"Su-sudah kubilang..." Shion membuka matanya yang tadi menutup kesakitan karena cekikan kejut dari Naruto"...Sadarlah...SADARLAH KAGE BODOOOH!" Shion tetap melesatkan telapak tangan kanannya yang tadi terhenti ke dada Naruto, membuat lonceng itu mengeluarkan cahaya berwarna ungu saat tepat bertemu dengan dada bidang Sang Uzukage.
"Grrr, GHAAAAAA!" Naruto berteriak kencang. Lonceng itu seperti menusuk-nusuk dadanya, membuatnya merasakan rasa terbakar yang mengerikan.
Naruto sendirian di ayunan Taman Uzu sambil menggoyangkan pelan ayunan tersebut dengan kedua kakinya. Saat itu matahari sedang terbenam. Cahaya senja sore membuat rambut kemerahan Naruto terlihat agak jingga.
'Apakah warga Uzu membenciku? Apakah karena perkataanku kemarin saat di makan Kaa-san?' mata Naruto terlihat sendu. Iris birunya terlihat sejingga matahari sore itu.
Apakah salah aku mengatakan hal yang sebenarnya tentang keluarga dan Uzukage?
Naruto semakin menundukkan kepalanya. Tiba-tiba sebuah bola berwarna biru terpantul ke arahnya dan mengenai pelan kaki kirinya. Naruto mengangkat kepalanya dan memandang bola tersebut. Dia memegang bola itu dengan kedua tangannya dan mengangkat hingga sebatas dada. Di depannya berdiri 4 orang anak yang memandangnya dengan wajah gelisah.
"K-kau..."
Naruto mengerutkan dahinya ketika anak yang berdiri paling dekat dengannya berbicara gugup.
"K-kau, kau anak Sandaime Uzukage-sama kan? Ma-maafkan kami! Kami..."
"Teman-teman, aku..." Naruto berusaha tersenyum sambil menyodorkan bola biru tersebut kepada anak yang berdiri paling dekat dengannya "Aku hanya ingin mengembalikan bola-"
"MAAFKAN KAMI! MAAFKAN KAMI SUDAH MENYUSAHKANMUUU!"
Deg. Perasaan Naruto serasa bergulung. Kedua tangan yang memegang bola biru itu bergetar pelan, menandakan ada penahanan emosi yang ia lakukan.
Empat orang anak tadi segera berlari menjauhi taman. Naruto hanya bisa memandang dalam diam. Keempat anak itu semakin menjauh...semakin jauh menghilang dari pandangannya. Hanya dia sendiri yang berdiri tak bermakna di taman tersebut sambil memegang erat bola berwarna biru. Ayunan yang berada di belakangnya bergoyang pelan dan akhirnya berhenti.
Matahari terlihat sangat jingga sore itu.
Semua warga desa menjauhiku? Semua anak-anak desa menjauhiku?
Semuanya marah karena perkataanku soal Uzukage dan warga desa yang menyusahkan ayahku...
Kini ayahku menunjukku untuk menjadi Uzukage selanjutnya, padahal aku sangat membenci gelar tersebut.
Aku tidak menyukainya.
Kenapa semua tatapan warga desa seperti tidak nyaman saat aku melewati mereka? Kenapa semua anak-anak desa meminta maaf saat aku ingin bermain dengan mereka?
Apa aku terlalu dibenci? Apa ini karena gelar Uzukage bodoh itu...
Kenapa Tou-san harus menjadi Uzukage? Kenapa? Jika Tou-san bukan Uzukage, keluarga kami pasti bahagia.
Kenapa semuanya memandangku seperti itu? Kenapa semuanya selalu meminta maaf seperti itu?
"Mereka tidak membencimu Naruto!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
Fiksyen PeminatNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
