Chapter 150

44 3 0
                                        

Kumogakure, 16 Januari


Sudah dua hari sejak 4 Ninja Konoha sadar dari pingsan mereka. Kondisi keempatnya sudah membaik. Tsunade membantu penyembuhan ninja-ninja Uzu dan Kumo pasca operasi penyelamatan Shion-sama. Dengan kemampuan medis yang dikatakan terbaik di seluruh elemental Dunia Shinobi, Ninjutsu Medis Tsunade begitu membantu para ninja-ninja medis Kumo dalam merawat dan menangani para ninja yang masih cidera dengan luka-lukanya, mau yang luka berat maupun luka ringan. Tsunade juga mengunjungi Konan, Nagato dan Sara...untuk melihat luka ketiganya. Apalagi adik Yondaime Uzukage tersebut, menyembuhkan bagian tubuh yang putus agar tidak terkena infeksi adalah pekerjaan kesehatan yang cukup rumit.


Itachi sendiri sering diajak berbicara oleh Raikage ketiga, apalagi dengan kejujuran Itachi yang memberitahukan Raikage bahwa yang mencuri Mira no Kami dari gudang persenjataan Kumo adalah pacarnya, yakni Uchiha Izumi. Itachi sebagai salah satu orang yang pernah bekerja di bawah Danzo tentu saja mempunyai informasi yang bagus untuk persiapan-persiapan selanjutnya. Sementara di Training Ground Kumo ke-45, di lembah sebuah gunung yang memiliki tanah-tanah coklat dan sedikit rumput serta berudara sejuk, berdiri Yondaime Uzukage bersama Jiraiya dan Kakashi. Hari ini adalah pelatihan Naruto sebagai murid Legenda Sannin tersebut.


"Coba jelaskan, kenapa anda tidak mau belajar Ninjutsu sejak dulu, Uzukage-sama?" tanya Jiraiya dengan tangan terlipat di dada. Naruto menyengir sambil menggaruk belakang kepalanya sok menyesal.


"Bagiku Fuinjutsu saja sudah cukup, lagipula kebanyakan Ninjutsu bagi seorang ninja membuatnya tidak terlalu keren dalam bertarung. Ditambah aku punya Sumi-Kyo," Naruto memandang ke atas, berpikir "Ya ya, mungkin juga favorit Ninjutsu-ku juga tidak ada..."


"Beri alasan yang pasti, Uzukage-sama..." kata Jiraiya dengan wajah sedikit sweatdrop. Kakashi tersenyum di balik maskernya. Jiraiya melanjutkan dengan wajah yang kembali serius.


"Sebelum kita masuk ke inti penjelasan, apa kau-hmm, apa aku kurang sopan jika memanggil anda dengan "kau"?"


"Asal jangan panggil "Beibeh"..."


"Candaanmu jelek, Uzukage-sama,"


Kakashi tersenyum kembali di balik maskernya. Jiraiya kembali melanjutkan penjelasannya.


"Baiklah Uzukage-sama, sebelum kita masuk ke penjelasan inti, apa kau sudah mengetahui tipe chakramu?"


Naruto mengerutkan keningnya "Tipe chakra? Maksudnya elemen perubahan chakra kan? Dimana cara mengetahuinya adalah memegang sebuah kertas chakra lalu kita alirkan chakra tersebut ke kertas, maka kertas itu akan mendeteksi elemen chakra kita..."


Jiraiya mengangguk. Naruto menampilkan wajah semangat namun tidak terlalu berlebihan "Hooo, Sandaime Hokage-jiji pernah mengetes-nya kepadaku. Tipe elemenku adalah angin dan petir."


Mata Kakashi terbuka, Jiraiya juga langsung tertarik dengan tipe chakra Naruto. Angin dan petir, sebuah kombinasi elemen yang jarang bagi seorang Shinobi. Jiraiya tersenyum dan mengangguk pelan. Dia memandang Kakashi, entah tatapan jenis apa, tetapi nampaknya Kakashi mengerti dengan tatapan tersebut.


"Menarik, Uzukage-sama. Sangat menarik." Jiraiya menggerakkan segel tangan lalu menapakkan telapak tangan kanannya ke tanah, membuat lingkaran fuin kecil dan kumpulan asap putih muncul di tanah kecoklatan tersebut. Saat kumpulan asap putih itu menghilang, di hadapan Naruto berdiri tegak sebuah tong berukuran sedang berbahan kayu dicat putih. Di dalam tong tersebut ada puluhan bola air dengan warna-warni mencolok. Alis Naruto bertaut kebingungan.


"Uzumaki Naruto," Jiraiya menyengir lebar "Aku akan mengajarimu Jutsu ciptaan Abang iparmu,"


Naruto menyipitkan matanya "Rasengan ya..."


"Bukan hanya itu saja, jika anda cepat menguasainya..." Kakashi cepat menanggapi perkataan Naruto dan berjalan dua langkah mendekati sang Uzukage, dia memandang sopan pemimpin Uzu tersebut.


"...Saya akan mengajari anda Teknik Chidori, karena elemen chakra anda sama dengan elemen chakra saya."


Entah kenapa Naruto menjadi lebih bersemangat. Mungkin sesekali dia harus mendengarkan kata Hiruzen-jiji soal penguasaan Ninjutsu, satu Ninjutsu saja. Tetapi karena terlalu percaya diri dengan Fuinjutsu-Fuinjutsunya serta Sumi-Kyo yang ia miliki, Naruto selalu memikirkan bahwa kemampuannya sudah sangat cukup, lebih dari cukup.


Tetapi dengan menaksir kekuatan Danzo dan kepercayaan diri pemimpin Hokage tersebut, Naruto harus bisa menguasai setidaknya satu jutsu, dua jutsu merupakan tambahan kekuatan yang bagus. Yondaime Uzukage mengambil bola air tersebut dan mengangkatnya ke atas.


"Yosh, entah kenapa darah spiralku mendidih menjadi zig-zag," jujur saja, Jiraiya dan Kakashi tidak mengerti apa yang dikatakan Uzukage keempat tersebut, tetapi...


"Akan kukuasai Rasengan dan Chidori sebelum akhir dari bulan Januari!"


...Ya, Jiraiya dan Kakashi percaya pada pemimpin hebat Uzu tersebut. Baiklah...saatnya Yondaime Uzukage memasuki masa berlatih dirinya!

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang