Putuskan ketiga lainnya.
.
.
.
.
"Ketiga lainnya" aku tak kuasa untuk tidak bergerak. Angin dingin musim dingin kembali berhembus pelan. Kedua kakiku melangkah dengan pasti, membuatku mondar-mandir seperti orang gila. Aku dapat merasakan dahiku sedikit berkerut karena berpikir keras.
"Kenapa kau buat petunjuk yang paling susah, Tou-san" petunjuk aneh. Petunjuk dari sang ayah. Saat menatap Uzu, aku terbayang wajahnya dan dia tersenyum kepadaku sambil mengatakan bahwa kelak aku akan menjadi Uzukage yang hebat. Entah kenapa hembusan angin semakin lebih kencang daripada tadi.
"Coba pikirkan Uzumaki Naruto-"
!
!
!
Aku merasakan sesuatu yang aneh berteriak di kepalaku. Ketiga lainnya. Dua kata itu membuatku menatap ke arah jam 8. Aku rasanya merasakan de javu, seperti saat setelah rapat dengan 10 dewan sebelum pernikahanku dan memandang Desa Uzu yang damaiaku teringat akan sesuatu.
Tiga gerbang suci lainnya, selain tiga gerbang utama Uzushiogakure
"Itu maksud dari Putuskan ketiga lainnya!" aku tersenyum puas. Ketiga lainnya adalah tiga gerbang suci Uzu selain tiga gerbang utama desa. Ternyata Tou-san benar-benar mengetes intelektualku walaupun beliau sudah tiada. Aku menatap Uzu dan memperkirakan titik tengah dari gerbang-gerbang itu. Gerbang Saiken, Gerbang Haruki dan Gerbang Fuutari, serta 3 gerbang suci Uzu yang berkumpul di arah jam 8.
"Titik tengahnya di"
"Begitu ya" aku merasakan gejolak emosi kepuasan menghampiri hatiku. Aku teresenyum. Ya, tersenyum puas.
Yah, suatu kejutan kecil dari Uzushiogakure. Titik tengah 'sesuatu' itu ada di kantor Uzukage! Kantor di mana aku banyak memikirkan tentang Uzushiogakure!
.
.
.
Seperti bangunan lainnya, kantor Uzukage hanya menjadi kenangan sejarah bagiku. Bangunan yang kini tinggal puing-puing menyedihkan ini hanya terlihat menarik saat dibaluti salju putih musim dingin. Aku dapat melihat bekas-bekas pertarungan di dalam sini. Ribuan shuriken dan kunai berterbaran di lantai kantor yang pecah dan hancur. Saat masuk ke ruang utama-ruangan Uzukage-bisa dikatakan bahwa di sinilah kerusakan yang paling parah. Semua furniture ruangan tersebut hancur berantakan dan sebagian menjadi arang. Foto Uzukage pertama tertempel di dinding bagian bawah dekat lantai dengan dua kunai menancap tepat di wajah sang Uzukage pertama. Aku memperhatikan sekitar ruangan. Foto Nidaime Uzukage tidak terlihat. Foto ayahku sendiri tergeletak di lantai dengan kaca bingkainya yang pecah berhamburan. Kursi yang biasa kududuki kini tinggal arang dan menyisakan kaki kursi khasnya. Meja kerjaku terbelah dua dengan percikan darah di patahan bagian kanannya. Aku memeriksa darah itu. Hitam dan kental. Tanda yang mengerikan. Kuangkat kepalaku dan dapat kulihat angin musim dingin terlihat lebih tenang. Salju turun perlahan-lahan ke bawah.
"Jadi di mana 'sesuatu' yang dimaksudkan para Uzukage?"
Tiba-tiba terdengar cicitan tikus dari sudut ruangan dan keluar dari ruangan ini sambil terus bercicit ketakutan. Aku mendesah napas perlahan. Kudekati jendela ruang Uzukage dan menatap pemandangan di luar sambil memikirkan nasib Shion.
Istrikukau masih hidup atau tidak? Oh Kami-sama, doaku selalu kuhaturkan untuknya. Untuk keselamatan sang Ratu dari Negeri Iblis.
Kirigakure, 29 November
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
Fiksi PenggemarNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
