#!~

73 13 0
                                        

3 Januari (4 Tahun Yang Lalu). Uzushiogakure

"Segitu saja staminamu, anak Uzukage?"

Naruto membuka mata kanannya dengan napas terengah-engah kelelahan. Tidak bisa. Walaupun beberapa kali dia mencoba, dia tetap tidak bisa mengenai tubuh besar berotot hitam di depannya. Orang dengan rambut putih kelabu ini sangat cepat. Naruto bangkit sambil mengelap peluh di keningnya menggunakan punggung tangan kanannya.

"Ya Raikage-sama. Hanya segini saja staminaku. Sekarang pergi dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran.." Naruto menoleh ke arah Tsuchikage ketiga yang berada di sisi kanannya "LALU KENAPA KAU BERTERIAK SEPERTI WANITA DI SANA OONOKI-JIJI! KAU MAU MENJADI CHEERLEADERS UNTUK ORANG TUA SERAM INI?!"

Oonoki terkekeh pelan. Dia memang dari tadi berteriak "Kyaaa Raikage-sama" ataupun "Booo si bodoh Naruto!" beberapa kali hingga telinga Naruto panas. Tentu saja sang Tsuchikage punya tujuan tersendiri.

"Ini untuk melatih mentalmu nak," kata Oonoki "Ada kalanya pemimpin itu ditunjuk untuk memilih dua pilihan sulit. Di sanalah mental pemimpinmu diuji. Apakah kau memilih keduanya, memilih salah satu yang kau anggap pilihan bijak, atau tidak memilih keduanya dan membuat pilihan baru. Semua itu adalah salah satu item yang bisa kau tanam di dalam hatimu."

"Nasihat yang bagus, Oonoki. Uzumaki Naruto! Jangan tutup kedua telingamu saat orang tua sedang memberikanmu nasihat, itulah kenapa kau akan susah mendapati seorang wanita kelak!"

Naruto memandang sweatdrop Raikage yang berteriak memarahinya sambil menutupi kedua telinganya juga. Oonoki langsung kesal sambil menunjuk wajah Raikage. Dia tahu bahwa Raikage maupun Naruto memang tidak ingin mendengar nasehatnya karena dia-lah yang paling tua diantara dua laki-laki tersebut.

"Apa juga hubungannya dengan wanita-ku kelak, Raikage-sama." Naruto bangkit perlahan sambil membersihkan debu di celananya. Angin menerpa helaian merahnya, membuat Naruto merasakan kesejukan yang penuh kenikmatan.

"Sudah kubilang," Naruto membuka matanya dan menyeringai "Pergi dari hadapanku atau aku berubah pikiran" Raikage tertawa pelan.

"Hahahaaku memang menunggumu berubah pikiran gaki. Sudah selesai istirahatnya?"

Naruto, tanpa mengangguk, melesat ke arah Raikage dengan kilatan mata yang menakutkan. Safirnya menyala bagai permata biru yang ditembaki cahaya. Raikage tertawa senang saat Naruto hampir saja mengenai tubuhnya. Naruto terjungkal di tanah dan berguling-guling di sana diiringi teriakan menyebalkan "Booo" ala Tsuchikage. Calon Uzukage itu bangkit sambil memandang tajam Raikage.

"Hehkau memang cepat Raikage. Tetapi apakah kau bisa mengimbangi Hikari Sunshinku?"

Saat itulah, percobaan pertama Sunshin ciptaan calon Yondaime Uzukage. Raikage nampak senang mendengarnya. Dia penasaran dengan karya muridnya.

"Yahbanggakan aku Uzumaki-gaki. Kuharap kau menjadi pemimpin yang lebih kuat dariku nantinya"

12 Desember (Sekarang). Kumogakure

Naruto membuka pintu kantor Raikage dengan wajah tenang. Safirnya masih mengingat kata-kata tersebut. Tetapi kekecewaan karena Sandaime Raikage mengkhianati-nya dan bergabung dalam front 4 desa lainnya membuat hatinya sedikit perih. Naruto menatap tangan kanannya yang dibalut perban putih. Hadiah dari Raikage saat pertarungannya di waktu penghancuran Uzu. Naruto berpikir, dia selamat. Dia tahu satu hal. Gurunya telah bertindak antara benar dan salah.

Naruto mengangkat kepalanya dan mendecih tidak suka. Dia memang merasakan kalau diikuti. Tetapi tidak menyangka penguntit, dua orang penguntit, di belakang mereka sudah berani mendekat hingga sekitar 20 langkah di belakangnya dan belakang Haku serta Utakata. Naruto menoleh ke belakang dan melihat dua sosok berbadan besar nan kekar dengan rambut panjang dan sebuah hiasan tanduk di kepala mereka. Surai mereka berwarna emas dan perak. Unik namun benar-benar mencolok.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang