Konklusi Arc Kiri I

81 9 0
                                    

Beberapa menit yang lalu sebelum penusukan Yondaime Mizukage. Kirigakure.

Michiru membuka matanya perlahan. Hal pertama yang dia lihat setelah penglihatan kaburnya selesai adalah empat ninja elit Kiri yang sedang berbicara satu sama lain di depannya dengan wajah serius. Michiru melirik tangannya. Terikat. Bagusnya, kakinya bebas. Dia kini sedang tertelungkup di lantai ruangan rapat besar Rebellion ditemani empat pembunuh berdarah dingin tersebut.

"Kau bercanda" gumam Jinpashi pelan. Dia maju selangkah dan mendamprat Kisame dengan kata-kata sedikit kasar.

"Ternyata Uzukage mengerikan itu masih hidupkemudian kau memberitahukan letak Yagura-sama dan istri Uzukage itu kepadanya. Mamau kau apa Kisame brengsek! Kau seperti para kecoa yang sudah menggerogoti pemerintahan Yagura-sama!"

"Kau memang sangat setia ya, Jinpashi" gumam Kushimaru pelan "Seperti Fuguki Suikazan saja."

"Apa maksud kalian?!" Jinpashi menoleh ke arah Kushimaru dengan bibir tertekuk marah. Matanya memandang tajam ninja psikopat bertopeng tersebut. Jinin menahan Jinpashi dengan nada dingin.

"Kami sudah merencanakan ini sejak lama," Jinpashi mundur selangkah dengan wajah tegang "Mendiang Ringo dan Mangetsu juga setuju dengan rencana ini. Hanya Zabuza yang masih tidak setuju dengan rencana kita, tetapi dia sudah mati. Walaupun kita adalah ninja elit si Kage bertubuh pendek ituwalaupun kita telah menjadi pengawalnya, tetap saja luka yang dia sebabkan kepada kita tidak akan pernah hilang." Jinin mendengus pelan "Ujian Chunnin inidan ancaman-ancamannya kepada keluarga kitakau, kau masih menyimpannya di hatimu kan Jinpashi?!"

Jinpashi terdiam. Dia tidak percaya teman-teman satu kelompok ninja pedangnya berencana mengkhianati Mizukage keempat. Dia menatap Hoshigaki Kisame. Orang yang dibencinya karena telah membunuh Fuguki Suikazan, orang yang pernah memegang Samehada.

"Suikazan ingin memberitahu Yagura-sama soal rencana pembunuhan kami yang telah dirancang begitu baik" Kisame terkekeh pelan "Aku terpaksa membunuhnya, bonusnyaaku mendapatkan pedang ini." Kisame menatap tajam Jinpashi dengan mata ikan hiu tersebut. Mata melotot yang menyeramkan.

"Kau memang sangat menghormati Suikazan-sama mu itu, Jinpashitetapi bukan Yagura-sama yang kau hormati. Aku benar kan? Kau pasti tahu kalau orang itu lah yang telah membunuh teman-teman kita, keluarga kita, orang yang kita cintai demi militer Kirigakure. Tindakannya sebagai pemimpin sudah keterlaluan"

Jinpashi tidak menjawab. Dia menundukkan kepalanya. Kisame berjalan perlahan mendekatinya dan menyentuh pundaknya. Jinpashi langsung menepisnya dengan kasar.

"Jangan sentuh aku" hening "Aku akan ikut rencanamu, pengkhianat. Tetapi kau adalah orang yang kubenci karena telah membunuh orang yang kuhormatiHoshigaki Kisame."

"Bagus." Michiru dapat mendengar gumaman puas Kisame dan tawa kekehan yang aneh. Saat itu masuk ke ruangan seorang pemuda bergigi runcing dengan pedang Kubikiribochou di atas bahunya. Adik Mangetsu, Hozuki Suigetsu, berdiri di depan ninja-ninja pedang Kiri dengan wajah kebingungan.

"La-lalu, ada apa-"

"Mana Chojuro?"

Suigetsu menghela napas dan melirik ke arah Michiru. Michiru sudah pura-pura pingsan dengan wajah yang ditutupi beberapa poni rambut kuningnya.

"Dia sudah bergabung dengan para kecoasebaiknya kita membiarkannya bersenang-senang dulu dengan para keparat itu."

Kisame hanya berkata "Ooh" dan menjelaskan rencananya kepada adik Mangetsu tersebut. Suigetsu mengangguk mengerti dan menceritakan bahwa kakaknya sudah mengatakan kalau 7 ninja pedang Kiri sudah siap membunuh Mizukage keempat. Kisame menggosok pelan tengkuknya dan menatap Michiru yang masih pingsan-pura-pura sebenarnya-

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang