Chapter 163

45 1 0
                                    

"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa kekuatan militer Konoha sangat kuat bahkan mampu menghancurkan 4 desa besar walaupun aliansi pihak mereka hanya desa-desa kecil? Bagaimana jika aku mengatakan kalau itu fakta?" Naruto memandang tajam ketiga pengawalnya "Fakta itu akan menjadi fakta karena keberanian Danzo itu sendiri. Danzo sebagai orang yang mencintai Konoha dengan caranya sendiri pasti sudah mempertimbangkan surat ajakan perang itu kepada 4 desa besar. Tidak mungkin dia mengirim surat itu karena emosi, tidak mungkin dia mengirim surat itu hanya untuk bersenang-senang."


Utakata membayangkan Danzo dengan tawa seorang anak kecil menulis surat ancaman itu dengan latar belakang bunga-bunga disekelilingnya. Memang tak mungkin surat dari Danzo adalah kesenangan pribadi semata.


"Fakta bahwa Konoha memiliki kekuatan militer yang kuat adalah kita belum mengetahui kekuatan mereka. 4 Shinobi dari Konoha membawa kabar bahwa Mira no Kami yang dicuri dari Kumo digunakan Danzo untuk memanipulasi orang-orang Konoha. Fakta bahwa Konoha sangat kuat adalah ada 'sesuatu' kekuatan, mau itu senjata, kelompok Shinobi maupun sosok ninja Konoha sendiri yang pastinya memiliki kekuatan dahsyat sehingga kepercayaan diri Danzo tumbuh. Ingat, Konoha juga punya Kyuubi. Bijuu terkuat dari 9 Bijuu. Itu menjadi dasar kepercayaan diri Danzo sehingga dia pun mengeluarkan ultimatumnya..." Naruto menengadahkan telapak tangan kirinya setinggi perutnya "...Yondaime Uzukage harus menyerahkan dirinya atau Perang Dunia Shinobi kembali terjadi, semuanya ada di keputusan pemimpin Uzu."


"Dan anda memilih pilihan pertama..." Haku menundukkan kepalanya "...Anda telah berusaha menjadi seorang pahlawan."


"Aku bukanlah pahlawan, Haku. Sudah kubilang kan..." Naruto menyengir pelan, membuat ketiga pengawalnya memandang Naruto dengan wajah sedih.


"Aku bukan kegelapan, aku bukan cahaya. Aku bukan seorang pendendam, dan aku bukan seorang pemaaf..."


Hembusan angin menerpa mereka berempat sehingga poni jabrik di dahi Naruto tersibak, menutupi beberapa kali mata Naruto dari pandangan ketiganya. Sekilas, Haku-Utakata-Yugito melihat mata kanan itu memiliki sklera yang hitam dan iris berwarna merah dengan pupil salib terbalik.


"...Aku adalah Uzukage."


Yondaime Uzukage tersenyum tipis dan mulai berbicara lagi, dia memberi semangat kepada ketiga pengawalnya dan pembicaraan lainnya.


                                                                                             ...................


27 Januari


Shion duduk di kamar rawat Sara sambil memandang ke arah luar melalui jendela. Kamar Sara berada di lantai lima Rumah Sakit tersebut sehingga beberapa aktifitas warga Kumo masih bisa ia lihat. Dia menjadi sedikit tertarik ketika melihat Naruto yang sedang berjalan di jalanan Kumo dengan kedua tangan dimasukkan ke kantong celananya. Sang Uzukage terlihat sedang berpikir. Di kala itu, seorang Shinobi Kumo datang dan melakukan ojigi penuh penghormatan. Naruto mengangguk kepala serius dan langsung menghilang dengan Sunshin cahaya-nya.


Perasaan Shion menjadi tak nyaman.


"Danzo sialan, lihat apa yang dia lakukan?" Raikage ketiga berjalan mondar-mandir dengan wajah gusar. A memegang keningnya di meja bundar tempat pertemuan tersebut. C dan Darui yang juga membaca surat dari Danzo hanya memasang wajah tegang. Danzo benar-benar memojokkan pihak mereka.


"Dia dengan kepercayaan diri yang tinggi membuat kita menonton ekskusi Naruto! Dia-"


"Apa yang terjadi, Raikage-sama?!"


Semuanya terkejut dengan kedatangan Uzumaki Naruto tanpa pemberitahuan. Dia sudah berada di atas meja dengan lutut kanan yang tertumpu di meja. Mata birunya terlihat sangat tenang.


'Kami tidak merasakan hawa keberadaannya sedikitpun,' C meneguk ludahnya 'Benar-benar aura seorang Ninja kelas tinggi...'


Raikage menghilangkan keterkejutannya dan melemparkan gulungan surat itu kepada Naruto. Sang Uzukage menangkapnya dengan tenang dan membacanya perlahan. Kedua alisnya menekuk tajam membaca isi surat tersebut.


"Kepada Yang Terhormat Sandaime Raikage-sama. Sudah ditentukan bahwa Tanggal 28 Januari Yondaime Uzukage harus menyerahkan dirinya kepada pihak Konoha. Mekanismenya adalah Yondaime Uzukage datang ke Konoha sendirian tanpa pengawalan siapapun. Dia akan diekskusi di sana setelah kedatangannya yang ditaksir 3 atau 4 hari setelah tanggal 28 Januari. Dengan segala hormat saya mengundang 4 pemimpin desa besar menghadiri ekskusi Yondaime Uzukage di Konoha pada tanggal 1 Februari. Keempat pemimpin desa besar hanya boleh membawa 2 pengawalnya saja dan tidak boleh membawa pasukan mau itu Ninja Reguler maupun Anbu. Keempat pemimpin desa besar boleh berangkat menuju Konoha satu hari setelah keberangkatan Yondaime Uzukage. Jika kalian melanggar mekanisme ini, bersiap-siaplah dengan cetusan Perang Dunia Shinobi..."


"Tertanda, Yondaime Hokage, Shimura Danzo..." Naruto mendecih pelan lalu melompat turun dari meja bundar tersebut. Dia meletakkan gulungan itu di atas meja sambil membenarkan kerah jaket hitamnya. Wajah sang Uzukage terlihat sedikit khawatir walaupun ketenangannya masih dapat dipertahankan.


"Naruto-"


"Maaf Raikage-sama, aku harus pergi."


Semua mata yang ada di ruang pertemuan melebar. Ketika pintu ruangan terbuka dan Mabui masuk sambil membawa setumpuk buku di kedua tangannya, dia dapat merasakan aura tegang di ruangan itu.


"Tetapi nak-"


"Lakukan apa yang ada di surat itu," Naruto melirik sedikit ke arah gurunya "Jangan menahanku, ini semua memang bemula dari insiden hancurnya Uzu..."


Raikage tidak dapat berkata apa-apa. Nada Naruto terdengar sedikit dingin. Naruto menghilang dari ruangan dengan sunshin cahayanya yang indah.


Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang