangan kanannya sehingga hanya mata kanannya yang terlihat. Sklera itu begitu hitam, dengan iris merah menyala yang dihiasi pupil salib terbalik.

"Kau tampaknya sedang kesal, Sumi-Kyo nomor 0..."

Zero menoleh cepat ke kiri dengan suara menggeram gusar. Ada Hayaide, cheetah cepat dan Sumi-Kyo nomor 7. Di belakangnya ada Sumi-Kyo nomor dua Asano si Armadillo glamour dan nomor tiga, Goriko sang Gorila.

"Dia benar-benar terlihat kesal. Wajahnya benar-benar mirip dengan Naruto-sama, hanya saja ekspresi bengis itu tak akan pernah ditunjukkan Naruto-sama bahkan dalam keadaan genting sekalipun..." kata Asano dengan mata sedikit menghina. Cahaya emasnya berkilauan di kegelapan mindscape Naruto.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang