Chapter 30 | Undangan

148 11 0
                                        

3 Desember, Markas Besar Rebellion

"BANGUN SEKARANG ANGGOTA BARU! CUCI MUKAMU DAN LAKUKAN SENAM PAGI DI RUANGAN OLAHRAGA KITA!"

Naruto membuka matanya perlahan dengan wajah kesal. Dia memandang jam di dinding bangsal tidur para pejuang baru Rebellion tepat di atas pintunya. Pukul 3 pagi-bukan! 3 subuh. Ini sih namanya menghentak kepala seorang dari mimpinya.

"Ini sih masih subuh, Ao-senseiyang kami lakukan bukan senam pagi, tetapi senam subuh..hoaaaaaaaaaaaaaaaaa-"

Mulut pejuang baru dengan surai biru langsung disumpal kaos kaki busuk Ao yang mengerikan. Sang pejuang terkapar di ranjangnya dengan mulut berbusa.

"PANJANG AMAT NGUAPNYA! NAH SEKARANG" Ao memandang semua pejuang baru Rebellion yang menatap Ao dengan tatapan bergidik ketakutan "Siapa yang tidak bangun awal dan cuci muka akan kucuci bersama kaos wangi ini" Ao menghirup aroma kaos kaki lainnya dengan lubang hidung yang membesar. Langsung saja, semua anggota baru Rebellion berlari ke kamar mandi dan siap-siap untuk senam 'pagi'nya. Ao tersenyum puas sambil berkacak pinggang. Matanya melirik ke arah seorang pemuda bersurai jabrik kuning dan bermata biru, juga memiliki kulit tan eksotik serta tiga garis kucing di kedua pipinya. Alis Ao berkedut kesal saat melihat pemuda itu masih duduk di ranjang dengan wajah mengantuk dan malas.

"Hei anak muda! Jika kau tidur lagi maka-" mata Ao melebar. Naruto menyodorkan kaos kakinya yang berada di mulut anggota baru bersurai biru tadi ke arah Ao. Ao mundur dua langkah dengan wajah gugup.

"ITU BAU SIALAN!"

Naruto yang menutup hidungnya dengan tangan kanannya tersenyum tipis "Jadi kaos kaki kedua yang kau hirup tidak bau ya." Naruto membuang kaos kaki yang dipegangnya dan berjalan tenang menuju ke arah kamar mandi "Dengan tangan berbau ini-hoaaam-aku akan menyingkirkan para kompetitor yang berada di depan kamar mandi"

"Mana"

Naruto menoleh ke belakang saat mendengar dua derap kaki berlari ke arahnya

"MANA BOLEEEEH!" DUAKHHHH!

Naruto terpental ke dinding dengan punggung berasap karena punggungnya tersebut baru saja ditendang seorang wanita bersurai kuning terang dengan gaya rambut twintails panjang dan memiliki mata hijau jamrud yang terang. Dia melipat kedua tangannya dengan tatapan garang dan tajam.

"Aku adalah Hareni Michiru! Pengawas kedispilinan para Pasukan Rebellion sekaligus komandan garis ketiga Pasukan Penyerang! Jaga sikapmu anak baru! Dan Ao, cuci bersih kaos kaki busukmu itu atau kau yang akan menjadi sebusuk kaos kakimu!"

Naruto yang sedang dalam posisi tidak elit-menungging-hanya mendesah pelan. Dia bangkit perlahan sambil menggosok punggungnya yang kesakitan. Naruto memegang wig-nya dan dia merasakan benda itu sedikit bergoyang. Naruto menahan napasnya perlahan.

'Untung benda ini tidak lepas' Naruto menatap datar wanita bersurai pirang yang balas menatapnya tajam. Sementara Ao di belakang Michiru mengibaskan tangannya supaya Naruto cepat pergi ke kamar mandi dengan normal.

"Ya yadasar wanita," Naruto berdehem pelan dan berjalan menuju kamar mandi 'Andai saja semuanya seperti Shion'

Bukankah Shion Tsundere yang lebih kejam, Yondaime Uzukage?

The Rise of Uzushiogakure

Chapter 15

3 Desember, Markas Besar Rebellion

"Tunggu aku, Haruto-san!"

Naruto melirik ke arah teman barunya sesama new member dari Pasukan Rebellion. Pemuda tidak berguna bersurai biru dan mata ungu, di mana tadi subuh sudah merasakan nikmatnya kaos kaki menjijikkan Ao. Namanya Hachi. Dia katanya berasal dari pinggiran Kirigakure dan masuk sebagai anggota Rebellion dengan berbagai penyaringan yang ketat.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang