Yagura tertawa. Mata pink-nya memandang dua pisau itu jatuh ke tanah dengan dentingan besi yang kecil. Yagura nampak senang.
"Bagaimana Uzumaki Naruto? Bagaimana Yondaime Uzukage?" Yagura mengalihkan pandangannya ke depan. Tubuhnya masih bergerak menuju Fuin gabungan kerucut Naruto. Tiba-tiba sebuah tangan melayang menuju wajahnya. Dia lupa, saat dirinya menuju bagian atas kerucut Naruto, Naruto juga menuju atas kerucut buatannya yang berada di belakangnya. Alhasil, mereka akan bertemu di udara. Tubuh Yagura terpental ke belakang karena pukulan Naruto dan menabrak cermin air-nya, sementara Naruto dihajar klon dirinya, buatan Yagura, dan terpental menuju kerucut Fuin-nya.
Naruto menggerakkan handseal dan menghilangkan Fuinjutsu kerucut tersebut. Cermin air Yagura pecah menjadi butiran air dan tubuh mungil itu terus terpental ke belakang dengan air liur yang keluar dari sudut bibirnya. Tiba-tiba muncul tiga cahaya segitiga berwarna biru di sisi kanan, kiri dan belakangnyatubuh Yagura sendiri menabrak segitiga yang berada di belakang dan jatuh terhempas ke tanah bersalju.
Naruto sendiri berpijak kuat di atas batang pohon-hingga batang itu retak-dan menatap datar Yagura yang perlahan-lahan berdiri. Dia telah menanam segel Fuinjutsu: Mittsu no Sankaku Rokku saat menghantam wajah Yagura dengan tangan kanannya tadi. Kini, di sekeliling Yagura, tiga segitiga bercahaya itu mengikuti tubuh Mizukage dan tetap berada di kanan, kiri dan belakang Jinchuuriki Sanbi tersebut. Yagura berdiri dengan wajah marah.
"Luar biasa Uzukagetetapi Fuinjutsu ini pasti akan menguras chakramu. Kau benar-benar terlihat lelah."
Naruto tidak menjawab. Safirnya memandang keadaan sekitar di Danau Beku Kimura. Shion dan Mei aman di tepi lainnya dari danau, dia bahkan masih dapat melihat mata anggun sang Ratu yang memberikannya semangat lewat pandangan yang sulit diartikan. Kumpulan peserta Ujian Chunnn Kiri juga terlihat tegang menonton pertarungan antara dirinya dengan Yagura. Naruto dapat melhat dua sosok bocah berlari mendekatinya denga wajah serius. Mulut mereka nampak terbuka dan meneriakkan sesuatu. Sebuah nama.
"..Ruto.."
"Haruto"
Naruto berpijak tenang di atas pohon dan menatap datar Inari, juga Ruri yang berhenti terengah-engah 30 meter di belakang Yagura.
"Paman..haah, haah, Paman Harutoitu kau kan paman?" Inari yang sedang membungkuk memegang lututnya karena berusaha mencari napas dan mengangkat kepalanya untuk memandang sedih sang Uzukage. Safir Naruto sedikit melebar. Ruri nampak menangis karena air matanya terus mengalir pelan dari pipinya.
"Ada apa dengan kalian?" Naruto menyadari ada sesuatu yang hilang "Di mana Zi, dan dua bocah kembar itu?"
Inari menggelengkan kepalanya dengan wajah merenggut sedih bercampur kesal. Ruri menundukkan kepalanya dan Naruto dapat melihat jelas butiran air mata gadis tersebut bersinar jatuhk e bawah disinari cahaya mentari.
"I-Inari? Ruri-chan? A-ada apa-"
"Gya gya gya" Yagura menggerakkan handseal dan dua buah ledakan tiang air melesat ke arah Inari dan Ruri dari tanah bersalju yang dipijak mereka. Yagura menyeringai tipis "Aku benci pengkhianat yang terlalu banyak bicara."
Naruto berpijak dengan tenang di belakang Yagura sambil menggendong Inari dan Ruri di kedua tangannya. Sepersekian detik, sang Uzukage berhasil menyelamatkan dua bocah tersebut dari serangan Yagura. Mata Naruto memandang tajam sang Mizukage.
"Pa-paman Haruto, hiks" Ruri tidak dapat menahannya lagi "Ta-Tanaki dan Taneki berada dalam kondisi sekarat" safir Naruto bergetar "D-dan Zidi-dia" napas Ruri terlihat berat "Zi dia dia telah tiada."
Deg. Naruto mengingat percakapannya dengan Zi di kedai ramen semalam.
"Aku ingin membicarakannya karena merasa kau orang yang pantas mendengarkan cerita ini, Paman Haruto" Naruto juga ingat wajah gelisah bocah bersurai putih tersebut. Gelisah akan ceritanya sendiri. Suatu kegelisahan akan masa lalunya yang membuat Zi merasa bahwa hanya orang yang pantaslah yang perlu mendengarkan ceritanya. Dan cerita Zi bagai taburan pasir di ladang pasir itu sendiri. Mengingatnya akan sesuatu tetapi masih abstrak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
