Unknown, 22 Oktober
Naruto POV
Uzu hancur.
Tiba-tiba itu terlintas di pikiranku. Aku dapat mendengar suara-suara berisik di sekitarku dan membuat pikiraku terganggu. Saat kurasakan suatu hawa panas yang seperti mendekati tubuhku, aku merasa bisa membuka mataku perlahan-lahan. Walaupun awalnya kabur, aku perlahan-lahan dapat melihat jelas 2 mahluk aneh memandangku kebingungan. Entah yang berada di dekat kepalaku itu bingung atau tidak, tetapi dia tiba-tiba melompat-lompat senang dan menari seperti orang gila. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena "wajah"nya berbentuk seperti topeng spiral berwarna putih.
"Dia sadardia sadardia sadartemuanmu memang hebat Zetsu putih!"
Zetsu putih? Tiba-tiba orang yang berada di dekat kakiku terkekeh pelan. Dia memliki seluruh tubuh berwarna putih pucat hampir seperti warna putihnya susu. Dia memegang pinggang dengan tangan kanannya dan memegang pelipis kirinya menggunakan tangan kiri. Mahluk itu tersenyum angkuh.
"Sudah kubilang Zetsu spiral, aku memang mahluk jenius"
"Ya ya ya. Yang penting ada satu pertanyaan yang ingin kutanyakan kepadanya..hei kau!"
Aku sedikit bergidik kebingungan karena mahluk bertopeng spiral itu melompat mendekati wajahku dan mendekatkan wajah anehnya. Aku dapat melihat ruang kosong gelap di lubang spiralnya itu.
"A-apa?" hei, aku dapat berbicara!
"Bagaimana rasanya buang air besar?"
"DIA TERNYATA TIDAK TAHU JUGA ZETSU PUTIIIH!"
"BUKAN!" Cih, jujur sajaaku sedikit terkejut dengan pertanyaan bodohnya itu. Dari sekian banyak pertanyaan bermutu, kenapa hal itu yang ingin ditanyakannya. Dan apa-apaan soal aku yang tidak tahu tentang Buang Air Besar alias berak.
"Oke, kalau begitu aku ingin serius?"
Aku tak kuasa menaikkan alisku. Topeng spiral itu berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Nada suaranya terdengar serius.
"Bagaimana rasanya buang air kecil?"
"Apa keuntunganku menjawab pertanyaanmu." Aku menjawab dengan nada serius.
"DIA ANGGAP ITU SERIUS ZETSU PUTIIIH! PADAHAL AKU CUMA BERCANDA HAHAHAHAHA!"
Ugh?! Sialan! Apa-apaan pembicaraan dan candaan tidak lucu ini. Aku melihat dua mahluk putih itu tertawa bahagia dengan 'kebodohan'ku. Tidak! Aku tidak bodoh. Aku Yondaime Uzukage sang Prodigy Uzu-
Ah, sial. Mengingat itu membuat dadaku kembali sesak.
Apanya yang Yondaime Uzukage?!
Apanya yang Prodigy Uzumaki?!
Aku tak pantas berbangga dengan hal tersebut.
"Hehe, jadi pria lucu-"
"Aku bukan pria lucu," kupotong cepat omongan mahluk yang dipanggil Zetsu putih "Namaku Uzumaki Naruto."
"Waoseorang Uzumaki ya" si topeng spiral itu menaruh tangan kanannya di bawah dagu "Ternyata masih ada yang hidup ya. Hm, hmmenarik. Sangat menarik."
"Maksudmu?" aku tak kuasa tidak bertanya. Si topeng spiral itu tiba-tiba menunjuk wajahku dengan cepat.
"Uzushiogakure sudah hancur beberapa hari yang lalu oleh 5 desa besar. Semua Uzumaki tewas di desa kebanggaan mereka, erritukan laporan yang kau buat Zetsu putih?"
"Tentu saja Zetsu spiral."
"Ya, dan Zetsu putih menemukanmu tergelatak di salah satu tebing gunung desa Uzu dalam keadaan mengenaskan. Aku memang tahu kau Uzumaki sejak awal dari ciri-ciri fisik, err..apa ya, emm"
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
