Konser Killer Bee-chan!
Y-Yo Yo Yo! Nama gue Killer Bee yo! Gue adik dari A walaupun bukan adik kandung Yo! Gue berada di desa yang banyak orang hitamnya termasuk gue yo! Wuuuhuu! Gue bingung kenapa nama orang Kumo itu selalu diakhiri huruf i i i! Ada Omo(i), ada Daru(i), ada Karu(i), calon dada besar Samu(i), ada C (Shii) ada Atsu(i), ada Moto(i), ada Kinkaku(i) dan Ginkaku(i).
Kinkangkung-Ginkakung: NAMA KAMI KINKAKU-GINKAKU TAK ADA I NYA BOGE! DAN LO AUTHOR KAMPRET, KENAPA NAMA KAMI DIUBAH JADI SAYURAN?!
Yo, vrooh! Cep cep aghub breb (Dia lagi Beatbox-_-) saat ini, Kumo sedang kacaukarena Hachibi sedang mengamuk. Paman Fukai, bersama Hachibi, nampaknya yosedang dikendalikan seseorang..wuhuuu! pakai Sharingan! Yo yo, vrooh! Akhirnya yo! Tokoh utama di fic aneh ini sudah datang bro! yo yo bro! kita tunggu, aksi dia vroooh! Wuhuuu! Semoga konser kacau ini, diketik Author lagi di chap depan Konoyaro Bakayaro!
A dan Sandaime Raikage tiba-tiba datang bersamaan me-lariat Killer Bee hingga terpental ke langit.
"KALAU NGE-RAP ITU AJAK TOU-CHAN JUGAAA!" teriak Sandaime Raikage dengan wajah memerah-hidung mimisan.
"Bukan rap*sensor* yang itu, Baka Tou-san" gumam A dengan wajah sweatdrop.
12 Desember. Kumogakure
Pintu ruangan administrasi kantor Raikage terlepas dan terhempas ke dalam ruangan. Utakata menarik napas untuk menenangkan perasaannya. Tinjuan Ginkaku hampir mengenai kepalanya. Pintu yang tergeletak tak berdaya di dalam ruangan administrasi kantor adalah bukti betapa berbahayanya jika kepalan tangan itu mengenai kepalanya.
"Reflekmu cukup bagus," Ginkaku memutar lengannya dan melesatkan Kokinjo ke sisi kanan perut Utakata. Sang Jinchuuriki melompat ke atas lalu mencengkram bola lampu yang ada di langit-langit ruangan. Tali emas peninggalan Rikudou itu mengenai dinding dan menghancurkannya seketika. Ginkaku memandang ke atas dan melihat Utakata melempar bola lampu itu ke kepalanya, secara bersamaan, sang Jinchuuriki melompat ke belakang Gin.
Trang! Ginkaku meninju bola lampu itu sambil terkekeh pelan. Saat pecahan lampu itu berhamburan, sebuah kertas peledak melayang. Mata Ginkaku melebar, Utakata ternyata sudah memasukkan kertas peledak di dalam lampu ruangan yang dilepasnya!
Dhuarh! Kinkaku menoleh ke belakang, ke pertarungan adiknya. Matanya berubah khawatir. Baginya, sang adik merupakan salah satu perhatian utamanya setelah orang tua mereka meninggal. Dia tidak akan membiarkan hal buruk apapun terjadi mengenai adik tersayangnya. Asap mengepul tebal di sana.
"Jangan memandang ke arah lain, Kinkaka!" kata Haku dengan melompat ke atas sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Kinkaku menoleh ke arah Haku dengan gigi bergemeletuk kesal.
"Sudah kubilang sialan!" Trang! Pedang Haku dan pedang Suichinke bertemu "Namaku Kinkaku! KINKAKU!" Kinkaku menghentakkan pedangnya ke atas, Haku otomatis melompat salto ke belakang dan menapak di atas lantai dengan kaki kanan yang sedikit tertekuk ke samping kanan. Kinkaku menyerang leher Haku dengan cepat. Sang Last Hyouton menyilangkan pedangnya di sisi kanan lehernya, membuat kedua pedang itu kembali bertemu.
"Jika temanmu itu terkena Kokinjo sekali sajamaka aku dan Ginkaku akan segera menyegelnya di Benihisago"
Mata Haku menatap guci yang tergeletak di tengah ruangan. Guci berwarna cokelat dan memiliki bentuk angka delapan dalam pandangan 3 dimensi berisi atau bervolume. Ada kain merah terlilit di tengah cekungan guci atau pot tersebut. Kinkaku menendang perut Haku dan membuat pengguna Hyouton itu terseret ke belakang. Saat Haku ingin melesat maju kembali untuk menyerang Kinkaku, si rambut emas meletakkan pedang Suichinke -nya dan menggerakkan handseal. Haku menahan napasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
