Brak!
Mata Naruto membulat. Ayahnya ikutan berdiri dengan tubuh yang sedikit membungkuk. Dia memandang anaknya dengan tatapan yang sangat menakutkan. Naruto pernah melihat tatapan itu saat dia sengaja membuat berkas-berkas penting ayahnya menjadi pesawat kertas di kantor.
"Naruto...ketika kau menerima gelar ini, kau akan mengerti arti Uzukage sebenarnya. Hanya kau, hanya kau yang bisa menerima amanah besar itu. Ini merupakan harapan mutlak untukmu, kau tidak bisa menolaknya!"
"A-apa...ka-" Naruto terdiam. Matanya tak sengaja memandang mangkuk ramennya yang hanya menyisakan kuah kaldu. Naruto dapat melihat wajahnya di kuah kaldu itu dan sekilas ia melihat matanya berubah menjadi merah dengan pupil salib terbalik.
"Keh..." Naruto menggelengkan kepalanya lalu meninggalkan meja makan dengan suara menggeram pelan. Sandaime Uzukage hanya menatap sendu punggung anaknya yang menghilang dari ruang makan keluarga.
Flashback End
"Sa...jadi bagaimana Yondaime Uzukage-sama, apa kau ingat cerita hidupmu sehingga memunculkan aku sebagai Sumi-Kyo Zero hm?"
"Kau..." Naruto berdiri dengan tubuh bergetar pelan. Tangan kanannya masih memegang kepalanya yang terasa sakit. Iris birunya menatap tajam sosok yang benar-benar mirip dengan dirinya.
"Itu bukan Genjutsu ataupun manipulasi ingatanmu Naruto-sama," Zero memajukan wajahnya dan membuat ekspresi yang menyeramkan "Itu adalah cerita hidupmu!" mata merah Zero dengan sklera yang menghitam membulat senang "Sebuah cerita hidup yang sangat menyedihkan untuk pahlawan hebat seperti dirimu, bukan begitu....Yondaime Uzukage-sama?"
"Diam kau..." Naruto maju selangkah dengan napas berat "Akan kuhancurkan mulut sialanmu itu..."
"Kau tahu kenapa desamu hancur?"
"Diam kau..."
"Kau tahu kenapa istrimu bisa diculik dengan mudahnya?"
Naruto berjalan sedikit terseok tetapi tangan kirinya terkepal kuat hingga urat-urat di punggung telapak tangannya bermunculan.
"Kehh...kau..."
"Kau tahu kenapa semua rakyatmu mati?"
Mata biru Naruto sekilas berubah memerah. Gigi geraham Naruto terlihat karena sang Uzukage mengatupkan kuat kedua rahangnya.
"Kau...akan...akan..."
"Kau tahu kenapa semua itu bisa terjadi Yondaime Uzukage?!"
"AKAN KUBUNUH KAU BRENGSEK!"
Zero menyeringai. Tiga kata pamungkas cukup menggetarkan hati Yondaime Uzukage.
"Karena kau LEMAH!"
Langkah Naruto berhenti. Kelopak matanya yang tadi menajam, berubah membulat dan terkejut. Kepalan tangan Naruto menjadi sedikit longgar.
"Kelemahanmu-lah yang membuat semua ini terjadi, Uzumaki Naruto...walaupun kau dijuluki Uzukage terkuat sepanjang sejarah Uzu, Master Fuinjutsu hingga Prodigy Uzumaki...kau masih bocah bodoh yang disuruh ayahnya untuk menjadi Uzukage saat dia menolaknya dengan keras, hahahaha!"
Naruto tidak menjawab pernyataan dan ejekan Zero. Matanya memandang kegelapan di sekitar kakinya. Benar kata sosok itu, mungkin...mungkin semua ini terjadi bukan karena ramalan Rikudou Sennin ataupun lawannya adalah 5 desa besar, tetapi karena dia masih lemah sebagai orang yang telah menyandang gelar Uzukage keempat. Dia sering dijuluki sebagai Prodigy Uzumaki yang jarang muncul, tetapi gelar "Prodigy" itu sekarang hanya setitik abu yang mudah ditiup angin sepoi-sepoi. Intinya, Uzumaki Naruto sang Uzukage keempat adalah orang lemah yang mencoba kuat, tetapi hasilnya menjadi sangat buruk.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...