Chapter 153

59 3 0
                                    

Konoha, 18 Januari


Desa Konoha memiliki basement bawah rahasia yang cukup luas. Ketika serangan mendadak dari desa-desa lain terhadap desa dilakukan, maka warga sipil Konoha akan diungsikan di basement tersebut. Ruangan seluas 8 kali 10 meter kubik itu cukup menampung warga-warga Konoha ketika kondisi darurat terjadi. Basement tersebut terletak di dekat tebing gunung Konoha di mana wajah para Hokage terpahat di sana. Di pintu atas Basement pasti selalu dijaga Jounin-Jounin elit maupun beberapa Anbu pilihan. Tetapi siapa sangka tempat perlindungan Konoha itu menjadi sebuah penjara bawah tanah untuk Koharu dan Homura, dua tetua Konoha yang tidak menyetujui tindakan Danzo yang kelewatan batas.


Suara langkah tegap terdengar menggema di ruang Basement yang kosong. Homura mengangkat kepalanya dan memandang seseorang turun dari tangga basement yang terbuat dari besi bercat hitam. Saat penerangan bercahaya putih suram itu memperlihatkan wajah siapa yang mengunjungi mereka, Koharu dan Homura meneguk ludah perlahan. Wajah cantik dengan tatapan sayu tajam, rambut coklat keemasan, bibir tipis menggoda serta mata berwarna senada dengan warna rambut.


"Midoru Shizukesa ya..." kata Koharu pelan. Shizu tersenyum tipis, agak manis, lalu berjalan melalui kedua tetua Konoha yang duduk berdua di depan meja kayu setinggi dada mereka. Keduanya memang agak nyaman duduk di sofa berwarna merah tersebut, tetapi tentu saja diisolasi dari desa di atas permukaan Basement membuat keduanya khawatir, apa yang sedang Danzo lakukan di atas permukaan sana.


"Boleh aku bertanya?" Homura sedikit ragu dengan pertanyaannya, Shizu berhenti sejenak. Homura tahu bahwa Anbu Ne terkuat Danzo itu menunggu pertanyaannya.


"Apa yang Danzo lakukan terhadap Konoha? Apa yang ia lakukan?!"


"Tentu saja sesuatu yang membuat desa ini maju, Homura-sama,"


"Apa dia tidak melakukan hal ekstrim lainnya?!"


"Mungkin,"


"Apa maksudmu mungkin?!" tanya Koharu yang mulai tak sabar. Shizu menoleh sedikit ke belakang.


"Masih ada pertanyaan tambahan?"


Koharu dan Homura terdiam. Nada bertanya Shizukesa berubah. Suaranya sedikit meninggi dan sangat tajam. Tetapi yang lebih menakutkan adalah caranya bertanya dan aura mengerikan yang ia pancarkan. Tatapan itu seperti tatapan serigala yang memandang mangsanya dengan nafsu membunuh.


"Sankyuu kalau tidak ada pertanyaan." Kata Shizu dengan nada ceria seperti suara seorang gadis. Dia melangkahkan kakinya menuju bagian sudut kanan basement. Di sana ternyata ada sebuah pintu berwarna coklat tua. Shizukesa membuka gagang putar pintu tersebut dengan gerakan pelan. Suara decitan pintu membuat sosok wanita yang ada di dalam ruangan itu langsung menoleh dengan wajah terkejut.


"Sedang menyusui anakmu, Kushina-san?"


Uzumaki Kushina, dengan wajah cantik yang lusuh memandang tajam Midoru Shizukesa. Seperti yang dikatakan Shizu, kakak perempuan Naruto itu sedang menyusui anaknya di atas ranjang ruangan tersebut.


"Danzo-sama memberikanmu makanan." Shizu berjalan mendekati sebuah meja kecil di sudut kiri ruangan dan meletakkan sekotak bekal makanan di atas meja tersebut. Saat itu-lah mata Kushina menajam, dengan cepat...dari sudut kanan ruangan yang gelap di dekat pintu muncul Kushina lain dengan wajah tegang. Dia memeluk anaknya dengan erat.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang