Chapter 23 : Hari Kebangkitan Uzushiogakure (BAB 2)

224 18 0
                                    

29 november, Nitairi no Kami (Desa Hutan Hujan)

Uzumaki Naruto berjalan menyusuri jalan setapak di Desa Nitairi dengan wajah tenang. Sesekali dia memperhatikan salju-salju yang jatuh dari dahan pohon akibat angin musim dingin yang berhembus kencang namun belum dikategorikan badai. Pikiran sang Uzumaki terus berputar diantara istri dan desanya. Pemimpin muda itu terus meyakini dirinya bahwa Gerbang Saiken tidak pernah berbohong soal cahaya kekuatannya.

Bagi Naruto, setelah apa yang dia dapat dari pertarungan singkatnya dengan Kazekage, Raikage dan 7 Ninja pedang Kirigakure, serta apa yang dia dapat dari kegagalan dirinya dalam mempertahankan Uzu, Naruto tahu bahwa celah yang dimanfaatkan 5 Kage adalah saat dia menikah. Satu hal pasti yang dia dapatkan, dan sering juga dikatakan ayahnya sewaktu dirinya masih kecil. Kata-kata yang selalu dia anggap sebagai nasihat tak berarti

"Sekutu adalah kekuatan tersembunyi yang bisa menghancurkan pemimpin, Narutokau harus belajar bersosialisasi sesama pemimpin jika menjabat gelar Uzukage nantinya"

Naruto tersenyum tipis. Sekutu yabegitulah yang dipikirkan Uzumaki muda tersebut. Yahdia dapat melihat salju turun di desa lain karena desanya sudah menjadi puing-puing kenangan. Dia teringat setahun yang lalu, ketika melihat salju turun di Uzu bersama Yahiko, Nagato dan Konan. Dia teringat perdebatan tak pentingnya dengan Nagato kenapa salju berwarna putih dan lidah bisa melekat di besi ketika musim dingin. Mengingat itu membuat pendaran safir sang Uzukage sedikit bergetar sedih. Naruto kembali menatap lurus ke depan dan memikirkan tentang rencana dia selanjutnya.

'Derap kaki kuda' Naruto dengan cepat menutup rambut jabrik merahnya dengan tudung jubah hangatnya. 3 menit kemudian, sebuah gerobak bertutup kain dan dua ekor kuda sebgai 'mesin penggerak roda' gerobak tersebut berhenti di samping Naruto. Naruto melirik cepat ke kanan saat seorang pria setengah baya dengan dagu besar dan mata ramah berbicara sopan kepadanya.

"Anda mau ke mana? Bisa saya antarkan" katanya sambil melambatkan kudanya, membuat kuda-kuda tersebut berjalan santai.

"Ah, nama saya Hiro, Matshushima Hiro. Saya seorang pedagang Kirigakure. Anda mau ke mana?"

'Dia mengulangi pertanyaan yang sama' Naruto mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis "Saya" Naruto berhenti sejenak. Dia berpikir

NAMA SAMARAN APA YANG BAGUS UNTUK DIRINYA?!

"Saya HarutoMaki Harutosaya ingin ke Kirigakure juga. Saya seorang pengembara" kata Naruto dengan senyuman yang dipaksakan.

'MAKSA AMAT NAMA SAMARANNYA!' teriak Naruto dari dalam hati. Uzumaki, diubah menjadi Maki. Naruto, diubah menjadi Haruto

Ternyata seorang pemimpin yang selalu dijuluki prodigy seperti dirinya selalu bodoh dalam hal-hal seperti ini. Naruto menepuk jidatnya di dalam hati.

"OhhMaki-san, ahapa saya boleh memanggil nama depan anda?" Tanya Hiro sopan "Anda juga boleh memanggil nama depan saya"

"Si-silahkan." Kata Naruto pelan 'DIA PERCAYA?! DIA TIDAK MENGANGGAP NAMA ANEH YANG KUBUAT 1 MENIT YANG LALU?!' teriak Naruto senang di dalam hatinya 'HehehehYondaime Uzukage keempat gitu lho' dan sifat angkuh sang Uzukage keempat mulai keluar.

"Ah, karena tujuannya sama, anda bisa masuk ke gerobak saya, Haruto-san. Bagaimana?"

"Eng" Naruto memiringkan kepalanya "Tidak apa-apa, Hiro-san?"

"Tidak apa-apa" kata Hiro sambil tersenyum ramah. Naruto menganalisis wajah dengan dagu besar tersebut. Dengan pembelajara psikologi fisik yang dia selalu baca di ruang baca istana Uzu, Naruto menilai orang baru yang ditemuinya. Walaupun tawarannya terdengar menguntungkan Naruto, setelah pengalaman dikhianati 5 desa besar, Naruto harus selalu waspada dimanapun berada.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang