Chapter 93

90 10 0
                                    

1 Januari, Iwagakure

Naruto's POV

"Dan jugaYONDAIME UZUKAGE!"

Aku merasa keren mengucapkan kata-kata itu di depan Sang Ratu. Kali ini kau akan jatuh dalam pesonaku Shion-samadan aku akan membuatmu menyatakan cinta kepadaku dengan membuang sifat gengsi serta angkuhmu..kutatap ia, dan Shion memalingkan wajahnya ke arah lain. Bisa aku lihat telinganya memerah. Tanda-tanda seseorang yang sedang tersipu.

"Lama menungguku?"

"Si-siapa yang menunggumu baka! Kau kan memang harus menyelamatkanku karena aku istrimu!"

"Jadi siapa tadi yang mau dicium tetapi wajahnya sedih? Hehehe-"

"JANGAN TERTAWA!" Shion memandangku dengan tatapan boneka yang tajam namun tetap imut. Wajahnya benar-benar seperti kepiting rebus, rasanya aku mau menyantap wajah itu. Ia menatapku sengit tanpa membuang keanggunannya.

"Aku bersedih hanya karena mempelai pria-ku jelek! Hmph," sang Ratu memalingkan wajahnya lagi, kini dengan nada datar dan sombong. Dia mulai lagi balik ke sifatnya "Jika saja mempelai pria-ku tadi lebih tampan dari anak Tsuchikage, pasti aku senang dengan pernikahan ini."

"Jangan bercandaaaa," kataku berusaha membuat nada seimut mungkin "Kau tahu, aku sudah berpetualang dari Netairi no Kami, Kirigakure, Gogakure, Kumo, Taki, Ame sampai ke Iwa hanya untuk menyelamatkanmuhampir seluruh cerita hidupku di umur 24 tahun adalah mengejarmu nona boneka."

Dia terdiam, tetapi wajahnya masih dipalingkan dari wajahku. Telinganya tidak lagi terlalu memerah seperti tadi. Perlahan-lahan terdengar hembusan napas pelan yang membuat tanganku sedikit sejuk.

"Gomen"

""

"Gomen karena telah mengatakanmu pembohong di dalam hati Naruto. Maafkan aku karena kurang mempercayaimu, se-seharusnya aku percaya dengan janji cinta kita yang suci."

Aku tersenyum mengulum, tenang saja Ratu (dua buah kunai melesat ke arah kami)apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di sisimu!

Kuelak dua kunai itu dengan turun ke bawah lalu kucabut senjata Shodaime Uzukage dan kulempar menuju pintu depan, sekejapaku sudah berada di depan pintu Gedung dengan mulut yang mengulum pisau lipat tersebut. Kitsuchi bangkit dari tumpukan batu patung Shodaime Tsuchikage dengan wajah murka, kulirik ke arah Oonoki-jiji tadi berdiridia tidak ada di sana?!

"Naruto, dia ada di depan!"

Kutoleh kepalaku ke sana, Oonoki melesatkan pukulan tangan kanannya yang telah dilapisi elemen Jinton ke perutku, aku dapat mengelaknya dengan melompat dua kali ke belakang. Hawa membunuh langsung terasa di punggungku, celakaKitsuchi sudah ada di belakang sambil menghunuskan kunai. Menggendong Shion membuat daya lincahku menjadi berkurang. Tidak mungkin kan kulempar Sang Ratu setelah susah payah kudapatkan?!

Trang! Haku melindungi punggungku dengan pedangnya. Ia tersenyum jahil, aku membalas senyumannya dan langsung melompat melewati kepala Oonoki-jiji yang bertubuh pendek. Segera kuberi perintah kepada Utakata dan Haku untuk bertindak.

"Haku, kau tangani anak TsuchikageUtakata, tahan para Jounin Iwa di sana!" Utakata memang sedang berjibaku dengan 7 Jounin elit Iwa yang mengepungnya di pojok belakang. Ia masih sempatnya meniupkan gelembung memberi tanda oke. Aku segera berdiri di depan pintu yang tiba-tiba tertutup sendiri. Oonoki menutup pintu tersebut dengan sistem gedung yang entah bagaimana ia kendalikan. Semua tamu undangan dan pelayan sudah keluar dari gedung sehingga yang ada hanya para ninja. Saatnya aku melawan guru keduakujuga guru yang paling tua dan paling berbahaya dengan pikiran ekstrimnya.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang