"Ada apa Nagato-san? Konan-san?" Tanya salah seorang pria Uzumaki dengan nada khawatir. Nagato menoleh dan memberikan isyarat bahwa mereka baik-baik saja.
"Cepat susul teman-teman kita di depan, kami akan menyusul!" kata Nagato dengan nada yang dibuat setenang mungkin. Para Uzumaki yang berhenti karena mendengar suara perdebatan Nagato dan Konan mengangguk kepala lalu berlari lagi menuju belakang gua. Konan menggerakkan segel tangan dengan cepat.
"Akan kuledakkan kertas peledak yang kutempeli di lorong-lorong gua, semoga menghambat mereka" wajah Konan kembali datar non-ekspresif "Jika Yondaime Uzukage-sama melihat wajahku tadi"
"Kau pasti dipecat." Sambung Nagato dengan nada sedikit mengejek.
Konan tersenyum tipis. Sangat tipis. Dia bergumam pelan dan tanah gua kembali terguncang. Konan tahu bahwa kertas-kertas peledak yang telah dia tempeli meledak di lorong-lorong gua.
"Berguncang lagi?!" gumam salah seorang Uzumaki dengan nada cemas. Dia menggendong seorang bocah Uzumaki berusia 7 tahun dengan erat "Apa ada gempa bumi?"
"Mungkin akibat pertarungan di depan," kata Uzumaki lainnya dengan nada cemas "Aku harap Yahiko-san, Jiraiya-san dan Tsunade-san berhasil menyusul kita" dia menoleh ke belakang dan melihat Nagato bersama Konan berlari menyusul mereka dengan cepat.
"Ayo terus maju!" teriak Nagato. Dia dan Konan berada paling belakang dari kelompok Uzumaki tersebut. Mereka harus menjadi yang pertama melawan Hanzo dan pasukannya jika berhasil menyusul ke belakang gua.
10 menit berlari lurus ke depan, kelompok Uzumaki itu berbelok menuju sebuah lorong gua dan berlari terus hingga sekitar 5 menit kemudian, Uzumaki yang berada paling depan melihat cahaya menyeruak masuk ke dalam gua. Lubang gua alternatif di gua bagian belakang sudah terlihat di depan mata.
"Kita berhasil! Sedikit lagi!" teriaknya senang. Beberapa Uzumaki di belakangnya tersenyum, ada juga yang mengangguk lega dan beberapa bergumam penuh syukur kepada Kami-sama. Saat kaki kanan Uzumaki paling depan itu sudah melewati atap gua dan berada di luar gua, tiba-tiba sebuah tangan menembus perutnya dan membuat ususnya terburai. Matanya terbalik ke atas dan langsung tewas di tempat. Para Uzumaki yang berada di belakangnya mundur ke belakang dengan teriakan serta tatapan ketakutan.
"Ada apa?!" teriak Nagato khawatir begitu mendengar keributan di bagian paling depan. Mata Konan terbuka lebar. Insting ninja-nya yang peka langsung menggerakkan tubuhnya. Konan berlari di dinding gua bagian kanan dengan mengalirkan chakra ke kakinya dan melewati kelompok Uzumaki yang menumpuk di tengah. Semuanya memandang shock ke depan.
'Hanzo sepertinya sudah tahu lubang lain dari gua ini! Rencana-nya bukan menyerang kami dari lubang gua bagian depan' Konan melompat salto belakang dan berdiri paling depan diantara Uzumaki lainnya. Matanya bergetar memandang salah seorang Uzumaki yang tergeletak tak bernyawa dengan darah merembes keluar dari perutnya yang menganga.
'Hanzo menginginkan kami kabur menuju lubang gua bagian belakang, karena sudah ada ninja-nya yang mengepung di bagian iniintinya,' mata Konan bergerak ke atas, menatap dua ninja yang berdiri tegak di depan mulut gua bagian belakang dengan Killing Intens yang menakutkan.
'Intinya dia ingin menghabisi kami dari dua arah, dari depan dan dari belakang!' Konan menahan napasnya. Analisisnya tepat, karena di belakang para UzumakiHanzo dan Sessoumaru berlari kencang dengan baju sedikit hangus akibat bom mematikan Konan. Tangan kanan dan wajah bagian kanan Sessoumaru terlihat masih berasap dan menghitam. Rambutnya menjadi tidak beraturan akibat terkena api ledakan dari kertas peledak Konan. Ninja Ame itu melindungi Hanzo dari api ledakan menggunakan tubuhnya sehingga 45 persen tubuhnya terkena luka bakar serius.
"Kau masih bisa bertarung Sessoumaru?" Tanya Hanzo sambil membenarkan perban kain yang menutupi tangannya yang putus. Perban kain itu menghitam akibat api ledakan dari kertas peledak Konan. Sessoumaru menyeringai tipis dengan pancaran mata gusar. Dia mendengus pelan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...