Chapter 33

100 8 0
                                    

Semuanya tertawa di bawah pohon tersebut. Zi sendiri memakan coklatnya dengan penuh semangat. Naruto yang sedang bersandar di pohon sambil memikirkan tentang kenangan desanya hanya bisa tersenyum sedih. Safir sang Uzukage terlihat sedikit bergetar pelan.

Andai saja saat itu dia bisa pergi cepat ke desa.

Ya, hal tersebut yang terus menjadi penyesalan sang Yondaime Uzukage. Naruto menghela napas perlahan dan menatap ke arah Zi yang ternyata melirik ke arahnya dengan wajah penasaran. Coklat bocah itu telah habis tanpa sisa.

'CEPATNYA?!' batin Naruto shock.

"Apa yang kau pikirkan Paman Haruto?" Tanya Zi sambil mengelap mulutnya menggunakan punggung tangan kanannya. Naruto tersenyum ke arah Zi. Tiba-tiba Ruri, Inari, Tanaki dan Taneki ikutan mendekati Naruto dengan wajah penasaran.

"Ada apa-ada apa?! Kata Tanaki bersemangat. Ruri memandang Naruto berbinar dengan pipi memerah.

"A-apa Paman Haruto ingin menceritakan kami soal istri Paman itu?!"

Naruto tertawa pelan. Hembusan angin yang sejuk menerpa mereka. Melayangkan rambut mereka sesuai hembusan arah angin. Tawa Naruto berhenti dan mata birunya menatap 5 bocah itu bergantian.

"Kalian benar-benar ingin tahu soal istri Paman?"

"Apa kesedihan di mata Paman juga berkaitan dengan istri Paman?" Tanya Zi kembali. Naruto menatap Zi.

'Bocah ini, walaupun terlihat cuekdia peka juga.'

Naruto berdehem pelan dan tersenyum ke arah kelima bocah. Inari mengepalkan tangannya dan menatap tajam Naruto.

"APA YANG MEMBUATMU SEDIH PAMAN HARUTO?! KAMI AKAN MEMBANTUMU AGAR KAU SENANG KEMBALI!"

"Yaaa! Kita akan membuat Paman Haruto tersenyum tulus!" kata Tanaki sambil mengangkat kedua tangannya bersemangat.

"Benar Paman, kami percayakan cahaya Kiri kepadamu, dan kami akan membantumu demi cahaya Kiri ataupun kebahagiaan hatimu."

"TANEKI NGOMONG BIJAK?!" teriak Tanaki shock. Taneki memukul kepala kembarannya dengan wajah memerah malu.

"I-iya Paman. Ka-kami semua akan membantumubegitu juga dengan Pasukan Rebellion. Jika kau sedih dan a-ada yang mengganjal di hatimu, kami pasti akan membuang ganjalan itu" Ruri menyatukan kedua tangannya dan menatap penuh harap ke arah Naruto.

"Ber-bersemangatlah Paman Haruto!"

Safir Naruto bergetar pelan. Entah kenapa dia mendapatkan aliran kehangatan di dadanya. Dada sang Uzukage sesak. Mendengar semangat bocah-bocah itu dan menyemangatinya tentang istrinya, membuat Uzukage muda tersebut mengingat wajah dan senyuman Shion.

Wajah boneka Sang Ratu yang pertama kali dilihatnya saat perjamuan makan yang mewah di Negeri Iblis. Pertemuan kedua pemimpin yang dipenuhi aura anggun dan kesombongan, namun

Di situlah dua hati tahu bahwa satu perasaan muncul di hati mereka.

"Baiklah" Naruto memejamkan matanya dan siap untuk menceritakan tentang istri dan dirinya. Tiba-tiba salah seorang anggota Rebellion berlari ke arah mereka dengan wajah serius.

"MINNA! YONDAIME MIZUKAGE SEDANG BERADA DI ATAS GEDUNG ADMINISTRASI NINJA KIRI DI PUSAT DESA! DIA SEPERTINYA INGIN MENGUMUMKAN SESUATU!"

Naruto dan yang lainnya saling berpandangan. Naruto mengangguk ke arah anggota Rebellion tersebut dan memberikan tanda kepada kelima bocah Kiri.

"Nanti akan paman ceritakan! Kita ke sana dulu!"

Inari dan yang lainnya mengangguk serius. Mereka berlari dan keluar dari markas dengan cepat. Dipimpin oleh Michiru yang juga mendengar kabar tersebut, beberapa anggota Rebellion secara terpisah menuju ke pusat desa.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang