Aku sudah memikirkan rencana memakai kekuatan Sagishi saat 2 Kage masuk dalam pertarunganku melawan 7 ninja Kirigakure. Tetapi kekuatan Sumi-Kyo ku yang ke-5 ini tergolong rahasia dan jarang kugunakan, makanya kupilih Hayaide yang memang kekuatan Sumi-Kyo pilihan pertamaku jika aku berada dalam keadaan terdesak. Kekuatan Sagishi termasuk dalam 3 kekuatan Sumi-Kyo yang dirahasiakan dan kelas atas.
"Co-coba aku gerakkan," aku berusaha berdiri, berdiri dengan tegak. Tangan kiriku dan kaki kananku sudah bisa digerakkan walau terasa sedikit sakit dan kaku, tetapi tenagaku masih belum mampu menggerakkannya secara penuh. Aku bisa merasakan lutut kiriku seperti lumpuh. Aku ingat bahwa tempurung lututku pecah karena serangan bola pasir Sandaime Kazekage. Aku bergerak dengan perut dan perlahan-lahan berjalan di tanah berlumpur itu bagai ular. Ular yang menyedihkan.
"Kami-sama" aku tidak tahu apa yang kukatakan lagi. Hatiku benar-benar letih. Benar-benar letih dan sedih. Gelar Uzukage yang menyandang dengan namaku rasanya tidak pantas kupakai lagi. Aku, aku telah gagal menjadi seorang pemimpin. Aku telah gagal melindungi rakyatku dan mungkin tidak akan pernah bertemu dengan istrikuaku, aku benar-benar ninja yang lemah.
"Si-sialaaan!" aku tak hentinya mengumpat karena sebuah batu yang cukup besar menahan pergerakanku. Aku harus berbelok sedikit agar bisa terus maju, agar bisa terus berjalan di tanah berlumpur ini. Apapun yang terjadi, aku harus bisa melihat desaku. Walaupun hanya sebesar beras, aku masih menaruh harapan bahwa desaku berada dalam keadaan aman dan damai.
Jika saja Fuin Shunshin cahayaku masih bisa terhubung, walaupun cuma satu, aku akan memaksakan chakraku agar bisa melesat ke desa dengan cepat.
"Fuin itu dideteksi dengan Kenshutsu Uzumaki no Jutsu berdasarkan sumber yang mereka ketahui, mungkin saja kau pernah memberitahu letak-letak Fuin-mu kepada orang yang kau percayai."
Entah kenapa tiba-tiba aku teringat kata-kata Sagashi. Aku kembali memejamkan mata. Berusaha mengingat. Mengingat segala hal yang pernah aku katakan di desa. Semua memori aku lesatkan ke otakku dan kugapai satu-satu. Kukhayalkan dan kuteliti, apakah memang ada aku menyebutkan tentang Fuin itu. Saat itu, ingatanku melesat ke pertemuan pertamaku dengan para dewan sebagai seorang Uzukage keempat
.
.
.
"Ini adalah rapat pertama dan khusus bagimu Yondaime Uzukage. Dengan segala hormat, kuharap kau juga menghormati kami."
"Jadi, apa salahnya aku menolak penawaran kalian?"
"Tentu saja salah, kami sebagai dewan 10 Uzu yang juga menjadi penasihat ayahmu dulu sangat dipercayai beliau-"
"Oke, tetapi melaporkan segala cara yang kulakukan untuk melindungi desa..bukankah itu berlebihan?!"
"Ayahmu melakukan hal tersebut-"
"Aku memang anak Sandaime Uzukage, tapi aku bukan beliau."
"Tetapi hal ini telah-"
"Diamlah dewan kedua dan dewan kelima. Hanya kalian yang mengusulkan ini kepadaku dan mengatakan bahwa ide ini disetujui dewan lainnya, tetapi hal ini-"
"Ini bukan ide kami! Ini memang hal mendasar yang telah ayahmu lakukan-"
"Dan aku tak perlu melakukannya karena aku bukan-"
"KAU HARUS MENDENGARKAN KAMI ANAK MUDA-"
"Ya, aku memang muda, tetapi aku punya hak-"
"KAMI TELAH MENYARANKAN YANG TERBAIK UNTUK UZU-"
"Bisakah kau tidak berteriak seperti itu-"
"KAU BELUM MENDAPATKAN GAMBARAN SEBAGAI SEORANG PEMIM-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
