"Saat kau mampu membentuk putaran chakra di dalam balon tersebut, maka kau harus bisa mempertahankan putaran Rasengan saat menubrukkannya ke tubuh lawan. Jika kau langsung melepas putaran chakranya saat menghantam lawan dengan jutsu ini, maka lawan hanya akan terlempar akibat daya ledak chakra yang seperti angin, tetapi jika kau mempertahankannya..."
Naruto melirik batu yang berlubang besar dan retak-retak akibat Rasengan Jiraiya di belakang kanannya, dia tersenyum lalu menutup matanya perlahan.
"Maka Rasengan akan membuat luka dalam pada lawan yang terkena. Apa aku salah sensei?"
Jiraiya terkekeh pelan. Sementara Kakashi tersenyum di balik maskernya sambil memandang tulisan di Novel Icha-Icha Paradise tersebut.
"Tidak, Uzukage-sama..."
"Baiklah, biarkan aku konsentrasi dengan titik chakraku...maka besok aku pastikan ada Rasengan yang berputar di tangan kiriku!"
Keesokannya, tanggal 21 Januari di pagi hari, saat Shion bersama Haku mengantarkan bekal untuk Naruto, Kakashi dan Jiraiya, sang Uzukage sudah berdiri di atas sebuah batu dengan senyuman yang sangat menawan. Iris birunya terlihat bagai permata yang ditimpa cahaya violet.
"Baiklah, saatnya Yondaime Uzukage Show Time..." Naruto sedikit memiringkan kepalanya dengan menampilkan cengiran khas dirinya.
Rasengan di tangan kanannya,
Chidori di tangan kirinya.
Kedua jutsu itu memancarkan kekuatan baru dari Pemimpin Uzu tersebut. Jiraiya dan Kakashi bernapas lega. Butuh satu minggu bagi seorang Prodigy seperti Yondaime Uzukage untuk menguasai jutsu tersebut.
..........
Naruto langsung mengadakan rapat bersama Raikage dan ninja-ninja Konoha setelah berhasil menguasai Rasengan-Chidori. Dia sudah mandi dengan bersih (setelah Shion memukul wajahnya sambil mengatakan "Jangan lupa gosok badanmu"), dan memakai jaket hitam lengan panjangnya yang tidak diresleting tertutup beserta kaos abu-abu dengan model kerah berbentuk V. Kalung bermata-kan lonceng Sang Ratu yang dibungkus kain bergerak pelan saat dirinya melangkah cepat menuju kursi pertemuan tersebut. Naruto duduk dengan gaya tenang dan sopan, diikuti Haku yang berdiri di sisi kanannya. Meja itu berbentuk lingkaran dengan 8 kursi di sekelilingnya. Naruto dan Haku berada di arah pukul 6. Jiraiya, Tsunade, Kakashi dan Itachi duduk sejajar di pukul 3. Sandaime Raikage dan A duduk di arah pukul 12. Mabui berdiri di sisi kanan A sedangkan Darui dan C duduk di sisi kiri Raikage ketiga. Shion masuk bersama Michiru setelah beberapa detik ketika semuanya tampak siap dengan pertemuan tersebut lalu duduk di samping Sang Uzukage. Michiru meminta izin keluar setelah tahu bahwa pertemuan ini akan dibahas para petinggi dan orang-orang yang terkait. Wanita bersurai twintails merah itu menunggu apa keputusan dari pemimpin keempat mereka.
"Sebelumnya perlu kuberitahu," Raikage menyatukan kedua tangannya di atas meja "Mizukage, Tsuchikage dan Kazekage setuju bahwa empat desa besar akan menyerang Konoha sebagai balasan karena Danzo berani melecehkan desa mereka. Kabarnya baru sampai tadi pagi." Mabui yang menerima surat dari ketiga pemimpin desa besar menganggukkan kepala membenarkan. Tsunade terlihat sedikit terkejut dengan perkembangan politik saat ini. Danzo benar-benar tua bangka yang sangat berani.
"Pihak anda sendiri?" tanya Itachi dengan nada tenang. Mata kelamnya memandang Raikage yang terlihat berpikir.
"Sebenarnya aku juga menyetujui rencana tersebut karena Danzo sudah melakukan hal yang sangat buruk, tetapi..." Raikage memandang muridnya "...Yondaime Uzukage pasti punya pertimbangan bagus untuk pergerakan selanjutnya."
Semuanya memandang Naruto. Begitu pula Shion. Dia harap Naruto tidak memakai cara penyerangan besar-besaran lagi, walaupun saat momen penyelamatan dirinya di Iwa sudah Naruto rencanakan sangat matang, tetapi jumlah korban jiwa dari kedua belah pihak jelas sangat merugikan bagi desa yang mengerahkan tenaga shinobi-shinobi terbaik mereka. Naruto mengetuk pinggiran kursi sebelah kanannya dua kali menggunakan jari telunjuknya lalu menegakkan duduknya perlahan.
"Untuk mencegah banyaknya korban jiwa lagi dari desa-desa kita,"
Naruto berhenti sejenak. Dia merasa ditatap sangat tajam oleh semua pihak yang ada di sana, termasuk istrinya.
"Kita akan membentuk tim kecil-"
Tok...tok...tok. Naruto berhenti berbicara ketika terdengar suara ketukan di pintu ruangan tersebut. Raikage mempersilahkan masuk dan seorang Shinobi Kumo memberikan ojigi sopan lalu menyerahkan sebuah gulungan surat kepada Mabui.
"Dari Hokage-sama, baru datang pagi ini..."
"APA?!" semua yang ada di sana memasang wajah kebingungan. Shion memandang suaminya kembali setelah teralihkan ninja Kumo tersebut. Guratan-guratan cemas terlihat di wajah Naruto. Itachi memandang wajah pemimpin Uzu tersebut dengan tatapan tenang. Mata obsidiannya langsung beralih ke arah Raikage yang membuka gulungan dengan wajah tegang.
"Kepada Raikage-sama, saya Yondaime Hokage Konoha memberikan ultimatum kepada anda dan 3 desa besar lainnya. Saya sudah tahu hasil peperangan di Iwa dan perbatasannya tanggal 1 Januari dan mengetahui bahwa tenaga-tenaga shinobi anda semua sedang berada di posisi terbawah saat itu juga. Jadi saya akan memberikan pilihan langsung kepada anda semua,"
"Keparat Danzo..." gumam A mendengar surat itu dibacakan ayahnya dengan nada berat yang terdengar tegang. Darui dan C saling berpandangan. Mereka terkejut dengan pesan berani Danzo tersebut.
"Pilihan itu adalah menyerahkan Yondaime Uzukage atau Perang Dunia Shinobi Keempat akan terjadi. Batas jawaban empat hari lagi, jika tidak ada jawaban, persiapkan pasukan anda karena aliansi baru saya akan memporak-porandakan desa anda..." Raikage terdiam sejenak dengan gelemetuk gigi gerahamnya yang terdengar menyeramkan "DANZOOOO!" Raikage meremas gulungan surat itu dengan tambahan elemen petir mengerikan disertai teriakan kesal. Surat itu langsung menjadi kertas gosong berasap. Semua mata memandang Naruto yang memasang wajah terkejut, tetapi tentu saja disertai kerutan-kerutan pikiran.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...