Chapter 152

38 5 0
                                    

Kumogakure, 17 Januari


"KITA LANJUTKAN LATIHANNYA LAGI!"


Teriakan Jiraiya di pagi hari sukses membuat burung-burung yang bertengger di tebing-tebing gunung terbang ke langit. Naruto membuka jaket hitam berlengan panjangnya dan mulai membuat chakra berbentuk bola di sebuah balon kosong. Seperti instruksi Jiraiya, kali ini bukan hanya membuat gerakan chakra dan memberikan tekanan pada chakra tersebut, tetapi ia harus menahan tekanan tersebut sehingga kekuatan Rasengan tertahan pada chakra berbentuk bola. Jika Naruto meletuskan bola yang berada di tangan kirinya, maka ia belum mampu membentuk Rasengan.


'Ini lebih susah daripada dua latihan sebelumnya,' mata biru Naruto melebar. Balon di tangan kirinya meledak sehingga sang Uzukage terpental ke belakang cukup jauh. Chakranya meluber keluar dengan daya hentak yang cukup kuat. Kakashi yang sedang membaca Novel gratis pemberian Jiraiya memandang sekilas sang Uzukage, kemudian melanjutkan bacaannya di bawah sebuah gundukan batu yang mencekung ke dalam. Sementara Jiraiya berdiri tegak di hadapan sang Uzukage sambil melipat tangannya di depan dada.


"Kau sudah meledakkan 10 balon, Uzukage-sama..."


Mata Naruto menajam, agak kesal "Masih belum." Katanya dengan nada sedikit menggeram. Ia memegang balon kesebelas di tangan kirinya lalu mulai membuat chakra bola dengan gerakan teracak. Alis Naruto mengkerut.


'Beri tekanan pada chakra ini...' setetes keringat mengalir dari pipi Yondaime Uzukage menuju dagunya 'Lalu tahan tekanan itu se-'


BLAARHHH! Balon itu kembali pecah dengan luberan chakra yang bertekanan kuat. Tubuh Naruto terpental ke belakang lalu jatuh terseret pelan. Kaos abu-abunya nampak kotor. Naruto berdiri tegak sambil mengusap keringat di dagunya. Dia maju dengan langkah tegap dan mengambil balon ke-dua belas.


Blarh!


Blarrh!


Bluaarhhh!


Dhaarh!


Cdaaarhh!


"Boom!"


"JANGAN MENGEJEKKU DENGAN MEMBUAT SUARA LEDAKAN MENGGUNAKAN MULUTMU JIRAIYA-SENSEI!" Naruto menunjuk Jiraiya dengan wajah kesal. Jiraiya terkekeh pelan sambil menggelengkan kepalanya pelan. Cukup lucu juga melihat tingkah konyol seorang Uzukage keempat yang katanya memiliki ketenangan dan wibawa yang baik. Tapi sekarang Uzumaki Naruto terlihat gusar karena jutsu yang dianggapnya mudah kini membuat seluruh tubuhnya kotor.


'Padahal tanpa segel tangan, tetapi tingkat kesulitan jutsu ini...Minato-nii memang hebat. Pantesan Kushina-nee mau menikahinya.' Naruto mengambil balon ke-tiga puluhnya dan mengkonsentrasikan seluruh chakranya di sana, lalu membuat arah gerak chakra, memberinya tekanan, dan tahap terakhir...


'Menahan seluruh kekuatan, tekanan dan gerak chakra itu dalam balon ini!' gigi Naruto bergelemetuk pelan. Bahkan butiran-butiran tanah di sekitar kaki Uzukage keempat terbang berputar, seperti terikut kekuatan chakra yang menguar dari seluruh tubuh sang Uzukage.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang