"Yaminna-san, kita tahu masalah terbesar kita di sini adalah Sandaime Kazekage, dengan adanya orang seperti dialokasi perbatasan Iwa-Suna menjadi tidak efektif untuk pasukan ninja kita. Rencana Naruto nii-chan juga pasti berantakan. Nahinti dari rencanaku adalah melumpuhkan Pemimpin Suna itu agar bisa mempermudah jalannya pertarungan. Jika Sandaime Kazekage sudah berhasil 'dijinakkan', maka dengan jumlah pasukan yang besar ini, kita pasti bisa mengalahkan pihak Sunagakure"
"Bagaimana dengan si ahli Kugutsu Ebizuou, Sara-sama?" tanya Konan. Masih dengan nada sopan dan formal.
"Panggilkan Yahiko dan Nagato," kata Karin menyambungi penjelasan Sara "Kita akan sedikit berbagi tugas menurut rencana Sara, tetapi intinyakita harus menumbangkan lebih dulu pemimpin ketiga Suna tersebut. Benar kan, Sara-chan?"
Sara menatap tajam Karin dan mengangguk setuju. Tatapannya sangat mirip dengan tatapan iris biru Yondaime Uzukage sekarang. Tenang dan penuh terencana
Yahiko dan Nagato sangat terkejut dengan paparan rencana yang dikatakan Sara. Mereka akan menyerang pasukan Suna serempak dengan semua pasukan yang mempunyai tujuan sama, yakni hanya melumpuhkan Sandaime Kazekage dari areal pertarungan. Cukup beresiko. Jika mereka semua gagal, dipastikan Sunagakure akan berada di atas angin dan memasuki Iwa dengan mudah.
"Tetapi jika kita hanya menunggu dan bersembunyi, maka rencana Naruto nii-chan akan tetap berantakan. Kita tidak mampu melawan pasir-pasir besi Sandaime Kazekage" Sara memandang ke depan, ke arah Kazekage yang santai menunggu "Dan pemimpin itu sepertinya ingin mempermainkan kita."
"Kita coba" gumam Shibuki "Walaupun keberhasilan dan kegagalannya sama, 50 berbanding 50"
"Jika menunggu, walaupun kegagalan kita hanya mencapai 30 persen, tetapi perlahan-lahan akan naik jika Kazekage mau menyerang hutan ini dengan tombak besinya" pemimpin militer Negeri Iblis menelan ludahnya "Daripada mundur, saran Sara-sama yang paling tepat sekarang"
"Baiklah, beri kabar kepada semua pasukan," Karin menggenggam erat sebuah kunai di tangan kanannya "Aku hanya berharap bantuan dari Kiri cepat datang!"
Semua bersiap, dengan beberapa kode dari tangan Yahiko di balik pohon kepada pasukan yang terpecah-belah di hutan bagian selatan daerah perbatasan Iwa-Suna, semuanya mulai membentuk pasukan di satu titik. Begitu pula Negeri Iblis yang berkomunikasi memakai cara mereka sendiri. Sara melihat progress persiapan sebelum serangan simultan-serentak yang akan mereka lakukan, dengan taruhan tumbangnya sosok paling kuat di areal ini, yakni Sandaime Kazekage.
Di pihak Suna
Ebizou berjalan mendekati Kazekage ketiga dengan kedua tangan ditaruh di punggung seperti jalan para orang tua bijak. Dia berdiri di samping kanan pemimpin Suna itu sambil memandang langit di atas kepala Kazekage yang sudah tertutupi kumpulan besar pasir-pasir besi. Ebizuou mengalihkan pandangannya ke arah hutan tempat para pasukan Uzumaki-Negeri Iblis bersembunyi. Terlihat sedikit pergerakan dari pasukan tersebut.
"Tidak menyerang mereka di hutan menggunakan pasir besi-mu Sandaime-sama?"
"Persentase mengenai mereka akan sedikit menurun dibandingkan aku menyerang mereka langsung di tanah lapang. Lagipula aku sedang ingin melihat bagaimana pasukan ini bertindak tanpa Uzukage mereka" Kazekage tersenyum tipis, agak licik dan kejam "Akan kubuat mereka putus asa sebelum hujan pasir besi-ku membuat genangan darah di sana."
Kedua tangan Ebizuou sedikit bergetar. Walaupun nada Sandaime Kazekage sangat datar dan tenang, namun aura teror-nya begitu terasa. Kazekage sendiri berjalan beberapa langkah dan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya. Kepalanya sedikit ditegakkan ke arah langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
